<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Raudlatul Mubtadiin's Blog Santri</title>
	<atom:link href="http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com</link>
	<description>Blog Resmi Para Santri PPRM</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Mar 2011 01:07:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Raudlatul Mubtadiin's Blog Santri</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/osd.xml" title="Raudlatul Mubtadiin&#039;s Blog Santri" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>A M B A K : ( Apa Manfaatnya Bagiku… ? )</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/12/12/a-m-b-a-k-apa-manfaatnya-bagiku%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/12/12/a-m-b-a-k-apa-manfaatnya-bagiku%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 06:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Kita sebagai insan yang butuh dengan pengetahuan dan pendidikan yang nantinya kita akan membentuk kecerdasan, propesi dan keterampilan, dalam segala bidang baik dalam pendidikan, politik, sosial, maupun dalam kancah kemasyarakatan yang luas dan berbeda-beda. Dimana aral akan selalu menghambat dan tampak dalam setiap langkah, maka dari itu kita harus selalu waspada dengan apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=329&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kita sebagai insan yang butuh dengan pengetahuan dan pendidikan yang nantinya kita akan membentuk kecerdasan, propesi dan keterampilan, dalam segala bidang baik dalam pendidikan, politik, sosial, maupun dalam kancah kemasyarakatan yang luas dan berbeda-beda. Dimana aral akan selalu menghambat dan tampak dalam setiap langkah, maka dari itu kita harus selalu waspada dengan apa yang akan kita tetapkan, putuskan dan apa yang akan di lakukan kita harus menimbang sisi positif dan negatifnya, sebuah pertanyaan harus selalu timbul dalam benak anda sekalian tanyakan diri anda sendiri : Bagaimana aku dapat memanfaatkannya kehidupanku dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari ?<span id="more-329"></span></p>
<p>Dengan tersusunya makalah ini, pemakalah mengajak para pembaca, para rekan sahabat Mahasiswa khususnya untuk mengkaji dan membahas lebih mendalam tentang <strong>“ A M B A K ” <em>( Apa Manfaatnya Bagiku… ? ) </em></strong>Semuga apa yang kami sajikan ini dapat membawa manfaat dan menjadi tambahan ilmu bagi kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.</p>
<p><strong>Definisi Dan Kekuatan AMBAK</strong></p>
<p><strong>1. Definisi AMBAK</strong></p>
<p>Kita sering membicarakan manfaat atau plus dan minusnya dari apa yang kita lakukan sehari-hari, mulai dari yang berhubungan dengan tuhan sampai yang berhubungan dengan sesama manusia itu sendiri, namun sampai saat ini kita belum mengetahui dengan pasti sebuah pertanyaan yang dikutip dalam buku <em>Quantum Learning</em> : <strong>A</strong>pa <strong>M</strong>anfaatnya <strong>B</strong>agi <strong>K</strong>u ?</p>
<p>AMBAK adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan.</p>
<p><strong>2. Kekuatan AMBAK</strong></p>
<p>Sebelum anda melakukan hampir segalanya dalam hidup anda, baik secara sadar maupun tidak, anda akan bertanya pada diri anda tentang pertanyaan penting ini “Apa manfaatnya bagiku ?” Mulai dari pekerjaan sehari-hari yang paling sederhana hingga monumental yang mengubah hidup, segala sesuatu harus menjanjikan manfaat pribadi atau anda tidak mempunyai motivasi melakukannya.</p>
<p>Misalnya, anda bangun dipagi hari sabtu dan berdebat mengenai manfaat pergi ke Klub olahraga untuk berlatih atau memanfatkan waktu untuk tidur berlama-lama, Jika anda bangkit dari tempat tidur pada saat itu, berarti anda telah melihat manfaatnya dan melakukannya bagi diri anda. Dan anda telah memilih jalan atau keputusan perdebatan yang terjadi dalam diri anda, bahwa kesehatan dan kebugaran badan lebih bermanfaat dari pada tidur. Dlam hal ini, anda harus melihat pada kedua pilihan yang menurut anda lebih menarik yang penting alternative yang lebih menarik adalah alternative yang anda pilih.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Menciptakan Minat </strong></p>
<p><strong> </strong>AMBAK sama saja dengan menciptakan minat dalam apa yang sedang anda pelajari dengan menghubungkannya dengan “dunia nyata”. Anda harus mencari cara untuk menjadikannya berarti bagi hidup anda sendiri. Tanyakan pada diri anda, bagaimana aku dapat memanfaatkannya dalam kehidupanku sehari-hari ?.</p>
<p>Menciptakan minat merupakan jalan yang sangat baik untuk memotivasi diri anda demi mencapai tujuan. Bagaimana cara anda menciptakan minat ini tergantung pada berbagai hal dalam kehidupan anda sendiri. jadi, masing-masing orang akan melakukannya dengan cara yang berbeda.</p>
<p>Menciptakan minat juga memiliki keuntungan intrinsiknya. Ketika anda Menciptakan minat dalam suatu subyek, anda kerap mendapati bahwa hal itu membawa anda kepada minat baru di bidang lainnya. mengembangkan bidang-bidang baru ini menimbulkan kepuasan tersendiri, dan juga minat baru lainnya reaksi berantai yang berjalan terus-menerus. Pelajaran tentang oseanografi, misalnya, mungkin anda tertarik pada aquarium air laut, yang selanjutnya membuat anda tertarik pada <em>scuba diving, </em>yang selanjutnya membuat anda tertarik pada fotografi dasar laut, ini terus-menerus sehingga dunia bawah laut menjadi eksplorasi dan kepuasan yang tak ada akhirnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ketika Anda Menciptakan Minat Pada Suatu Subyek, Anda Akan Sering Menemukan Bahwa Ini Menuju Pada Minat Baru, Menciptakan Reaksi Ranrai Yang Terus-Menerus.</strong></p>
<p><strong> <em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>AMBAK dan <em>Quantum Learning.</em></strong></p>
<p>AMBAK ini berperan meningkatkan peran anda sebagai pelajar seumur hidup. Buku ini memikul tentang tanggung jawab demi meningkatkan kualitas hidup anda dengan belajar sedapat mungkin dari setiap situasi dan memanfaatkannya untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. Dan untuk mengkaji secara efektif masalah-masalah yang penting bagi hidup anda. Buku ini adalah tentang <em>“belajar aktif”</em> lawan “<em>belajar pasif”.</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="552" valign="top"><strong>Belajar Aktif       Vs       Belajar Pasif</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="277" valign="top">¨        Belajar apa saja dari setiap   situasi</td>
<td width="275" valign="top">¨        Tidak dapat melihat adanya   potensi belajar</td>
</tr>
<tr>
<td width="277" valign="top">¨        Menggunakan apa yang anda   pelajari untuk keuntungan anda</td>
<td width="275" valign="top">¨      Mengabaikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar<strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="277" valign="top">¨        Mengupayakan agar segalanya   terlaksana</td>
<td width="275" valign="top">¨        Membiarkan segalanya terjadi</td>
</tr>
<tr>
<td width="277" valign="top">¨        Bersandar pada kehidupan</td>
<td width="275" valign="top">¨        Menarik diri dari kehidupan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong>Jika anda sedang mencari “ilmu”, maka secara otomatis anda akan terbuka untuk pengalaman dan pelajaran yang di tawarkan oleh kehidupan. Semakin banyak pengetahuan yang anda miliki, semakin banyak pula pilihan yang anda miliki ketika menghadapi situasi yang menantang.</p>
<p><strong>Mempunyai kemampuan untuk membuat keputusan dengan penuh keyakinan dapat melahirkan “ Kekuatan Pribadi “</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=329&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/12/12/a-m-b-a-k-apa-manfaatnya-bagiku%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENEROPONG PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA MAKKAH</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/26/meneropong-pendidikan-islam-di-kota-makkah/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/26/meneropong-pendidikan-islam-di-kota-makkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Dalam perjalanannya mengemban wahyu Allah, Nabi memerlukan suatu strategi yang berbeda dimana pada waktu di Makkah Nabi lebih menonjolkan dari segi tauhid dan perbaikan akhlaq tetapi ketika di Madinah Nabi banyak berkecimpung dalam pembinaan/pendidikan sosial masyarakat karena di sana beliau di angkat sebagai Nabi dan kepala negara. Persoalan yang dihadapi oleh Nabi ketika di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=325&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p><strong> Pendahuluan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam perjalanannya mengemban wahyu Allah, Nabi memerlukan suatu strategi yang berbeda dimana pada waktu di Makkah Nabi lebih menonjolkan dari segi tauhid dan perbaikan akhlaq tetapi ketika di Madinah Nabi banyak berkecimpung dalam pembinaan/pendidikan sosial masyarakat karena di sana beliau di angkat sebagai Nabi dan kepala negara.</p>
<p>Persoalan yang dihadapi oleh Nabi ketika di Madinah jauh lebih komplek dibanding ketika di Makah. Di sini ummat Islam sudah berkembang pesat dan harus hidup berdampingan dengan sesama pemeluk agama yang lain, seperti Yahudi dan Nasrani. Oleh karena itu pendidikan yang diberikan oleh Nabi juga mencakup urusan-urusan muamalah atau tentang kehidupan bermasyarakat dan politik.<span id="more-325"></span><strong> </strong></p>
<p>Pelaksanaan pendidikan islam masa nabi dapat di bedakan menjadi dua tahap, baik dari segi waktu dan tempat penyelenggaraan, maupun dari segi isi dan materi pendidikan. Yaitu : ( 1 ) fase makkah, sebagai fase awal pembinaan pendidikan islam dengan makkah sebagai pusat kegiatannya. Dan ( 2 ) fase madinah, sebagai fase lanjutan ( penyempurnaan ) penbinaan islam dengan madinah sebagai sentral kegiatannya.</p>
<p><strong>Pelaksanaan Pendidikan Islam di Makkah. </strong></p>
<p>Sebelum Muhammad memulai tugasnya sebagai rasul, yaitu melaksanakan pendidikan islam terhadap umatnya. Alloh telah mendidik dan mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas tersebut secara sempurna melalui pengalaman, pengenalan serta peran sertanya dalam kehiduapan masyarakat dan lingkungan budayanya. Dengan potensi fitrah nya yang luar biasa, ia mampu mengadakan penyesuaian diri denagan masyarakat dan lingkungan budaya masyarakatnya yang telah menyimpang dari ajaran-ajaran yang sebenarnya.</p>
<p>Menjelang usia ke-40, alloh memberiakan kepercayaan kepada Muhammad sebagai rasul / utusan untuk menjadi pendidik bagi umatnya, untuk meluruskan kembali warisan nabi ibrahim dan penyempurnaannya, serata memperbaiki keadaan dan situasi budaya masyarakatnya. Maka mulailah Nabi Muhammad SAW menerima petunjuk-petunjuk dan instruksi dari Alloh pada tanggal 17 Ramadhan tahun 13 sebelum hijrah ( 6 Agustus 610 M ) untuk melaksakan pendidikan islam.</p>
<p>Nabi Muhammad mulai melaksanakan pendidikan islam sejak ayak 1-5 dari surat Al-Alaq diturunkan. Ayat tersebut berisi perintah dan petunjuk tentang apa yang harus dilakukan oleh Nabi Muhammad, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap umatnya.</p>
<p>Nabi Muhammad mendidik umatnya secara bertahap, ia mulai dengan keluarga dekatnya, yang pada mulanya secara sembunyi- sembunyi. Mula-mula di ajak istrinya. Khadijah, untuk beriman kepada alloh, kemudian diikuti oleh putra angkatnya, Ali bin Abi Thalib dan disulsul oleh shabat-shabat karib yang telah lama bergaul dengannya. Di antara shabat-shabat tersebut adalah Abu Bakar As- Siddiq. Utsman ibnu affan. Zubair ibnu awwan. Sa&#8217;ad ibnu Abi waqas, Abdurrahman ibnu auf dan beberapa shabat lainnya.</p>
<p>Keadaan demikian berlangsung sampai lebih dari 3 tahun sampai akhirnya turun dan perintah dari alloh, agar Nabi memberikan pendidikan islam secara terbuka.</p>
<p><em>&#8220;Maka sampaikanlah olehmu secara terng-terangan segala apa yang diperintahkan ( kepadamu ) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik ( Q.S. Al-Hijr: 94 ) </em></p>
<p>Di antara materi-materi pendidikan islam yang diajarkan nabi ketika makkah diantaranya termasuk <em>Pendidikan Tauhid</em><strong>. </strong></p>
<p>Dalam melaksanakan tugas kerasulannya. Nabi Muhammad SAW. Berhadapan dengan nilai-nilai warisan ibrahim yang telah banyak menyimpang dari yang sebenarnya, inti warisan tersebut adalah ajaran tauhid. Tetapi ajaran tersebut telah pudar, penyembahan terhadap behala-berhala dan perbuatan syirik lainnya menyelimuti ajaran tauhid. Inilah tugas Muhammad, yaitu untuk memancarkan kembali sinar tauhid dalam kehidupan umat manusia umumnya.</p>
<p>Intisari ajaran tauhid yang diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya berdasarkan surat Al-Fatihah pokok-pokoknya adalah:</p>
<ol>
<li>Alloh      adalah pencipta alam semesta, pengatur kehidupan manusia, pemilak      segalanya maka dia yang berhak mendapat pujian dari manusia. Memuji alloh      harus dilaksanakan secara langsung kepadanya bukan seperti kebiasaan      masyarakat yang memuji tuhan dengan perantaraan berhala-berhala.</li>
<li>Alloh      bersifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yang memberikan dorongan untuk      menjabarkan sifat kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama      manusia yang berbeda dengan sikap permusuhan antar suku di kalangan bangsa      arab.</li>
<li>Alloh      adalah raja hari kemudian, memberikan pengertian bahwa segala amal      perbuatan manusia, baik atau buruk akan di balas olehnya, pegertian      tersebut bertentangan dengan kepercayaann orang arab yang menganggap tidak      ada hidup sesudah mati.</li>
</ol>
<p>Itulah intisari ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi Muhammad. Pelaksanaan tauhid tersebut jelas-jelas bertentangan dengan praktek kehidupan sehari-hari masyarakat arab inilah sebabnya. Nabi menyampaikan ajaran-ajaran islam secara bertahap yang di mulai dengan keluarga terdekat dengan sembunyi-sembunyi, baru kemudian, baru kemudian secara terbuka.</p>
<p>Dalam pelaksanaan pendidikan islam ini. Nabi mengajak umatnya untuk membaca, memperhatikan dan memikirkan kekuasaan dan kebesaran alloh dan diri manusia sendiri. Nabi memberikan teladan dan contoh dalam pelaksanaan sehari-hari, kemudian memerintahkan umatnya untuk mengikutinya.</p>
<p>Kebiasaan orang-orang arab membaca syair-syair yang berisi pujian kepada tuhan-tuhan mereka diganti dengan membaca Al-Qur&#8217;an. Kebiasaan memulai pekerjaan dengan menyebut nama berhala di ganti dengan membaca basmalah.</p>
<p>Dengan keadaan seperti ini maka Nabi pun mengajarkan Al-Qur&#8217;an dengan jalan membacakan ayat-ayat yang diterima dari Alloh, lalu Nabi  memerintah sahabat yang pandai menulis, untuk menulis ayat-ayat tersebut sesuai dengan yang di bacakan oleh Nabi dan yang mereka hafalkan.</p>
<p><strong>Pendidikan Islam Di Madinah </strong></p>
<p>Hijrah dari makkah ke madinah bukan hanya sekedar menghindarkan diri ancaman dari kaum Quraisy, tetapi juga mengatur potensi dan menyusun kekuatan untuk menghadapi tantangan-tantangan dari luar.</p>
<p>Berbeda dengan priode mekkah yang pengajarannya menekankan tauhid, maka di madinah ini nabi menekankan pengajarannya tentang social kemasyarakatan serta politik.</p>
<p><strong>Pembinaan dan Pembentukan Masyarakat Baru / Pendidikan Ukhuwah.</strong></p>
<p>Langkah pertama yang dilakukan oleh nabi adalah membangun masjid-masjid tersebut di gunakan untuk tempat tinggal nabi dan kaum Muhajirin. Selain itu masjid juga du gunakan sebagai sarana tempat berkumpulnya umat muslim untuk shalat berjama&#8217;ah, membaca Al-Qur&#8217;an dan bermusyawarah sebagai urusan.</p>
<p>Tugas selanjutnya yang di hadapi Nabi Muhammad adalah membina dan mengembangkan persatuan dan kesatuan masyarakat islam yang baru tumbuh tersebut Nabi mengikis sisa-sisa permusuhan dan pertentangan antar suku yang berasal dari daerah yang berbeda yakni kaum muhajirin dan anshor dengan jalan mengikat tali persaudaraan mereka.</p>
<p>Disamping itu, Nabipun berhadapan dengan masyarakat madinah lainnya yang belum masuk islam dan bangsa yahudi yang telah menetap di madinah untuk itu Nabi mengadakan perjanjian kerja sama dengan orang-orang yahudi madinah. Perjanjian tersebut sekaligus berarti bahwa masyarakat baru yang di bentuknya telah mendapatkan pengakuan dari pihak yahudi. Perjanjian kerjasama tersebut dengan kontistitusi madinah.</p>
<p><strong>Pendidikan Kesejahteraan social </strong></p>
<p>Dibidang ekonomi, memenuhi kesejahteraan social nabi memerintahkan kepada kaum muhajirin dan anshor untuk bekerja sesuai kemampuan masing-masing. Sedangkan yang sudah tidak kuat bekerja atau karena miskin, belanja mereka diberikan dari harta kaum muslimin bauk dari kalangan muhajirin maupun anshor.</p>
<p>Selain itu untuk menjalin kerjasama dan saling menolong dalam rangka membentuk masyarakat yang adil dan makmur, turunlah syariat Zakat dan Puasa yang merupakan pendidikan masyarakat dalam tanggung jawab social baik secara social maupun moral.</p>
<p><strong>Pendidikan Hankam Dakwah Islam. </strong></p>
<p>Setelah berlakunya kostitusi madinah maka kaum muslimin secara resmi menjadi satu kesatuan social dan politik atau masyarakat yang berdaulat sendiri dan diakui kedaulatannya oleh masyarakat sekelilingnya.</p>
<p>Usaha selanjutnya adalah memperluas kedaulatan tersebut dengan jalan mengajak kabilah-kabilah di sekitar madinah untuk masuk islam, kalau mereka tidak mau maka nabi tidak memaksa. Namun beliau berusaha mengikat perjanjian damai sebagai perjanjian dengan masyarakat yahudi di madinah.</p>
<p>Untuk menghadapi ancaman-ancaman dari luar, Nabi membentuk satuan pengamanan dan pertahanan untuk mendukung da&#8217;wah islam.</p>
<p>Itulah usaha-usaha yang dilakukan Nabi Muhammad SAW agar mutiara-mutiara islam yang telah tenggelam dalam Lumpur budaya masyarakat kembali bersinar, menyinari kehidupan umat manusia selamanya serta membawa rahmat bagi semesta alam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=325&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/26/meneropong-pendidikan-islam-di-kota-makkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERENCANAKAN PEMBELAJARAN YANG BAIK</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/24/merencanakan-pembelajaran-yang-baik/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/24/merencanakan-pembelajaran-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:18:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[A. Berbagai Pendekatan Dalam Pembelajaran Mengembangkan suatu perencanaan pembelajaran memerlukan pendekatan tertentu. Pendekatan merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh guru yang dimulai dengan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan diakhiri dengan penilaian hasil belajar berdasarkan suatu konsep tertentu, yang prakteknya mencerminkan keaktifan maksimun pada pihak guru dalam megajar dan keaktifan maksimum pada siswa dalam belajar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=320&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/22.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-321" title="22" src="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/22.gif?w=460" alt=""   /></a>A. Berbagai Pendekatan Dalam Pembelajaran</strong></p>
<p><strong> </strong>Mengembangkan suatu perencanaan pembelajaran memerlukan pendekatan tertentu. Pendekatan merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh guru yang dimulai dengan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan diakhiri dengan penilaian hasil belajar berdasarkan suatu konsep tertentu, yang prakteknya mencerminkan keaktifan maksimun pada pihak guru dalam megajar dan keaktifan maksimum pada siswa dalam belajar.</p>
<p>Pendekatan yang dapat digunakan secara garis besar meliputi :<span id="more-320"></span></p>
<p><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Pendekatan Imposisi</em></strong></p>
<p>Penggunaan pendekatan imposisi dalam pembelajaran hingga kini masih banyak dilakukan oleh para guru. Pendekatan ini mempunyai cirri guru menyampaikan materi pembelajaran melalui penuturan, atau dengan melontarkan (ekspositoris) meteri pembelajaran kepada siswa.</p>
<p><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Pendekatan teknologis</em></strong></p>
<p>Pembelajaran dengan pendekatan teknologis menggunakan perangkat (<em>wares</em>), baik perangkat benda/perangkat keras (<em>hardware</em>), atau perangkat program (<em>software</em>). Perangkat benda dapat berbentuk radio, televise, atau computer, sedangkan perangkat program merupakan program yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat mempelajari sendiri materi-materi pembelajaran dengan menggunakan perangkat tersebut.</p>
<p><strong><em>3. </em></strong><strong><em>Pendekatan Personalisasi</em></strong></p>
<p>Pendekatan ini berakar pada falsafah progresifistis, yang berpandangan bahwa pada hakekatnya manusia itu adalah baik dan aktif. Proses pembelajaran kadang-kadang menyebabkan manusia menjadi sebaliknya. Agar pembelajaran dapat memperoleh hasil baik, maka pembelajaran sepatutnya memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk aktif melakukan kegiatan sendiri.</p>
<p><strong><em>4. </em></strong><strong><em>Pendekatan Interaksional</em></strong></p>
<p>Proses pembelajaran sebagaimana dijelaskan diatas, terdapat dua bentuk penyelenggaraan pembelajaran yang saling berlawanan, yaitu pembelajaran dengan siswa fasif dan pembelajaran dengan siswa aktif. Interaksi dalam proses pembelajaranpun dapat menimbulkan kesan sepihak, yaitu pada pembelajaran siswa fasif, dominasi barada pada pihak guru, sedangkan pada pembelajaran siswa aktif, dominasi pada pihak siswa.</p>
<p><strong><em>5. </em></strong><strong><em>Pendekatan Konstruktivis</em></strong><br />
<em>a. </em><em>Pengertian Pendekatan Konstruktivis</em></p>
<p>Adalah pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan pembelajaran dengan memberikan perhatian khusus pada pengetahuan dan belajar serta menentukan metode mengajar yang dapat membantu guru dalam membimbing siswa untuk menghadapi dunia yang dihadapinya.(Depdiknas, 2004;8).</p>
<p><em>b. </em><em>Prinsip Pendekatan Konstruktivis</em></p>
<p>Ada beberapa prinsip Pendekatan Konstruktivis yang dapat dijadikan sebuah acuan dalam mengelola proses pembelajaran, yaitu :</p>
<p>1)      Siswa diberi masalah yang sesuai dengan kehidupannya.</p>
<p>2)      Penstrukturan belajar pada konsep primer.</p>
<p>3)      Menjajaki dan menghargai pendapat siswa.</p>
<p>4)      Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan siswa.</p>
<p>5)      Menilai belajar siswa dalam konteks mengajar.</p>
<p><em>c. </em><em>Elemen Belajar yang Konstruktivis</em></p>
<p>Konstruktivis mengembangkan pemikiran siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Ada lima elemen belajar yang Konstruktivistik ;</p>
<p>1)      Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada</p>
<p>2)      Pemerolehan pengetahuan baru</p>
<p>3)      Pemahaman pengetahuan</p>
<p>4)      Memperaktekkan pengetahuan dan pengalaman</p>
<p>5)      Melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut.</p>
<p><strong><em>6. </em></strong><strong><em>Pendekatan Pengolahan Imformasi</em></strong></p>
<p>Pendekatan Pengolahan Imformasi, pada dasarnya dikenal dengan nama teori pentahapan <em>(stage theory)</em>. Model mengajar dari rumpun pemerosesan imformasi, dapat digunakan dalam mengajarkan konsep (joice &amp; weil, 1972). Dalam pengelolaan imformasi ini, ada dua hal yang terlibat, yaitu siswa dengan aktif memproses, menyimpan dan mendapatkan kembali imformasi, dan pembelajaran yang merupakan upaya membantu siswa dalam mengembangkan mengolah imformasi dan menggunakannya secara sistematis untuk menguasai kompetensi tertentu.</p>
<p><strong><em>7. </em></strong><strong><em>Pendekatan Inquiry</em></strong></p>
<p>Pendekatan Inquiry adalah memberi pembelajaran pada siswa untuk menangani permasalahan yang mereka hadapi ketika barhadapan dengan dunia nyata dengan menggunakan teknik yang diterapkan oleh seorang peneliti. Dalam pembelajaran inquiry, berarti para guru harus merencanakan situasi sedemikian rupa, sehingga para siswa bekerja seperti seorang peneliti dengan menggunakan prosedur mengenali permasalahan, menjawab pertanyaan, menggunakan prosedur dan menyiapkan kerangka berfikir, dan penjelasan yang kompatible dengan pengalaman pada dunia nyata.</p>
<p><strong><em>8. </em></strong><strong><em>Pendekatan Pemecahan Masalah</em></strong></p>
<p>Pemecahan Masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dipercaya sebagai kendaraan/alat untuk mengembangkan kemampuan berfikir tinggi.<em> </em>Melalui proses problem solving, para siswa akan mampu menjadi pemikir yang handal dan mandiri. Mereka dirangsang untuk mampu menjadi seorang ; <em> </em></p>
<ol>
<li>Eksplorer</li>
<li>Inventor</li>
<li>Desainer</li>
<li>Pengambilan      keputusan</li>
<li>Komunikator</li>
</ol>
<p><strong>B. </strong><strong>Perpaduan Berbagai Pendekatan dalam Pembelajaran</strong></p>
<p>Dimuka dijelaskan bahwa pembelajaran menekankan pada proses keaktifan yang dilakukan oleh guru, dan proses kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Keaktifan guru tercermin sejak proses pembelajaran belum dilaksanakan, hingga proses pembelajaran itu selesai. Sedangkan keaktifan siswa tercermin dari berbagai kegiatan yang dilakukan sebagai pengantar mereka mencapai tujuan.</p>
<p><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Keaktifan Guru</em></strong></p>
<p>Sebelum proses pembelajaran dilakukan seorang guru harus merencanakan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dalam perencanaan ini dilakukan analisis tentang bentuk-bentuk tingkah laku yang diinginkan muncul pada diri siswa yang menjadi tujuan berdasarkan atas kurikulum yang digunakan. Berdasarkan analisis tujuan, dipilih bentuk-bentuk pengalaman belajar serta bentuk-bentuk kegiatan yang dipandang dapat memberi pengalaman belajar yang sesuai dengan tujuan.</p>
<p>Berdasarkan perencanaan yang dibuat, guru melaksanakan apa yang telah direncanakan. Sebagaimana dijelaskan diatas, kegiatan utama guru mengajar adalah memberi rangsangan, bimbingan, pengarahan dan motivasi belajar untuk memberi kemudahan kepada siswa untuk belajar.</p>
<p><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Keaktifan Siswa</em></strong></p>
<p>Bentuk-bentuk keaktifan siswa dalam proses belajar sangat beraneka ragam. Keaktifan yang dimaksud meliputi keaktifan dalam penginderaan, mengolah ide-ide, menyatakan ide, dan melakukan ketermpilan jasmani yang mereka kuasai.</p>
<p>Kegiatan penginderaan dalam proses belajar yang menonjol adalah mendengar dan melihat. Melalui mendengar dan melihat dapat ditangkap kesan tentang obyek yang dating dari luar, yang menjadi dasar pembentukan pemahaman dan segi-segi tingkah laku lain.</p>
<p><strong>C. </strong><strong>Bentuk-Bentuk Pembelajaran</strong><br />
<strong><em>1. </em></strong><strong><em>Pembelajaran Kooperatif</em></strong></p>
<p>Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran aktif yang melaksanakan aktvitas siswa bersama-sama secara berkelompok dan tidak individual.</p>
<p>Pembelajaran kooperatif menggalakkan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok, dengan hal ini akan memungkinkan terjadinya penggabungan dan pemeriksaan ide sendiri dalam suasana yang tidak tertekan. Pembelajaran ini melibatkan siswa dengan berbagai kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok guna mencapai tujuan yang sama. Aspek-aspek esensial yang terdapat dalam pembelajaran kooperatif ;</p>
<ol>
<li>Saling bergantung satu sama lain secara positif</li>
<li>Saling berinteraksi langsung antar anggota dalam kelompok</li>
<li>Akuntabilitas individu atas pembelajaran diri sendiri</li>
<li>Keterampilan social</li>
<li>Pemerosesan kelompok</li>
</ol>
<p><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Pembelajaran</em> <em>Aktif</em></strong></p>
<p>Pembelajar aktif adalah kegiatan mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan mata pelajaran yang dipelajarinya. Siswa lebih aktif dalam mempelajari materi pembelajaran yang menyiapkan siswa untuk hidup, imformasi yang diterima lebih lama diingat dan disimpan, dan lebih menikmati suasana kelas yang nyaman.</p>
<p><strong><em>3. </em></strong><strong><em>Pembelajaran Langsung/ Interaktif</em></strong></p>
<p>Pembelajaran interaktif adalah model pembelajaran yang secara langsung diarahkan oleh guru dengan tugas-tugas spesifik yang harus dilengkapi para siswa dibawah pengawasan guru secara langsung. Dengan kata lain pembelajaran ini menyiratkan langsung interaksi antara guru dengan siswa.</p>
<p><strong><em>4. </em></strong><strong><em>Pembelajaran</em> <em>Inquiry</em></strong><br />
<em>a. </em><em>Strategi Pembelajaran Inquiry</em><strong></strong></p>
<p>Dilihat dari proses berfikir, ada dua strategi pembelajaran inquiry ;</p>
<p>1)      Inquiry deduktif (konsep diberikan oleh guru)</p>
<p>2)      Inquiry induktif (konsep ditentukan oleh siswa)</p>
<p><em>b. </em><em>Tahapan</em><strong> </strong><em>Pembelajaran Inquiry</em><strong></strong></p>
<p>Dalam pelaksanaan pembelajaran tahapan yang ditempuh dalam pembelajaran inquiry adalah ;</p>
<p>1)                  Pemunculan masalah</p>
<p>2)                  Pengumpulan data (verifikasi)</p>
<p>3)                  Pengumpulan data (eksperimen)</p>
<p>4)                  Mengorganisasi dan menformulasikan pernyataan</p>
<p>5)                  Analisis</p>
<p><em>c. </em><em>Prosedur Operasional</em><strong></strong></p>
<p>Prosedur operasional pembelajaran inquiry adalah ;</p>
<p>1)      Mencari jawaban untuk pertanyaan tentang dunia nyata</p>
<p>2)      Merumuskan pertanyaan, sehingga penyelidikan menjadi peristiwa yang berkelanjutan.</p>
<p>3)      Pertanyaan, penyelidikan dan pelajaran secara langsung di hubungkan dengan aktivitas yang dilakukan/alami siswa</p>
<p>4)      Dalam penyelidikan satu masalah, menggunakan cara yang berbeda. Supaya banyak ragam cara dalam waktu dan kelas yang sama.</p>
<p>5)                  Intervensi guru sebagai fasilitator, motivator, pendengar, penilai dan lawan</p>
<p><strong><em>5. </em></strong><strong><em>Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)</em></strong><br />
<em>a. </em><em>Pengertian Pembelajaran Kontekstual</em></p>
<p>Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa mendorong membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dalam penerapan kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian Pembelajaran kontekstual mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman atau dunia nyata.</p>
<p><em>b. </em><em>Penerapan Pembelajaran kontekstual</em></p>
<p>Penerapan pembelajaran kontekstual dikelas melibatkan diantaranya ;</p>
<p>1)      Konstruktivisme</p>
<p>Yaitu menegmbangkan pemikiran siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Siswa belajar pada dasarnya mencari alat untuk membentu memahami pengalamannya.</p>
<p>2)      Bertanya</p>
<p>Yaitu mengembangkan sifat ingin tau siswa, dengan bertanya. Karna dengan bertanya siswa mampu menjadi pemikir yang handal dan mandiri. Di antara manfaat bertanya atau mengajukan pertanyaan adalah ;</p>
<p>a)                  Memperluas wawasan berfikir</p>
<p>b)                  Mengundang penguatan</p>
<p>c)                  Memberi motivasi siswa untuk belajar lebih jauh</p>
<p>3)                  Menemukan (Inquiry)</p>
<p>Yaitu dengan melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiry untuk semua topic, siswa di beri pembelajaran untuk menangani permasalahan yang mereka hadapi ketika berhadapan dengan dunia nyata. Dan guru harus merencanakan sedemikian rupa sehingga apa yang mereka jelaskan relevan dengan pengalaman di dunia nyata.</p>
<p>4)      Masyarakat Belajar (learning community)</p>
<p>Yaitu menciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok). Siswa hidup dalam lingkungan masyarakat tempat tinggalnya atau disekitar sekolah. Pemanfaatan masyarakat sebagai konteks bagi siswa untuk pembelajaran kontekstual dapat dilakukan disekolah, dengan dua cara yaitu ;</p>
<p>a)      Menjadikan masyarakat sebagai nara sumber (diundang kesekolah pada jam belajar)</p>
<p>b)      Membawa siswa kelingkungan masyarakat (kesawah, rumah sakit, dll)</p>
<p>5)      Pemodelan (modeling)</p>
<p>Pemodelan yaitu menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Siswa akan mudah memahami dan menerapkan proses dan hasil belajar jika dalam pembelajaran guru menyajikan dalam bentuk suatu model, bukan hanya bentuk lisan. Siswa akan mampu mengamati dan mencontoh apa yang ditujukan oleh guru. Oleh karena itu guru hendaknya mempertunjukkan hal-hal yang penting dan mudah diterima oleh siswa.</p>
<p>6)      Refleksi (reflection)</p>
<p>Refleksi yaitu melakukan ringkasan akhir pertemuan pembelajaran, refleksi ini merupakan ringkasan materi dari pembeljaran yang telah disampaikan oleh guru. Siswa mengungkapkan, lisan atau tulisan dari apa yang mereka terima/pelajari.</p>
<p>7)      Penilaian sebenarnya</p>
<p>Yaitu melakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara, penilaian bisa dengan cara guru memberikan pertanyaan berdasarkan isi pelajaran. Tugas guru adalah menilai sejauh mana keberhasilan pembelajaran.</p>
<p><em>c. </em><em>Kegiatan dan Strategi Pembelajaran Kontekstual</em></p>
<p>Kegiatan dan strategi pembelajaran kontekstual dapat ditunjukkan berupa kombinasi dari kegiatan-kegiatan berikut ini:</p>
<p>1)      Pembelajaran otentik</p>
<p>2)      Pembelajarn berbasis inquiry</p>
<p>3)      Pembelajaran berbasis masalah</p>
<p>4)      Pembelajaran layanan</p>
<p>5)      Pembelajaran berbasis kerja</p>
<p><em>d. </em><em>Prinsip Pembelajaran Kontekstual</em></p>
<p>Prinsip pembelajaran kontekstual adalah agar siswa dapat mengembangkan cara belajarnya sendiri dan selalu mengkaitkan dengan apa yang telah diketahui dan apa yang ada di masyarakat.adapun secara terperinci prinsip pembelajaran kontekstual sebagai berikut :</p>
<p>1)      Menekankan pada pemecahan masalah</p>
<p>2)      Mengenal kegiatan belajar terjadi pada berbagai konteks.</p>
<p>3)      Mengejar siswa untuk membantu dan mengarahkan belajarnya</p>
<p>4)      Menekankan pembelajaran dalam konteks kehidupan siswa</p>
<p>5)      Mendorong siswa belajar dari satu dengan lainnya</p>
<p>6)      Menggunakan penilaian otentik.</p>
<p><em>e. </em><em>Metode Pembelajaran Kontekstual</em></p>
<p>Metode yang dilakukan dalam pembelajaran kontekstual adalah menggunakan situasi kehidupan nyata dari masyarakat setempat dimana siswa</p>
<p>dapat mengaflikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka kembangkan.</p>
<p><em>f. </em><em>Contoh Pembelajaran Kontekstual</em></p>
<p><em> </em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="530">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="136">
<p style="text-align:center;">Mata Pelajaran/</p>
<p style="text-align:center;">Standar Kompetensi</p>
</td>
<td colspan="3" width="393" valign="top">
<p style="text-align:center;">Pembelajaran   Kontekstual</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="136" valign="top">
<p style="text-align:center;">Pengetahuan</p>
</td>
<td width="136" valign="top">
<p style="text-align:center;">Keterampilan</p>
</td>
<td width="121" valign="top">
<p style="text-align:center;">Pemahaman</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="136" valign="top">Bahasa Indonesia :</p>
<p>Keterampilan Menulis:</p>
<p>Mampu berkomunikasi dalam menggunakan   bahas formal yang baik dan benar</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</td>
<td width="136" valign="top">Struktur dan bahasa dalam   kata-kata formal yang baik dan benar</td>
<td width="136" valign="top">Keterampilan untuk menulis   sebuah surat   formal dengan menggunakan struktur dan bahasa yang baik dan benar</td>
<td width="121" valign="top">Situasi kehidupan dunia nyata :</p>
<p>Sebuah pabrik yang beroperasional didekat sekolah   menimbulkan pencemaran udara, tanah, air dan suara.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>D. Konsep Tentang Proses Pembelajaran (Pendidikan)</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Menurut Jerome J. Bruner</em></strong></li>
</ol>
<p>Proses pendidikan adalah proses pembelajaran (bagainama cara belajar, pendekatan, stretegi, metode dan lain sebagainya). Sedangkan inti sasaran pembelajaran adalah membimbing siswa belajar.</p>
<ol>
<li><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Menurut Hilda Taba</em></strong></li>
</ol>
<p>Pandangan tentang proses penbelajaran mempunyai ikatan erat dengan pandangan tentang fungsi pendidikan, terutama pendidikan disekolah. Secara garis besar pandangan tentang fungsi pendidikan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam :</p>
<ol>
<li>Pendidikan berfungsi memelihara dan menyampaikan warisan kebudayaan kepada generasi muda</li>
<li>Pendidikan berfungsi mengubahdan memperbaiki kebudayaan</li>
<li>Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan, kecakapan dan pribadi setiap individu.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=320&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/24/merencanakan-pembelajaran-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/22.gif" medium="image">
			<media:title type="html">22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STUDI SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/22/studi-sistem-pendidikan-nasional/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/22/studi-sistem-pendidikan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 02:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Pendidikan Nasional Pendidikan nasional adalah Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem pendidikan nasional adalah Keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Jusuf Amir Faesal mengungkap bahwa sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=313&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong><a href="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/tut-wuri-handayani-colour.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-317" title="Tut Wuri Handayani Colour" src="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/tut-wuri-handayani-colour.jpg?w=460" alt=""   /></a>Pengertian Pendidikan Nasional </strong></p>
<p>Pendidikan nasional adalah Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem pendidikan nasional adalah Keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.</p>
<p>Jusuf Amir Faesal mengungkap bahwa sistem pendidikan nasional adalah suatu usaha keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Atau ringkasnya, sistem pendidikan nasional adalah satu pranata dari sejumlah pranata yang berada dalam sistem pendidikan nasional.<span id="more-313"></span></p>
<p><strong>Tujuan Pendidikan Nasional</strong></p>
<p><strong> </strong>Tujuan pendidikan nasional dinyatakan didalam UU RI No. 2 tahun 1989 pasal 3 :</p>
<p>a     Terwujudnya bangsa yang cerdas</p>
<p>b     Manusia yang utuh beriman dan bertaqwa kepada tuhan YME</p>
<p>c      Budi pekerti luhur</p>
<p>d     Terampil dan betpengetahuan</p>
<p>e     Sehat jasmani dan rohani</p>
<p>f       Berkepribadian yang mantap dan mandiri</p>
<p>g     Bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan</p>
<p>Jadi tuntutan pendidikan nasional diberlakukan untuk semua satuan pendidikan,</p>
<p>Bisa ditarik kesimpulan Tujuan pendidikan nasional memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.</p>
<p><strong>Landasan Pendidikan Nasional</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pelaksanaan pendidikan nasional berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.</p>
<p>Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.</p>
<p><strong>KELEMBAGAAN PENDIDIKAN</strong></p>
<p><strong>Kelembagaan Pendidikan</strong></p>
<p>Pendidikan nasional dilaksanakan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar. Penyelenggaraan SISDIKNAS dilaksakan melalui dua (2) jalur, ada kalanya berjenjang dan tidak berjenjang. Yaitu melalui jalur pendidikan sekolah dan jalur luar sekolah disingkat PLS.</p>
<ol>
<li>jalur pendidikan sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan (pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi). Sifatnya sormal, diatur berdasarkan ketentuan-ketentuan pemirintah ada keseragaman pola yang bersifat nasional.</li>
<li>jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang bersifat kemasyarakatan yang diselenggarakan diluar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan tidak berkesinambungan seperti kursus-kursus diluar sekolah yang sifatnya tidak formal.</li>
<li>Jenjang pendidikan adalah satu tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang di tetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik serta keluasan dan kedalam bahan pengajaran (UU RI. No. 2 tahun 1989. bab I, pasal I ayat 5).</li>
</ol>
<p>-       Jenjang pendidikan dasar untuk memberikan bekal dasar, atau pendidikan pertama/serta sampai tamat</p>
<p>-       Jenjang pendidikan menengah selamanya 3 tahun sesudah pendidikan dasar, diselenggarakan di SLTA atau satuan pendidikan sederajat.</p>
<p>-       Jenjang pendidikan tinggi, disebut Perguruan Tinggi yang dapat berbentuk akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas.</p>
<p><strong>PROGRAM DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN</strong></p>
<p><strong>Jenis Program Pendidikan</strong><strong> </strong></p>
<p>Jenis pendidikan adalah pendidikan yang dikelompokkan sesuai dengan sifat dan kekhususan tujuannya (UU RI No.2 Tahun 1989 Bab I, Pasal 1 Ayat 4 No. 2 Tahun 1989).</p>
<ol>
<li>pendidikan umum adalah pendidikan yang mengutamakan perluasan dan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Pendidikan berfungsi untuk sebagaimana acuan umum bagi jenis pendidikan lainnya.</li>
<li>pendidikan jurusan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja pada bidang pekerjaan tertentu. Seperti bidang teknik tata boga, dan busana perhotelan, kerjinan, administrasi, perkantoran, STM dan lain-lain.</li>
<li>pendidikan luar biasa merupakan pendidikan khusus yang diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik/mental yang termasuk pendidikan luar biasa adalah SDLB untuk jenjang dasar, dan PLB untuk jenjang pendidikan menengah memiliki program khusus yaitu anak tuna netra, tuna rungu, tuna daksa. Untuk pendidikan gurunya disediakan SGPIB (Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa) setara dengan Diploma III.</li>
<li>pendidikan kedinasan merupakan pendidikan khusus yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah dan non departemen.</li>
<li>pendidikan keagamaan merupakan pendidikan khusus yang mempersiapkan peserta didik dalam melaksanakan peranan yang khusus dalam pengetahuan ajaran agama, yang terdiri dari tingkat dasar, menengah dan pendidikan tinggi.</li>
</ol>
<p><strong>Kurikulum Program Pendidikan</strong></p>
<p>Istilah kurikulum asal mulanya dari Dunia Olah Raga zaman yunani kuno. <em>Curir </em> berarti “pelari” dan<em> Curere</em> artinya “tempat terpaku”, kurikulum kemudian diartikan “jarak yang harus ditempuh” oleh pelari (nana sujana,1989:4) berdasarkan arti yang terkandung kurikulum dalam pendidikan dianalogikan sebagai arena tempat peserta didik berlari untuk mencapai “finish” berupa Ijazah, gelar, diploma(zais, 1976 yang dikutip oleh Muhammad ansyar dan nurtain, 1992:7).</p>
<p>Dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah perangkat atau rencana yang disusun untuk mencapai tuuan pendidikan. Dalam hal ini, kurikulum mencakup dua aspek yaitu aspek kesatuan nasional, dan aspek lokal.</p>
<p><strong>Pengelolaan Pendidikan Dalam Merancang Pengajaran</strong></p>
<p>Cara menjabarkan muatan lokal ke dalam bentuk rancangan pengajaran. Kegiatan ini sudah dimanfaatkan wawasan tentang pendekatan yang digunakan, strategi belajar, metode/teknik, dan sarana.</p>
<ol>
<li>Faktor penunjang pelaksanaan muatan lokal</li>
</ol>
<p>-.  Keinginan dari kebanyakan peserta didik untuk cepat memperoleh bekal yang membawakan hasil</p>
<p>-.   Sarana cukup banyak</p>
<p>-.   Ketenangan yang bervariasi</p>
<p>-.  Materi muatan lokal yang sudah tercantum sebagai materi kurikulum dan sudah dilaksanakan secara rutin.</p>
<p>-.  Media masa khususnya media komunikasi visual seperti TV, Radio, Lab, Perpustakaan dan lain-lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=313&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/22/studi-sistem-pendidikan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/tut-wuri-handayani-colour.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tut Wuri Handayani Colour</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STRATEGI  PEMBELAJARAN AFEKTIF</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/20/strategi-pembelajaran-afektif/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/20/strategi-pembelajaran-afektif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 00:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Strategi Pembelajaran Afektif. Strategi pembelajaran afektif adalah strategi yang bukan hanya bertujuan untuk mencapai pendidikan kognitif saja, akan tetapi juga bertujuan untuk mencapai dimensi yang lainnya. Yaitu sikap dan keterampilan afektif berhubungan dengan volume yang sulit diukur karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam, afeksi juga dapat muncul dalam kejadian behavioral yang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=306&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/sany0228.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-241" title="SANY0228" src="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/sany0228.jpg?w=460" alt=""   /></a>Pengertian Strategi Pembelajaran Afektif.<br />
Strategi pembelajaran afektif adalah strategi yang bukan hanya bertujuan untuk mencapai pendidikan kognitif saja, akan tetapi juga bertujuan untuk mencapai dimensi yang lainnya. Yaitu sikap dan keterampilan afektif berhubungan dengan volume yang sulit diukur karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam, afeksi juga dapat muncul dalam kejadian behavioral yang di akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru.<br />
Hakikat Pendidikan Nilai dan Sikap.<br />
Sikap (afektif) erat kaitannya dengan nilai yang dimiliki oleh seseorang, sikap merupakan refleksi dari nilai yang dimiliki, oleh karenanya pendidikan sikap pada dasarnya adalah pendidikan nilai.<span id="more-306"></span><br />
Nilai, adalah suatu konsep yang berada dalam pikiran manusia yang sifat – sifatnya tersembunyi, tidak berada dalam dunia yang empiris. Nilai berhubungan dengan pandangan seseorang tentang baik dan buruk, layak dan tidak, pandangan seseorang tentang semua itu, tidak bisa dirubah. Kita mungkin hanya dapat mengetahui dari prilaku yang bersangkutan oleh karena itu, nilai pada dasarnya adalah standar perilaku sesorang. Dengan demikian, pendidikan nilai pada dasarnya proses penanaman perilaku kepada peserta didik yang diharapkan kepada siswa dapat berperilaku sesuai dengan pendangan yang di anggap baik dan tidak bertentangan dengan norma – norma yang berlaku.<br />
Dougla Graham (Golu 2003) menyatakan 4 faktor merupakan dasar kepatuhan seseorang terhadap nilai – nilai tertentu :<br />
	Normativist : Kepatuhan yang terdapat pada norma – norma hokum.<br />
	Integralist : Kepatuhan yang di dasarkan pada kesadaran dan pertimbangan – pertimbangan yang rasional.<br />
	Fenomalist : Kepatuhan berdasarkan suara hati atau sekedar basa – basi.<br />
	Hedonist : Kepatuhan berdasarkan diri sendiri.</p>
<p>Nilai bagi seseorang tidaklah statis akan tetapi selalu berubah, setiap orang akan selalu menganggap sesuatu itu baik sesuai dengan pandangannya pada saat itu. Oleh sebab itu, system nilai yang dimiliki seseorang bisa di bina dan diarakhan. Komitmen seseorang terhadap suatu nilai tertentu terjadi melalu pembentukan sikap, yakni kecendrungan seseorang terhadap suatu objek, misalnya jika seseorang berhadapan dengan sesuatu objek, dia akan menunjukkan gejala senang atau tidak senang, suka atau tidak suka. Golu (2005) menyimpulkan tentang nilai tersebut :<br />
	Nilai tidak bisa di ajarkan tetapi di ketahui dari penampilannya.<br />
	Pengembangan dominan efektif pada nilai tidak bisa di pisahkan dari aspek kognitif dan psikomotorik.<br />
	Masalah nilai adalah masalah emosional dan karena itu dapat berubah, berkembang, sehingga bisa di bina.<br />
	Perkembangan nilai atau moral tidak akan terjadi sekaligus, tetapi melalui tahap tertentu.</p>
<p>Sikap adalah kecendrungan seseorang untuk menerima atau menolak suatu objek berdasarkan nilai yang di anggap baik atau tidak baik. Dengan demikian, belajar sikap berarti memperoleh kecendrungan untuk menerima atau menolak suatu objek penilaian terhadap objek itu sebagai hal yang berguna atau berharga (sikap positif) dan tidak berguna atau berharga (sikap negatif).</p>
<p>Proses Pembentukan Sikap.<br />
Pola Pembiasaan.<br />
Dalam proses pembelajaran di sekolah, baik secara disadari maupun tidak, guru dapat menanamkan sikap tertentu kepada siswa melalui proses pembiasaan, misalnya sikap siswa yang setiap kali menerima perilaku yang tidak menyenangkan dari guru, satu contoh mengejek atau menyinggung perasaan anak. Maka lama kelamaan akan timbul perasaa benci dari anak tersebut yang pada akhirnya dia juga akan membenci pada guru dan mata pelajarannya.</p>
<p>Modeling.<br />
Pembelajaran sikap dapat juga dilakukan melalui proses modeling yaitu pembentukan sikap melalui proses asimilasi atau proses pencontohan. Salah satu karakteristik anak didik yang sadang berkembang adalah keinginan untuk malakukan peniruan (imitasi). Hal yang di tiru itu adalah perilaku – perilaku yang di peragakan atau di demonstrasikan oleh orang yang menjadi idamannya. Modeling adalah proses peniruan anak terhadap orang lain yang menjadi idolanya atau orang yang dihormatinya. Pemodelan biasanya di milai dari perasaan kagum.</p>
<p>Model Strategi Pembelajaran Sikap.<br />
Setiap strategi pembelajaran sikap pada umumnya menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung konflik atau situasi problematis, melalui situasi ini di harapkan siswa dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai yang dianggapnya baik.<br />
a.	 Model Konsiderasi.<br />
Model konsiderasi di kembangkan oleh Mc Paul, seorang humanis, Paul menganggap bahwa pembentukan moral tidak sama dengan pengembangan kognitif yang rasional. Menurutnya pembentukan atau pembelajaran moral siswa adalah pembentukan kepribadian bukan pengembangan intelektual. Oleh sebab itu, model ini menekankan kepada strategi pembelajaran yang dapat membentuk kepribadian. Tujuannya adalah agar siswa menjadi manusia yang memiliki kepribadian terhadap orang lain.<br />
b.	 Model Pengembangan Kognitif.<br />
Model ini banyak di ilhami oleh pemeikiran John Dewey dan Jean Piaget yang berpendapat bahwa perkembangan manusia terjadi sebagai proses dari restrukturisasi kognitif yang berlangsung serta berangsur – angsur menurut aturan tertentu.<br />
c.	 Tehnik Mengklarifikasikan Nilai.<br />
Tehnik volume clarification technic Que atau VCT dapat diartikan sebagai tehnik pengajaran untuk memebantu siswa dalam menerima dan menentukan suatu nilai yang di aggapnya baik dalam menghadapi suatu persoalan melalui proses menganalisis nilai yang sudah ada dan tertanam dalam diri siswa. VCT menekankan bagaimana sebenarnya seseorang membangun nilai yang menurut anggapannya baik, yang pada akhirnya nilai – nilai tersebut akan mewarnai perilaku dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.<br />
Kesulitan Dalam Pembelajaran Afektif.<br />
Kesulitan dalam pembelajaran afektif ini dikarnakan :<br />
Sulit melakukan control karna banyak factor yang dapat mempengaruhi perkembangan sikap seseorang. Pengembangan kemampuan sikap baik melalui proses pembiasaan maupun modeling bukan hanya di tentukan oleh factor guru, akan tetapi juga factor lain terutama factor lingkungan.<br />
Keberhasilan pembentukan sikap tidak bisa di evaluasi dengan segera. Berdeda dengan aspek kognitif dan aspek keterampilan yang hasilnya dapat diketahui setelah proses pembelajaran berakhir, keberhasilan dari pembentukan sikap dapat dilihat pada rentang waktu yang cukup panjang. Hal ini disebabkan sikap berhubungan dengan internalisasi nilai yang memerlukan proses lama.<br />
Pengaruh kemajuan tekhnologi, berdampak pada pembentukan karakter anak, tidak bisa di pungkiri program-program TV yang menayangkan acara produksi luar negri yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, maka dari itu perlahan tapi pasti budaya asing yang belum cocok dengan budaya local menerobos dalam setiap ruang kehidupan.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Joni T. Rakaa (1980) Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : P3G.<br />
Wina Sanjaya (2008) Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta : Kencana.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=306&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/20/strategi-pembelajaran-afektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/sany0228.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SANY0228</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Pendidikan di Negara Timur Tengah (Irak), Eropa (Perancis), dan Asia (Kamboja)</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/17/sistem-pendidikan-di-negara-timur-tengah-irak-eropa-perancis-dan-asia-kamboja/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/17/sistem-pendidikan-di-negara-timur-tengah-irak-eropa-perancis-dan-asia-kamboja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 03:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/17/sistem-pendidikan-di-negara-timur-tengah-irak-eropa-perancis-dan-asia-kamboja/</guid>
		<description><![CDATA[Studi Islam di Irak Negara Irak adalah Negara yang berbentuk Republik yang merdeka pada tahun 1958. Pada tahun 1950 negara ini berpenduduk 5.100.000 orang, 93 % penduduknya beragama Islam (4.730.000 orang) dengan rincian kaum sunni 36 % (1.850.000 orang) dan kaum syi’i 57 % (2.880.000 orang). Luas Negara Irak 304.000 km dengan ibukotanya Baghdad dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=298&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/koranstudie.jpg"><img src="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/koranstudie.jpg?w=460" alt="" title="Koranstudie"   class="alignleft size-full wp-image-299" /></a><strong>Studi Islam di Irak</strong></p>
<p>Negara Irak adalah Negara yang berbentuk Republik yang merdeka pada tahun 1958. Pada tahun 1950 negara ini berpenduduk 5.100.000 orang, 93 % penduduknya beragama Islam (4.730.000 orang) dengan rincian kaum sunni 36 % (1.850.000 orang) dan kaum syi’i 57 % (2.880.000 orang).</p>
<p>Luas Negara Irak 304.000 km dengan ibukotanya Baghdad dan kota-kota termasyhur antara lain Basra, Karbela, dan Mosul. Adapun penghasilan utama di Irak adalah padi-padian, kurma, kapas, kulit, permadani, dan minyak (34.000.000 ton) menurut data tahun 1955.</p>
<p>System pendidikan di Irak tidak jauh berbeda dengan system-sistem pendidikan yang ada di Negara Timur Tengah lainnya, yaitu: (a) tingkat Ibtidaiyah lamanya 6 tahun (enam kelas); (b) tingkat Mutawassitah, lamanya tiga tahun; (c) tingkat Tsanawiyah, lamanya dua tahun; dan (d) tingkat tinggi/Universitas, lamanya empat tahun. Pada tingkat Ibtidaiyah dari kelas 1 s/d kelas VI diajarkan Agama 2 jam dalam seminggu. Begitu juga tingkat Mutawassitah dan Tsanawiyah, pada tiap-tiap kelas diajarkan agama 2 jam seminggu.<span id="more-298"></span></p>
<p><strong>Fakultas Syari’ah </strong></p>
<p><strong> </strong>Fakultas Syari’ah, mula-mula namanya madrasah Abu Hanifah, kemudian diubah menjadi Madrasah Al-Imam A’zham. Sesudah itu diubah lagi menjadi Darul Ulum Diniyah. Sekarang menjadi Fakultas Syari’ah, salah satu Fakultas dari Universitas Baghdad. Dengan demikian fakultas Syari’ah dibawah Kementerian Pengajaran, sedangkan sebelumnya berdiri sendiri dibawah Kantor Urusan Wakaf. Tujuan Fakultas Syari’ah ialah memberikan pelajaran kecerdasan yang teratur pada tingkat tinggi dalam ilmu Syari’at Islam, bahasa arab dan Kesusastraannya, sejarah Islam, sejarah agama-agama dan Ketuhanan, ilmu-ilmu kemasyarakatan dan pendidikan.</p>
<p>Fakultas Syari’ah memberikan gelar ilmiah Bacalorious kepada mahasiswa yang telah lulus dalam ujian penghabisan dalam ilmu-ilmu tersebut diatas. Belajar pada Fakultas Syari’ah adalah Cuma-Cuma, tidal dipungut uang kuliah, bahkan dengan belanjanya sendiri, serta diberikan makanan, pakaian, kitab-kitab pada mahasiswa secukupnya, dan selain dari pada itu diberi pula uang saku tiap-tiap bulan. Lama pelajaran empat tahun sesudah pelajaran Tsanawiyah.</p>
<p><strong>Fakultas Tarbiyah </strong></p>
<p><strong> </strong>Pada tahun 1923 M, diadakan kursus petang hari untuk guru-guru sekolah rakyat, buat mendidik mereka menjadi guru pada sekolah menengah. Kemudian diubah system ini dengan mengadakan sekolah sendiri, pelajar-pelajarnya diterima dari murid-murid keluaran sekolah menengah dan lama pelajarannya dua tahun. Tetapi sekolah itu di tutup pada tahun 1931 M. kemudian di buka kembali pada tahun 1935 M, dan lama pelajarannya diubah menjadi tiga tahun pada tahun 1937 M. sesudah itu dijadikan empat tahun  pada tahun 1939 M hingga sekarang.</p>
<p>Dahulu pelajar-pelajarnya putera saja, dan pada tahun 1937 M baru mulai menerima pelajar-pelajar puteri. Pada tahun 1959 M Darul Mu’allimin al-Aliyah diubah namanya menjadi Fakultas Tarbiyah sebagai salah satu Fakultas dari Universitas Baghdad, sedang rencana pengajarannya tetap seperti sediakala. Mahasiswa yang diterima masuk Fakultas Tarbiyah ialah pelajar yang berijazah sekolah Tsanawiyah atau sederajat dengan itu. Begitu juga dapat diterima guru keluara Mu’allimin Ibtidaiyah, bila ia telah praktek mengajar sekurang-kurangnya setahun lamanya serta mendapat persetujuan dari Kementerian Pengajaran.</p>
<p>Lama belajar pada Fakultas Tarbiyah empat tahun, dan mahasiswa yang lulus dalam ujian penghabisan diberi gelar Licence dalam adab atau ulum. Fakultas Tarbiyah mempunyai perpustakaan yang besar, berisi 30.000 jilid buku-buku bermacam-macam ilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan Fakultas Tarbiyah terdiri dari beberapa jurusan :</p>
<ol>
<li>Jurusan Bahasa Arab.</li>
<li>Jurusan Bahasa-Bahasa Asing.</li>
<li>Jurusan Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan.</li>
<li>Jurusan Ilmu-Ilmu Hayat.</li>
<li>Jurusan Kimia.</li>
<li>Jurusan Ilmu Pasti.</li>
<li>Jurusan Ilmu Alam.</li>
</ol>
<p>Ada tiap-tiap jurusan itu diberikan ilmu pendidikan dan ilmu jiwa mulai dari tingkat II s/d tingkat IV, untuk menyiapkan mahasiswa menjadi guru pada sekolah menengah dalam mata pelajaran yang dipelajarinya pada jurusan yang dipilih.</p>
<p>Lain dari pada itu ada lagi jurusan pendidikan dan ilmu jiwa, yaitu untuk Takhassus dalam ilmu pendidikan dan ilmu jiwa, lama belajarnya setahun. Tujuannya mendidik mahasiswa menjadi guru ilmu pendidikan dan ilmu jiwa pada sekolah Mu’allimin/Mu’allimat Ibtidaiyahatau menjadi pemeriksa (penilik di Indonesia) sekolah rakyat atau kepala sekolah menengah. Mahasiswa yang diterima masuk jurusan ilmu pendidikan atau ilmu jiwa itu ialah mahasiswa yang telah mendapat gelar Licence pada salah satu jurusan tersebut diatas dan telah berpengalaman praktek mengajar sekurang-kurangnya tiga tahun, serta menguasai bahasa Inggris, sehingga dapat membaca buku-buku bahasa Inggris dalam ilmu yang akan dipelajarinya sebagai sumber yang asli.</p>
<p><strong>Sistem Pendidikan di Perancis</strong></p>
<p><strong> </strong>Perancis adalah Negara terluas ketiga di dunia setelah Ethiopia dan San Marine. Sampai sekarang Negara Perancis yang berstatus Republik (Republik of Perancis) sudah berusia 1.400 tahun. Negara ini tercatat dalam sejarah politik adalah Negara penjajah urutan pertama disusul Inggris.</p>
<p>Nama asli Perancis adalah <em>La Republique Francais, </em>yang di kepalai oleh seorang Presiden dengan kepala pemerintahan di ketuai oleh Perdana Menteri. Setelah revolusi Perancis berakhir, maka pada zaman Napoleon Bonaparte Negara mulai memonopoli pendidikan di Perancis dan perguruan swasta diperkenankan berdiri dan mengambil bagian dalam system pendidikan.</p>
<p>Pendidikan di Perancis berada di bawah tanggung jawab Departemen Pendidikan Nasional. System pendidikan sentralistis, yaitu sekolah di kelola oleh Pemerintah Pusat.</p>
<p>Sejak zaman Pemerintahan presiden De Gaulle (1958) diadakan tingkatan Pengelolaan pendidikan atau administrasi pendidikan, yaitu :</p>
<ol>
<li>Tingkat pertama adalah tingkat legislative dan      penasehat pusat.</li>
<li>Tingkat kedua adalah tingkat administrasi dan      pelaksana pusat.</li>
<li>Tingkat kedua adalah tingkat administrasi dan      pelaksana setempat.</li>
</ol>
<p>Kurikulum pendidikan tingkat rendah terdiri dari bahasa Perancis, membaca, menulis, berhitung, sejarah, ilmu bumi (khusus Perancis dan Negara-negara jajahan), akhlak, kewarganegaraan, dasar-dasar ilmu pasti dan alam, menggambar, pekerjaan tangan, bernyanyi dan gerak badan.</p>
<p>Murid-murid yang hendak melanjutkan sekolah mnengah, harus lulus ujian masuk kelas enam, terutama bagi mereka yang mempunyai nilai ujian cukup. Kalau nilainya baik, maka mereka dapat masuk dan diterima secara otomatis di tahun pertama (classes de sixieme). Yang menarik untuk dipelajari adalah tingkat kelas dimulai dari angka yang tertinggi kemudian menurun. Jadi sekolah dasar enam tahun, dan kelas diatur sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kelas enam = kelas satu di Indonesia.</li>
<li>Kelas lima = kelas      dua di Indonesia.</li>
<li>Kelas empat = kelas tiga di Indonesia.</li>
<li>Kelas tiga = kelas empat di Indonesia.</li>
<li>Kelas dua = kelas lima      di Indonesia.</li>
<li>Kelas satu = kelas enam di Indonesia.</li>
</ol>
<p>Jadi, kalau tamat SD, berarti betul kelas satu, bukan kelas enam.</p>
<p>Mengenai pendidikan di Perancis, terdapat kekhususan tersendiri, yaitu semua peserta didik yang mampu menamatkan pendidikannya di pendidikan rendah dengan rapot baik, maka ia dapat melanjutkan sekolah <em>Cycle d’observation, </em>terutama peserta didik yang berusia 11-12 tahun. Lama belajar di Cycle d’observation dua tahun, yaitu kelas V dan VI. Selama kuartal pertama semua peserta didik di berikan mata pelajaran yang sama. Mereka yang lulus seleksi pada kuartal pertama dapat masuk ke jurusan klasik <em>(Section Classique) </em>dan dapat pelajaran bahasa latin. Kalau di Indonesia pada zaman belanda dapat disamakan, yaitu murid-murid kelas III Sekolah Rakyat atau <em> Volk School, </em>diperbolehkan ujian untuk masuk ke kelas H.I.S. <em>(Hollands Inlandse School) </em> empat tahun dengan bahasa pengantar bahasa Belanda untuk dapat melanjutkan ke M.U.L.O. <em>(Meer Uitgebreid Lager Onderwijs). </em>Mereka yang menamatkan MULO dapat melanjutkan ke A.M.S. <em>(Algemenee Middelbare School) </em> atau sekolah menengah umum atau ke HIK <em>(Hollandsch Inlandsche School atau Sekolah Guru). </em> Bila mereka dapat menamatkan Cycle d’Observation dengan baik, mereka dapat melanjutkan ke jurusan tang dikehendaki oleh orang tuanya. Jurusan-jurusan yang ada adalah :</p>
<p>1)      Jurusan Pendidikan Penutup <em>(L’enseignement Terminal) </em>dengan lama belajar tiga tahun. Pendidikan ini diberikan khusus bagi peserta didik yang kemampuan inteleknya rendah dan tidak ada sambungannya. Mata pelajaran dititkberatkan kepada ketrampilan yaitu bercocok tanam, pekerjaan tangan, ilmu dagang, bertukang dan menjadi magang di beberapa perusahaan untuk memperoleh pendidikan praktis yang berguna bagi kehidupan mereka. Mereka diberi ijazah <em> certificate d’Etudes Premaires Elementaires. </em></p>
<p>2)      Jurusan Pendidikan Umum Pendek <em>(L’enseignement Genteral Court). </em>Lama pendidikan tiga tahun. Kurikulumnya menitikberatkan kepada ilmu pasti, dua bahasa asing dan diakhiri dengan ujian. Bagi yang lulus memperoleh ijazah Pendidikan Umum <em>(Brevet d’Enseignement General). </em>Mereka dapat diterima bekerja di pekerjaan yang tidak bersifat teknis misalnya di kantor pemerintahan sebagaimana yang terjadi di Indonesia, yaitu tamat sekolah menengah dapat diterima menjadi pegawai di bagian administrasi, atau mereka diperkenankan melanjutkan pendidikan ke Sekoal Normal Pendidikan Guru.</p>
<p>3)      Jurusan jenis ketiga adalah Pendidikan kejuruan Pendek <em>(L’enseignement   Proffessionnele Court) </em>dengan lama belajar empat tahun. Pendidikan ini diperuntukkan bagi peserta didik yang berbakat teknis, yaitu mereka yang tidak berbakat ke pendidikan yang bersifat umum seperti jurusan kedua diatas. Mereka dalam pendidikannya lebih banyak praktik di samping teori. Di Indonesia, pendidikan kejuruan ini seperti: SMEP, SMEA, STM. Kepada mereka juga diberikan mata pelajaran umum untuk meluaskan wawasan mereka. Mereka yang dapat menamatkan pendidikannya diberikan ijazah kejuruan atau <em>Certificat d’Aptiture Proffessionelle. </em>Keahlian yang mereka terima membuka kesempatan mereka untuk ahli menengah dalam bidang industri atau pekerjaan umum.</p>
<p>4)      Jurusan jenis keempat adalah Pendidikan Kejuruan Panjang <em>(L’enseignement Proffessionnele Long). </em>Pendidikan dikhususkan bagi yang berkemampuan intelek atau IQ tinggi. Pada jurusan ini ada dua keahlian Lyceum Kejuruan <em>(Lycees Technique) </em>dan keahlian teknik atau <em>Technique Berevete. </em>Lama pendidikan pada jurusan keahlian pertama empat tahun.</p>
<p>5)      Jurusan Pendidikan Umum Panjang <em>(L’enseignement General Long). </em>Jurusan mempersiapkan peserta didik  untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Lama pendidikan tujuh tahun.</p>
<p>Kelima jurusan menengah diatas terdapat pada kepemimpinan Menteri Pendidikan Nasional Berthion pada tahun 1959 M. di Indonesia, ujian ini dapat disamakan dengan EBTANAS untuk memasuki Perguruan Tinggi. Menurut catatan sejarah pendidikan system pendidikan atau proses belajar-mengajar yang diproses bersifat kaku, yaitu guru memberi kuliah – peserta didik membuat catatan (Cahiers).</p>
<p><strong>Sistem Pendidikan di Negara Kerajaan Kamboja</strong></p>
<p><strong> </strong>System pendidikan pada Negara Kamboja tidak jauh system pendidikan di Perancis, yaitu sekolah-sekolah didirikan oleh kaum agama. Kamboja yang luasnya 181.000 km dan memiliki iklim yang sama dengan Negara Indonesia, yakni iklim tropis.</p>
<p>System Pendidikan yang ada di Kamboja pada garis besarnya terdiri dari tiga macam, yaitu :</p>
<ol>
<li>System Pendidikan Rakyat.</li>
<li>Pendidikan Agama Budha.</li>
<li>Pendidikan Pribadi.</li>
</ol>
<p><strong>Sistem Pendidikan Rakyat</strong></p>
<p><strong> </strong>Pendidikan trdisional di Kamboja berdasarkan pada pendidikan setempat yang diajarkan oleh para guru-guru agama. Para pelajara diharuskan menghafalkan pelajaran-pelajaran agama budha. Selama masa pendudukan Perancis system pendidikan menganut system pendidikan Perancis, selain dari pada pendidikan trdisional.</p>
<p>Pada tahun 1931 M di Kamboja hanya terdapat tujuh orang yang belajar di Sekolah Tinggi, dana pada tahun 1936 M hanya terdapat sekitar 50.000 hingga 60.000 anak yang mendaftar belajar di sekolah dasar. Dari awal abad 20 sampai tahun 1975 M system pendidikan yang dilaksanakan adalah pendidikan rakyat serta pendidikan yang ada di Negara Perancis. System pendidikan ini terdiri dari tiga tingkatan, yaitu:</p>
<p>1)      Sekolah Dasar.</p>
<p>2)      Sekolah Lanjutan</p>
<p>3)      Sekolah Tinggi</p>
<p>4)      Sekolah pribadi.</p>
<p>Pendidikan rakyat ini dibawah naungan hokum Kementerian Pendidikan, yang menggunakan control penuh melebihi system yang ada, yaitu seperti membuat silabi sendiri, menyewa dan membayar guru-guru, menyiapkan persediaan dan membentuk pengawasan-pengawasan sekolah. Seorang pengawas di sekolah dasar haruslah memiliki wibawa, dan para pengawas kini pun ada di setiap provinsi. Komite Kebudayaan pun berada dibawah tanggung Kementerian Pendidikan yang memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dan memperkaya bahasa Kamboja.</p>
<p>Pendidikan Dasar dibagi dalam dua bagian dengan tiga tahun setiap bagiannya. Keberhasilan menyelasaikan pendidikan pada setiap bagian-bagiannya akan mendapatkan sertifikat pengakuan. Kurkulum Sekolah Dasar di Kamboja terdiri dari : aritmatika, sejarah, etika, kewarganegaraan, wajib militer, geografi, kesehatan, bahasa, dan ilmu pengetahuan, ditambah pendidikan psikologi dan buku pedoman kerja.</p>
<p>Bahasa Perancis diajarakan di tahun kedua. Bahasa Khmer diajarkan dibagian peratama sekolah dasar, dan bahasa Perancis dibagian kedua sekolah dasar, diawal tahun 1970-an.</p>
<p>Bahasa Khmer digunakan lebih luas lagi hingga bagian kedua darin sekolah dasar. Ditahun 1980, pendidikan dasar dimulai dari tingkat satu hingga tingkat empat.</p>
<p>Sekolah lanjutan juga dibagi dalam dua bagian, tiga tahun untuk lanjutan dan setahunnya dipersiapkan sebelum Perguruan Tinggi. Untuk menyelasaikan tingkatan harus menyelasaikan pelajaran secara sebagian-sebagian (berangsur). Untuk menyelasaikan yang pertama dua tahun dalam dua bagian, dan pelajar akan menyelasaikan sebagian pelajarannya, sehingga menjadi sarjana muda (BA), dan dilanjutkan dengan penyelasaian akhir dengan ujian serupa yang telah mereka lewati untuk sarjana lengkapnya.</p>
<p>Kurikulum lanjutan di Kamboja serupa dengan kurikulum lanjutan yang ada di Perancis. Dimulai pada tahun 1967, toga tahun terakhir dari sekolah lanjutan dibagi dalam tiga penyelesaian yang didalamnya mengandung tiga pelajaran pokok, yaitu :</p>
<ol>
<li>Pelajaran Matematika dan Biologi.</li>
<li>Pertanian.</li>
<li>Biologi.</li>
</ol>
<p>Di akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an, pendidikan kota lebih menekan pada pendidikan teknik. Dalam IRK pendidikan lanjutan dikurangi enam tahun.</p>
<p>Pendidikan tinggi tertinggal dari pendidika dasar dan lanjutan hingga akhir tahun 1950-an. Di akhir tahun 1950-an, pendidikan tinggi terdapat 250 mahasiswa. Mahasiswa banyak belajar di Perancis, tetapi setelah Kamboja mendapatkan kebebasannya, mahasiswa yang belajar Universitas bertambah banyak dan mereka belajar di Amerika Serikat, Kanada, China, Uni Soviet dan Jerman Barat.</p>
<p>Yang paling banyak adalah belajar di universitas <em>Phnom Penh</em>, mendekati 4.570 mahasiswa dan 730 mahasiswi yang ada dalam delapan fakultas :</p>
<ol>
<li>Sekretaris dan Kemasyarakatan.</li>
<li>Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.</li>
<li>Hukum dan Ekonomi.</li>
<li>Kedoteran.</li>
<li>Farmasi.</li>
<li>Ilmu Perdagangan.</li>
<li>Pelatihan Guru</li>
<li>Pelatihan Tinggi Guru.</li>
</ol>
<p>Banyak universitas yang dibuka diberbagai provinsi yang ada seperti provinsi <em>Kampong Cham, Takev, Batdambang,</em> dan di <em>Phnom Penh</em> sendiri. Tetapi pada tahun 1970, tiga provinsi yang mengadakan universitas tersebut tutp karena peperangan dan ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan.</p>
<p>Selama rezim Khmer merah berkuasa di Kamboja, pendidikan mengalami kehancuran dan hampir tidak ada, setelah hamper dua decade rakyat Kamboja dapat membaca dan menulis. Setelah diambil alih oleh Khmer Merah mulai banyak yang buta huruf kembali. Sekolah-sekolah ditutup, dan pendidikan rakyat mati. Ditahun 1970 lebih kurang 20.000 guru yang tinggal di Kamboja, kemudian hanya ada sekitar 5.000 orang guru saja dalam sepuluh tahun terahir. Hamper 90% guru-guru mati terbunuh didalam kekuasaan rezim Khmer Merah. Hanya sekitar 725 pengajar di universitas, 2.300 guru pada sekolah lanjutan, dan sekitar 21.311 guru pada sekolah dasar yang dapat mempertahankan nyawanya pada masa kekuasaan rezim Khmer Merah. Setelah kekuatan Khmer pergi dari Kamboja sitem pendidikan mulai dibangun kembali dari awal atau dasar, karena tidak ada sama sekali. Buta huruf yang terjadi di Kamboja pun melebihi daripada 40% dan anak-anak yang berusia dibawah 14 tahun pun banyak yang kurang memiliki dasar pendidikan.</p>
<p>Pendidikan mulai dibangun secara perlahan dan pasti, dan dibangun oleh kekuasaan PRK. Dalam tahun 1986 mulai dibangun pendidikan tinggi. Fakultas Kedokteran dan Farmasi dibuka pada tahun 1980, Fakultas pertanian mulai berpoerasi pada tahun 1985, Institut Bahasa yang terdiri dari bahasa Vietnam, Jerman, Rusia, dan Spanyol. Fakultas Perdagangan mulai dibuka pada tahun 1979 dan juga Fakultas Pendidikan Vickeri menyatakan bahwa pemerintah dan masyarakat mulai antusias terhadap pendidikan dan pertama lebih diprioritaskan pada tahun 1984 akhir mulai diajarkan bahasa asing.</p>
<p>Martin menggambarkan tentang pendidikan yang dibangun PRK dasarnya menutup diri dari system pendidikan di Vietnam, tetapi mulai menemukan titik temu untuk sekolah dasar dan sekolah lanjutan yang mulai berubah dari secara langsung mencontoh seperti system pendidikan di Vietnam. Dalam kekuasaan PRK, pendidikan dasar masih ada hingga kelas enam, dan tingkat pendidikan lanjutan hingga kelas tiga. Martin juga manuliskan, tidak setiap anak dan pemuda dapat sekolah karena sekolah hanya ada di kota kecil sedangkan di pinggiran kota masih membutuhkan sekolah serupa. Masyarakat buruh biasanya membayar 25 riel perbulan untuk membiayai anak-anaknya sekolah, dan ada juga yang mencapai hingga 150 riel.</p>
<p><strong>Pendidikan Agama Budha</strong></p>
<p><strong> </strong>Sebelum Perancis<strong> </strong>mengadopsi<strong> </strong>system pendidikannya, pengajar agama Budha sudah ada yang diajarkan oleh para rahib dari kuil yang langsung sebagai gurunya. Para rahib yang menjadi guru tersebut sangat menghormati fungsi pendidikan seperti doktrin yang diajarkan dalam Budha dan sejarah yang ada tanpa memandang untung dan ruginya. Dalam dalam pendidikan ini para pemuda dan pemudi tidak diizinkan belajar didalam lembaga-lembaga yang kecuali untuk membaca, menulis bahasa Khmer, dan mengikuti pengajaran dasar dalam ajaran Budha.</p>
<p>Tahun 1933, system pendidikan lanjutan untuk murid baru diciptakan dengan system pengajaran agama Budha. Seperti sekolah-sekolah di Pali menyediakan tiga tahun untuk menguasai perangkat pendidikan untuk duduk dan diterima di universitas agama Budha Phnom Penh.</p>
<p>Adapun kurikulum agama Budha ini terdiri dari pelajaran yang didapat di Pali, doktrin Budha, dan Khmer. Selain itu didapat pula matematika, sejarah kamboja, geografi, ilmu pengetahuan, kesehatan, kewarganegaraan, pertanian. Ajaran Budha ini berada pada Kementerian Agama.</p>
<p>Hamper 600 sekolah dasar Budha, dengan murid lebih dari 10.000 siswa dan 800 rahib sebagai gurunya, dan ini berakhir hingga tahun 1962. Dalam tingkatan ini siswanya meneruskan belajarnya ke universitas Preah Sihanouk Raj Buddist yang dibangun pada tahun 1959.</p>
<p>Institute agama Budha mulai mengadakan penelitian dan riset di perpustakaan Royal yang dibangun tahun 1930. Banyak cerita di Kamboja yang terkenal, diantaranya adalah kisah Tripitaka yang melengkapi koleksi ajaran agama Budha itu sendiri, yang diterjemahkan dalam bahasa Khmer. Tidak ada informasi yang akurat yang dapat kita lihat tentang kuil Budha ni hingga pada tahun 1987.</p>
<p><strong>Pendidikan Pribadi</strong></p>
<p><strong> </strong>Untuk membagi jumlah populasi pendatang di kamboja, pendidikan pribadi memgang peranan yang penting dalam tahun-tahun sebelum komunis keluar dari Kamboja. Bebrapa sekolah pribadi itu mulai beroperasi dan dilakukan oleh etnik atau penduduk beragama minoritas. Penduduk minoritas seperti berkebangsaan China, Vietnam, Eropa, Roma Katolik, dan kaum Muslim, mereka mengajarkan pengajaran bahasa, kebudayaan, dan agama mereka.</p>
<p>Sekolah lainnya yang mereka dirikan juga menyiapkan pendidikan bagi penduduk pribumi. Kehadiran beberapa sekolah pribadi tersebut, khususnya yang berada di Phnom Penh dan peserta yang belajar tentunya banyak dari pendatang dan kebanyakan masih family.</p>
<p>System pendidikan pribadi ini terdiri dari sekolah-sekolah bahasa China, sekolah-sekolah bahasa Perancis, sekolah-sekolah bahasa Inggris, sekolah-sekolah bahasa Khmer. Siswa yang belajar di sekolah-sekolah ini mulai berkembang dari sekitar 32.000 orang pada tahun 1960 menjadi 53.500 orang pada tahun 1970, dan keluaran sekolah ini ada sekitar 19.000 orang setiap periodenya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mahmud Yunus, Perbandingan Pendidikan Modern di Negara Islam dan Intisari Pendidikan Barat, (Jakarta : CV. Al-Hidayah. 1968), cet. Ke-1, hal. 99.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aminuddin Rasyad, Sistem Pendidikan di Perancis, 2000, Makalah Seminar Kuliah Perbandingan Pendidikan Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullha Jakarta, 9 Oktober 2000, hal.17.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mukti Ali, Sistem Pendidikan di Kamboja, 2000, Makalah di Seminarkan pada Mata  Kuliah Perbandingan Pendidikan Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 4 Desember 2000, hal.1.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=298&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/17/sistem-pendidikan-di-negara-timur-tengah-irak-eropa-perancis-dan-asia-kamboja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/koranstudie.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Koranstudie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PANDANGAN PENDIDIKAN TENTANG MANUSIA  SEBAGAI ANIMAL EDUCANDUM</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/15/pandangan-pendidikan-tentang-manusia-sebagai-animal-educandum/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/15/pandangan-pendidikan-tentang-manusia-sebagai-animal-educandum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 02:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan. Dewasa ini, pengetahuan dan moral adalah sebuah jenjang untuk membentuk manusia bersifat transpormatif. Dan sebagai batu loncatan untuk mencapai semua itu, kita harus menyadari bahwa kita dilahirkan bagai tabularasa yang tak bertinta, bersih, suci. Maka dari itu, kita harus mengisi kekosongan yang ada dalam diri kita…..! media pendidikan adalah jalan utama, untuk membuat manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=295&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/sfs.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-296" title="sfs" src="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/sfs.jpg?w=460" alt="sfs"   /></a>Pendahuluan. </strong></p>
<p>Dewasa ini, pengetahuan dan moral adalah sebuah jenjang untuk membentuk manusia bersifat transpormatif. Dan sebagai batu loncatan untuk mencapai semua itu, kita harus menyadari bahwa kita dilahirkan bagai tabularasa yang tak bertinta, bersih, suci. Maka dari itu, kita harus mengisi kekosongan yang ada dalam diri kita…..! media pendidikan adalah jalan utama, untuk membuat manusia berpendidikan dan menjadi orang yang intelektual.</p>
<p>Akhirnya kami (penulis) menyampaikan banyak terima kasih kepada <strong>Drs. Ibnu Jazari, M.Ag </strong>selaku dosen dan pembimbing kami, sehingga makalah ini dapat di selesaikan. semoga makalah ini bermanfaat pada kita semua terutama kepada kami pribadi dan semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.</p>
<p><strong>Pengertian Pendidikan. </strong></p>
<p><em>Pengertian Pendidikan Secara Luas</em> adalah segala pengalaman belajar yang langsung dalam segala  lingkungan dan sepanjang hidup. <em>Pengertian Pendidikan</em> <em>Secara Sempit</em> adalah pengajaran yang diselenggarakan diseklah sebagai lembaga pendidikan formal.<em> </em></p>
<p><strong>Keharusan Pendidikan: Mengapa manusia harus di didik atau mendidik. </strong></p>
<p>Sebagai “anak didik” dalam ilmu pendidik tidak terlepas kaitannya dengan sifat ketergantungan seseorang anak terhadap pendidik tertentu. Seseorang anak disebut anak didik apabila ia menjadi tanggung jawab pendidik tertentu. Sebutan anak didik harus dikait dengan seorang pendidik tertentu. Dan pendidik yang dimaksud disini adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan si anak-anak yang dimaksud adalah anak yang mempunyai sifat ketergantungan kepadanya (pendidik.<br />
Menurut Langeveld, anak didik adalah anak atau orang yang belum dewasa atau belum memperoleh kedewasaan atau seseorang yang masih menjadi tanggung jawab seorang pendidik tertentu anak didik tersebut adalah anak <span id="more-295"></span>yang memiliki sifat ketergantungan kepada pendidiknya itu, karena ia secara alami tidak berdaya ia sangat memerlukan bantuan pendidikannya untuk dapat menyelenggarakan dan melanjutkan hidupnya baik secara jasmani maupun secara rohani. Maka dari itu ditinjau dari<em> Dasar Biologis.</em> Pendidikan adalah perlu karena anak manusia dilahirkan tidak berdaya :</p>
<ol>
<li>Anak manusia di lahirkan tidak dilengkapi insting      yang sempurna untuk dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi lingkungan.</li>
<li>Anak manusia perlu masa belajar yang panjang      sebagai persiapan untuk dapat secara tepat berhubungan dengan lingkungan      secara konstruktif.</li>
<li>Awal pendidikan terjadi setelah anak manusia      mencapai penyesuaian jasmani atau mencapai kebebasan fisik dan jasmanhi.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kemungkinan Pendidikan: Mengapa manusia dapat di didik atau mendidik. </strong></p>
<p><em>Dasar Biologis. </em></p>
<p>Anak dilahirkan tak berdaya tapi mempunyai potensi untuk berubah. Karena anak mempunya beberapa sifat diantaranya :</p>
<ol>
<li>Anak bersifat lentur.</li>
<li>Anak mempunyai otak yang besar dan permukaan      sangat luas.</li>
<li>Mempunyai pusat saraf yang berfungsi berhubungan      dengan perbuatan berfikir, sehingga terjadi penangguhan reaksi dalam      menerima perangsang maka terjadilah belajar.</li>
</ol>
<p><strong>Pendidikan dalam Pandangan Islam. </strong></p>
<p>Secara kodrati anak memerlukan pendidikan atau bimbingan dari orang dewasa. Dasar kodrati dapat dimengerti dari kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak yang hidu di dunia ini. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW bersabda:<br />
مَامِنْ مَوْلُوْدٍإِلاَّيُوْلَدُعَلَىاْلفِطْرَةِفَأَبَوَاهُ يُهُوِّدَانِهِ أَوْيُمَجِّسَانِهِ كَمَاتَنْتَحُ البَهِيْمَةُ جَمْعَاءُهَلْ تُحِسُّوْنَ مِنْ جَدْعَاءَ ,ثُمَّ يَقُوْلُ أَبُوْهُرَيْرَةَ, وَاقْرَءُوْاإِنْ شِئْتُمْ فِطْرَةَاللهِ الَّتِى فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَالاَتَبْدِيْلَ لَخَلْقِ اللهِ ذلِكَ الدِّيْنُ اْلقَيِّمُ</p>
<p>Artinya:</p>
<p>“Tiadalah seorang yang dilahirkan melainkan menurut fitrahnya, maka akibat kedua orang tuanyalah yang me-Yahudikan atau men-Nasranikannya atau me-Majusikannya. Sebagaimana halnya binatang yang dilahirkan dengan sempurna, apakah kamu lihat binatang itu tiada berhidung dan bertelinga? Kemudian Abi Hurairah berkata, apabila kau mau bacalah lazimilah fitrah Allah yang telah Allah ciptakan kepada manusia di atas fitrahNya. Tiada penggantian terhadap ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus (Islam).”( H.R Muslim).</p>
<p>Dari Hadits tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa manusia itu untuk dapat menentukan status manusia sebagaimana mestinya adalah harus mendapatkan pendidikan. Dalam hal ini keharusan mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan yang antara lain dapat  dikemukakan sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>a. </em></strong><strong><em>Aspek Pedagogis. </em></strong></p>
<p>Dalam aspek ini para ahli didik memandang manusia sebagai animal educandum: makhluk yang memerlukan pendidikan. Dalam kenyataanya manusia dapat dikategorikan sebagai animal, artinya binatang yang dapat dididik. Sedangkan binatang pada umumnya tidak dapat dididik, melainkan hanya dilatih secara dressur, artinya latihan untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya statis, tidak berubah.</p>
<p><strong><em>b. </em></strong><strong><em>Aspek Sosiologis dan Kultural.</em></strong></p>
<p>Menurut ahli sosiologi pada prinsipnya, manusia adalah homosocius, yaitu makhluk yang berwatak dan berkemampuan dasar atau memiliki gazirah (instink) untuk hidup bermasyarakat. Sebagai makluk sosial manusia harus memiliki rasa tanggung jawab sosial (social responsibility) yang diperlukan dalam mengembangkan hubungan timbal balik (inter relasi) dan saling pengaruh mempengaruhi antara sesama anggota masyarakat dalam kesatuan hidup mereka</p>
<p><strong><em>c. </em></strong><strong><em>Aspek Tauhid. </em></strong></p>
<p>Aspek tauhid ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia itu adalah makhluk yang berketuhanan yang menurut istilah ahli disebut homo divinous (makhluk yang percaya adanya Tuhan) atau disebut dengan homo religious artinya makhluk yang beragama. Adapun kemampuan dasar yang meyebabkan manusia menjadi makhluk yang berketuhanan atau beragama adalah karena di dalam jiwa manusia terdapat instink yang disebut instink religious atau gazirah diniyah (instink percaya kepada agama). Itu sebabnya, tanpa melalui proses pendidikan instink religious dan gazirah diniyah tersebut tidak akan mungkin dapat berkembang secara wajar. Dengan demikian pendidikan keagamaan mutlak diperlukan untuk mengembangkan instink religious atau gazirah Diniyah tersbut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=295&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/15/pandangan-pendidikan-tentang-manusia-sebagai-animal-educandum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/sfs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AGAMA DAN KESEHATAN MENTAL</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/14/agama-dan-kesehatan-mental/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/14/agama-dan-kesehatan-mental/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 02:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Manusia dan Agama Psikologi modern tampaknya memberi porsi yang khusus bagi perilaku keagamaan, walaupun pendekatan psikologis yang digunakan terbatas pada pengalaman empiris. Psikologi agama merupakan salah satu bukti adanya perhatian khusus para ahli psikologi terhadap peran agama dalam kehidupan kejiwaan manusia. Pendapat yang paling ekstrem pun hal itu masih menunjukkan betapa agama sudah dinilai sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=292&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/666.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-293" title="666" src="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/666.jpg?w=460" alt="666"   /></a>Manusia dan Agama </strong></p>
<p>Psikologi modern tampaknya memberi porsi yang khusus bagi perilaku keagamaan, walaupun pendekatan psikologis yang digunakan terbatas pada pengalaman empiris. Psikologi agama merupakan salah satu bukti adanya perhatian khusus para ahli psikologi terhadap peran agama dalam kehidupan kejiwaan manusia.</p>
<p>Pendapat yang paling ekstrem pun hal itu masih menunjukkan betapa agama sudah dinilai sebagai bagian dari kehidupan pribadi manusia yang erat kaitannya dengan gejala-gejala psikologi. Agama menurut Freud tampak dalam perilaku manusia sebagai simbolisasi dari kebencian terhadap Ayah yang direfleksi dalam bentuk tasa takut kepada Tuhan. Secara psikologis, agama adalah ilusi manusia. Manusia lari kepada agama karena rasa <span id="more-292"></span>ketidakberdayaannya  menghadapi bencana. Dengan demikian, segala bentuk perilaku keagamaan merupakan ciptaan manusia yang timbul dari dorongan agar dirinya terhindar dari bahaya dan dapat memberikan rasa aman.</p>
<p>Lain halnya dengan penganut <em>Behaviorisme.</em> Walaupun dalam pembahasannya, Skinner, salah seorang tokoh Behaviorisme tidak menyinggung perilaku keagamaan secara khusus, namun tampaknya sama sekali tak dapat menghindarkan diri dari keterkaitannya dengan kenyataan bahwa agama memiliki institusi dalam kehidupan masyarakat. Dalam hubungan ini pula Skinner melihat agama sebagai isme social yang lahir dari adanya factor penguat. Menurutnya kegiatan keagamaan menjadi factor penguat sebagai perilaku yang meredakan ketegangan.</p>
<p>Sejalan dengan prinsip teorinya, bahwa Behaviorisme memandang perilaku manusia itu lahir karena adanya stimulant (rangsangan dari luar dirinya) teori Sarbond (gabungan dari stimulant dan respon) yang dikemukakan oleh Behaviorisme tampaknya memang kurang memberi tempat bagi kajian kejiwaan nonfisik. Namun, dalam masalah perilaku keagamaan, sebagai sebuah realitas dalam kehidupan manusia tak mampu ditampik oleh Behaviorisme. Perilaku keagamaan menurut pandangan Behaviorisme erat kaitannya dengan prinsip <em>reinforcement</em> <em>(reward and punishment)</em>. Manusia berperilaku agama karena didorong oleh rangsangan hukuman dan hadiah. Menghindarkan hukuman (siksaan) dan mengharapkan hadiah (pahala).</p>
<p>Memang aliran Behaviorisme melihat perilaku bekerja menurut asas mekanistik yang bersifat serba fisik. Karena itu, para ahli psikologi yang kurang sependapat dengan pandangan Behaviorisme  yang dipelopori oleh E.L. Thorndike, Watso maupun Skinner menyindir bahwa aliran ini merupakan aliran psikologi yang tidak berjiwa. Mereka menganggap bahwa perilaku manusia bersifat kondisional, jadi dapat dibentuk dan diarahkan menurut situasi yang diberikan kepada manusia.</p>
<p>Barang kali yang lebih jelas membahas perilaku keagamaan adalah psikologi humanistic. Menurut Abraham Maslow, salah seorang pemuka psikologi humanistic yang berusaha memahami esoteric (rohani) manusia. Maslow menyatakan bahwa kebutuhan manusia memliki kebutuhan yang bertingkat dari yang paling dasar hingga kebutuhan yang paling puncak. <em>Pertama,</em> kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan dasar untuk hidup seperti: makan, minum, istirahat, dan sebagainya. <em>Kedua,</em> kebutuhan akan rasa aman yang mendorong orang agar bebas dari rasa takut dan cemas. <em>Ketiga,</em> kebutuhan akan kasih sayang, antara lain berupa pemenuhan hubungan antarmanusia. <em>Keempat,</em> kebutuhan akan harga diri. Kebutuhan ini dimanifestasikan manusia dalam bentuk aktualisasi diri antara lain dengan berbuat sesuatu yang berguna.</p>
<p>Pengalaman puncak yang transeden digambarkan sebagai kondisi yang sehat super normal <em>(normal super healty)</em> dan sehat super-super <em>(super-super healty)</em>, yang oleh Maslow disebut <em>peakers</em> <em>(transcenderr)</em> dan <em>non-peakers (non-transcenders)</em>. Peakers memiliki pengalaman-pengalaman puncak yang memberikan  wawasan yang jelas tentang diri mereka dan dunia mereka. kelompok ini  cenderung menjadi lebih mistik, puitis, dan saleh.</p>
<p>Teori yang dikemukakan Maslow yang disebutnya sebagai pribadi yang lepas dari realitas fisik dan menyatu dengan kekuatan transcendental ini dinilainya sebagai tingkat dari kesempurnaan manusia sebagai pribadi <em>(self).</em> Gambaran tentang kesempurnaan tingkat kepribadian manusia ini agak mirip dengan konsep insan al-kamil, pribadi manusia sempurna yang kembali pada fitrah kesuciannya. Fitrah ini menurut M. Quraish Shihab memiliki ciri-ciri berupa kecenderungan manusia untuk menyenangi yang benar, baik, indah.</p>
<p>Pendekatan berikutnya adalah yang dikemukakan Victor Frankle pendiri aliran logoterapi. menurut Frankle, eksistensi manusia ditandai oleh tiga factor, yakni <em>spirituality</em> (keruhanian), <em>freedom</em> (kebebasan), dan <em>responsibility</em> (tanggung jawab). Memang Frankle menggunakan istilah <em>spirituality</em> tidak dihubungkan dengan keberagamaan melainkan semata-mata dikaitkan dengan penghayatan maknawi manusia akibat adanya kemampuan transedensi terhadap dirinya lingkungannya.</p>
<p>Melalui teori relativisme, Einstein memiliki pengalaman batin yang unik. Menurut Oemar Hasem dalam bukunya <em>Mengapa Einstein ber-Tuhan</em>, dikemukakan secara garis besarnya sebagai berikut:</p>
<p>“Saat mengadakan percobaan di laboratorium, Einstein membakar batu bara seberat satu kilogram. sisa pembakaran berupa abu dan asap ia tampung dalam sebuah tabung kaca. ternyata beratnya menyusut satu gram.</p>
<p>Setiap kali ia melakukan hal yang serupa, senantiasa ditemuinya kasus yang sama. Einstein mula-mula menjadi heran, ke mana zat yang satu gram itu perginya. padahal sudah demikian rapinya ia menjaga agar sisa pembakaran itu tidak menguap. akhirnya, ia menemukan jawabannya bahwa berat yang segram itu berubah menjadi energi. jadi, setiap terjadi pembakaran satu kilogram batu bara diperoleh energi sebesar satu gram.</p>
<p>Akhirnya, Einstein berkasimpulan bahwa benda-benda langit itu pasti ada yang menggerakannya. ia menyebutnya sebagai suatu kekuatan Yang Maha Dahsyat. Itulah Tuhan, cetus Einstein.</p>
<p>Dengan menggunakan pendekatan psikologi agama, barangkali kedua kasus tersebut dapat di golongkan ke dalam rasa kagum yang oleh Rudloff Otto timbul dari muncul presaan yang bersumber dari adanya <em>The Wolly Others </em> dan yang menimbulkan perasaan getaran misterius (<em>mysterium tremendum</em>) dalam hati Einstein.</p>
<p>Agama tampaknya memang tampak tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pengingkaran manusia terhadap agama agaknya dikarenakan factor-faktor tertentu baik yang disebabkan oleh kepribadian maupun lingkungan masing-masing. Manusia ternyata memiliki unsur batin yang cenderung mendorongnya untuk tunduk kepada Zat yang gaib.</p>
<p>Agama sebagai fitrah manusia telah diinformasikan oleh al-Qur’an:</p>
<p dir="rtl">&#8221; فأقم وجهك للدّين حنيفا فطرت الله التي فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدّين القيّم ولكن أكثر الناس لا يعلمون &#8221; (الروم:30)</p>
<p><em>artinya:</em></p>
<p><em>maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.</em> (QS 30:30).</p>
<p>Dalam al-Qur’an dan Terjemahnya (Departemen Agama) dijelaskan bahwa fitrah Allah. Maksudnya ciptaan Allah. Manusia dicipatakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanya lantaran pengaruh lingkungan.</p>
<p>Muhammad As-Shobuny, mentafsirkannya menjadi sikap ikhlas dan tunduk kepada Islam sebagai agama Allah dan menjadikan kecenderungan untuk tunduk kepada agama yang benar, yaitu Islam. dan Allah menjadikan pada diri manusia untuk tunduk pada fitrah tauhid. dalam berbagai sumber, psikologi agama menurut pendekatan Islam telah mengungkapkan hubungan manusia dengan agama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Agama dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental</strong></p>
<p>Kesehatan mental <em>(mental bygiene)</em> adalah ilmu yang meliputi system tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi kesehatan ruhani.</p>
<p>Dalam ilmu kedokteran dikenal istilah <em>psikosomatik</em> (kejiwabadanan). Dimaksudkan dengan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara jiwa dan badan. istilah “makan hati berulam jantung” merupakan cerminan tentang adanya hubungan antara jiwa dan badan sebagai hubungan timbal balik, jiwa sehat badan segar dan badan sehat jiwa normal.</p>
<p>Sejumlah kasus yang menunjukkan adanya hubungan antara factor keyakinan dan kesehatan jiwa atau mental tampaknya sudah disadari para ilmuwan beberapa abad yang lalu. misalnya, pernyataan <em>Carel Gustay Jung</em> “diantara pasien saya yang setengah baya, tidak seorang pun yang penyebab penyakit kejiwaannya tidak dilatarbelakangi oleh aspek agama”. Prof Dr. Muhammad Mahmud Abd Al-Qadir lebih jauh membahas hubungan antara agama dan kesehatan mental melalui pendekatan teori biokimia. menurutnya, di dalam tubuh manusia terdapat sembilan kelenjar hormon yang memproduksi persenyawaan-persenyawaan kimia yang mempunyai pengarih biokimia tertentu, disalurkan lewat pembuluh darah dan selanjutnya memberi pengaruh kepada eksistensi dan berbagai-bagai kegiatan tubuh.</p>
<p>Lebih jauh Muhammad Mahmud Abd Al-Qadir berkesimpulan bahwa segala bentuk gejala emosi seperti bahagia, rasa dendam, rasa marah, takut, berani, pengecut yang ada dalam diri manusia adalah akibat dari pengaruh persenyawaan-persenyawaan kimia hormon, di samping persenyawaan lainnya. tetapi dalam kenyataannya, kehidupan akal dan emosi manusia senantiasa berubah dari waktu ke waktu. karena itu, selalu terjadi perubahan-perubahan kecil produksi hormon-hormon yang merupakan unsur dasar dari keharmonisan kesadaran dan rasa hati manusia, tepatnya perasaannya.</p>
<p>Jika seseorang berada dalam keadaan normal, seimbang hormon dan kimiawinya, maka ia akan selalu berada dalam keadaan aman. Perubahan yang terjadi dalam kejiwaan itu disebut oleh Abd Al-Qadir sebagai <em>spectrum hidup</em>. Penemuan Muhammad mahmud Abd Al-Qadir seorang ulama dan ahli biokimia ini, setidak-tidaknya memberi bukti akan adanya hubungan antara keyakinan agama dengan kesehatan jiwa. Pengobatan penyakit batin melalui bantuan agama telah banyak dipraktikkan orang. Dengan adanya gerakan <em>Christian Science</em>, kenyataan sepeti itu diperkuat pengakuan ilmiah pula. Dalam gerakan ini dilakukan pengobatan pasien melalui kerja sama antara dokter, psikiater, dan ahli agama (pendeta). Di sini tampak nilai manfaat dari ilmu jiwa agama. Barangkali hubungan antara kejiwaan dan agama dalam kaitannya dengan hubungan antara agama sebagai keyakinan dan kesehatan jiwa, terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap suatu kekuasaan Yang Maha Tinggi. Sikap pasrah yang itu diduga akan memberi sikap optimis pada diri seseorang sehingga muncul perasaan positif. Maka, dalam kondisi yang serupa itu manusia berada dalam keadaan tenang dan normal, yang oleh Muhammad Mahmud Abd Al-Qadir, berada dalam keseimbangan persenyawaan kimia dan hormon tubuh. Dengan kata lain, kondisi yang demikian menjadi manusia pada kondisi kodratinya, sesuai dengan fitrah kajadiannya, sehat jasmani, dan ruhani.</p>
<p>Salah satu cabang ilmu jiwa, yang tergolong dalam psikologi humanistika dikenal logoterapi (logos berate makna dan juga ruhani). Logoterapi dilandasi falsafah hidup dan wawsan mengenai manusia yang mengakui adanya dimensi social pada kehidupan manusia. kemudian, logoterapi menitikberatkan pada pemahaman bahwa dambaan utama manusia yang asasi atau motif dasar manusia adalah hasrat untuk hidup bermakna. Diantara hasrat itu terungkap dalam keinginan manusia untuk memiliki kebebasan dalam menemukan makna hidup. Kebebasan seperti itu dilakukannya antara lain melalui karya-karya yang diciptakannya, hal-hal yang dialami dan dihayati (termasuk agama dan cinta kasih) atau dalam sikap atas keadaan dan penderitaan yang tak mungkin dielakkan. Adapun makna hidup adalah hal-hal yang memberikan nilai khusus bagi seseorang, yang bila dipenuhi akan menjadikan hidupnya berharga dan akhirnya akan menimbulkan penghayatan bahagia. Dalam logoterapi dikenal dua peringkat makna hidup, yaitu makna hidup pribadi dan makna hidup paripurna.</p>
<p>Maka hidup paripurna bersifat mutlak dam universal, serta dapat saja dijadikan landasan dan sumber makna hidup pribadi. Bagi mereka yang tidak atau kurang penghayatannya terhadap agama, mungkin saja pandangan falsafah atau ideology tertentu dianggap memiliki nilai-nilai universal dan paripurna. Sedangkan bagi penganut agama, maka Tuhan merupakan sumber nilai Yang Maha Sempurna dengan agama sebagai perwujudan tuntutan-Nya. Di sinilah barangkali letak peranan agama dalam membina kesehatan mental, berdasarkan pendekatan logoterapi. Karena bagaimanapun, suatu ketika dalam kondisi yang berada dalam keadaan tanpa daya, manusia akan kehilangan pegangan dan bersikap pasrah. Dalam kondisi yang serupa ini ajaran agama paling tidak akan membangkitkan makna dalam hidupnya. Makna hidup pribadi menurut logoterapi hanya dapat dan harus ditemukan sendiri.</p>
<p>Selanjutnya, logoterapi menunjukkan tiga bidang kegiatan yang secara potensial memberi peluang kepada seseorang untuk menemukan makna hidup bagi dirinya sendiri. ketiga itu adalah:</p>
<ol>
<li>Kegiatan berkarya, bekerja, dan mencipta, serta melaksanakan dengan sebaik-baiknya tugas dan kewajiban masing-masing.</li>
<li>Keyakinan dan penghayatan atas nilai-nilai tertentu (kebenaran, keindahan, kebaikan, keimanan,n dan lainnya), dan</li>
<li>Sikap tepat yang diambil dalam keadaan dan penderitaan yang tidak terelakkan.</li>
</ol>
<p>Dalam menghadapi sikap yang tak terhidarkan lagi pada kondisi yang ketiga, menurut logoterapi, maka ibadah merupakan salah-satu cara yang dapat digunakan untuk membuka pandangan seseorang akan nilai-nilai potensial dan makna hidup yang terdapat dalam diri dan sekitarnya.</p>
<p><strong>Terapi Keagamaan </strong></p>
<p>Orang yang tidak merasa tenang, aman serta tenteram dalam hatinya adalah orang yang sakit ruhani atau mentalnya, tulis H. Carl Witherington. Para ahli psikiatri mengakui bahwa setiap manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan dasar tertentu yang diperlakukan untuk melangsungkan proses kehidupan secara lancar. Kebutuhan dapat berupa kebutuhan jasmani dan berupa kebutuhan ruhani maupun kebutuhan social. Bila kebutuhan tidak terpenuhi, maka manusia akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kenyataan yang dihadapinya. Kemampuan untuk menyesuaikan diri ini akan mengembalikan ke kondisi semula, hingga proses kehidupan berjalan lancar seperti apa adanya. Dalam kondisi seperti itu akan pertentangan (konflik) dalam batin. Pertentangan ini akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan ruhani, yang dalam kesehatan mental disebut kekusutan ruhani. kekusutan ruhani seperti ini disebut kekusutan fungsional.</p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Pengertian Terapi</em></strong></li>
</ol>
<p>ialah usaha penaggulangan suatu penyakit atau gejalah yang ada dalam diri makhluk hidup.</p>
<ol>
<li><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Bentuk-Bentuk Terapi </em></strong></li>
</ol>
<p>terapi bermacam bentuk ada yang secara lisan yaitu dengan diberi norma-norma agama, ada pula berbentuk seperti pijat, dan operasi.</p>
<p>Bentuk kakusutan fungsional ini bertingkat. yaitu <em>psychopath, psychoneurose</em>, dan psikotis. <em>Psychoneurose</em> ditandai bahwa seorang tidak mengikuti tuntutan-tuntutan masyarakat. pengidap <em>psychoneurose</em> menunjukkan perilaku menyimpang. Sedangkan, penderita psikotis dinilai mengalami kekusutan mental yang berbahaya sehingga  memerlukan perawatan khusus.</p>
<p>Usaha penanggulangan kekusutan ruhani atau mental ini sebenarnya dapat dilakukan sejak dini oleh yang bersangkutan. dengan mencari cara yang tepat untuk menyesuaikan diri dengan memilih norma-norma moral, maka kakusutan mental akan terselesaikan.</p>
<p>Penyelesaian dengan memilih penyesuaian diri dengan norma-norma moral yang luhur seperti bekerja dengan jujur, resignasi, sublimasi, kompensasi. dalam konteks ini terlihat hubungan agama sebagai terapi kekusutan mental. Sebab, nilai-nilai luhur termuat dalam ajaran agama bagaimanapun dapat digunakan untuk penyesuaian dan pengendalian diri, hingga terhindar dari konflik batin.</p>
<p>Pendekatan terapi keagamaan ini dapat dirujuk dari informasi al-Qur’an sendiri sebagai kitab suci. Diantara konsep terapi gangguan mental ini adalah pernyataan Allah: dalam surat Yunus dan surat Isra’.</p>
<p dir="rtl">&#8221; يأيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للعالمين &#8221; (يونس:57).</p>
<p dir="rtl">&#8221; وننزل من القرءان ماهو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا خسارا &#8221; (الإسراء:82).</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>artinya:</em></p>
<p><em>Wahai manusia, sesungguhnya sudah datang dari Tuhanmu al-Qur’an yang mengandung pengajaran, penawar bagi penyakit batin (jiwa), tuntunan serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.</em> (QS Yunus: 57).</p>
<p><em>Dan kami turunkan al-Qur’an yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.</em> (QS Isra’: 82).</p>
<p>Kesehatan mental adalah suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman, dan tenteram. Upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan). Dalam al-Qur’an petunjuk mengenai penyerahan diri cukup banyak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Musibah </strong></li>
</ol>
<p>Musibah merupakan pengalaman yang dirasakan tidak menyenangkan karena dianggap merugikan oleh korban yang terkena musibah. Berdasarkan asal katanya, musibah berarti lemparan yang kamudian digunakan dalam makna bahaya, celaka, atau bencana dan bala. menurut <em>Al-Qurtubi</em>, musibah adalah apa saja yang menyakiti dan menimpa pada diri seorang, atau sesuatu yang berbahaya dan menyusahkan manusia, betapapun kacilnya. Musibah dapat menimbulkan penderitaan maupun kesengsaraan bagi korbannya. Terkadang berlangsung dalam waktu yang panjang, atau bahkan seumur hidup. Oleh karena itu, setiap orang berusaha untuk menghindar diri dari kemungkinan tertimpa musibah.</p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Sebab terjadinya Musibah</em></strong></li>
</ol>
<p>Penyebab terjadinya musibah bermacam-macam. ada yang disebabkan oleh perbuatan manusia secara langsung, ataupun penglolaan alam yang keliru, serta yang murni disebabkan oleh alam.</p>
<ol>
<li><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Macam-Macam Musibah</em></strong></li>
</ol>
<p>Dari pendekatan agama, musibah dapat dibagi menjadi dua macam. <em> </em></p>
<p><em>Pertama,</em> musibah yang terjadi sebagai akibat dari ulah tangan manusia. Karena kesalahan yang dilakukannya, manusia harus menanggung akibat buruk dari perbuatannya sendiri. Musibah ini dikenal sebagai hukum karma, yakni sebagai “pembalasan”. Kemudian yang <em> </em></p>
<p><em>Kedua</em>, musibah sebagai ujian dari Tuhan. Musibah ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan perbuatan keliru manusia. Betapapun baik dan bermanfaatnya aktivitas yang dilakukan manusia, serta taatnya mereka menjalankan perintah Tuhan, musibah yang seperti ini bakal mereka alami juga. Oleh karena itu, musibah ini sering dihubung-hubungkan dengan takdir (ketentuan Tuhan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Erich Fromm, mencoba menganalisis melalui pendekatan psikologi. Menurutnya derita yang dialami korban musibah disebabkan adanya rasa kedekatan. Seseorang yang merasa dekat dengan sesuatu, akan merasa kehilangan bila berpisah dengan sesuatu atau orang yang ia merasa dekat dengannya. rasa kedekatan yang mendalam, berubah menjadi rasa cinta. Kesedihan dan derita yang dirasakan seseorang, sebanding dengan tingkat kecintaannya kepada sesuatu. Semakin tinggi dan mendalam rasa cintanya, maka akan semakin berat derita yang dialami, bila seseorang kahilangan yang ia cintai itu.</p>
<p>Sebaliknya, dalam pendekatan keagamaan, kesedihan yang ditimbulkan oleh musibah terkait dengan rasa memiliki. Terkadang secara tak sadar, manusia menganggap, bahwa segala yang ia miliki, sepenuhnya diperoleh dari hasil kerja kerasnya. Adakalanya pula perasaan memiliki ini mencakup kawasan yang lebih luas. Tidak hanya sekadar kepemilikan bendawi, tetapi juga pribadi-pribadi tertentu. Suami terhadap Istri dan sebaliknya, atau orang tua terhadap anak dan anak juga terhadap orang tuanya. Saat ditimpa musibah, manusia terpaksa harus kahilangan sebagian atau seluruh yang ia miliki. Makin besar nilai kepemilikan yang hilang, akan semakin berat derita yang dirasakannya. Musibah memang membawa derita bagi korbannya. Derita fisik maupun batin. berdasarkan pendekatan psikosomatik, sebenarnya derita fisik dan derit batin tidak dapat dipisahkan. Keduanya akan saling mempengaruhi. Namun dalam kenyataannya, derita batin lebih mendominasi karena ia langsung berhubungan dengan perasaan.</p>
<p>Menurut pendekatan psikologi agama, sebenarnya derita yang dialami oleh korban musibah terkait dengan tingkat keberagamaan. Bagi mereka yang memiliki keyakinan yang mendalam terhadap nilai-nilai ajaran agama, bagaimanapun akan lebih mudah dan cepat menguasai gejolak batinnya. Agama menjadi pilihan dan rujukan untuk mengatasi konflik yang terjadi pada dirinya. Di kala musibah manimbulkan rasa kehilangan dari apa yang dimilikinya selama ini, hatinya akan dibimbing oleh nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agamanya. Manusia pada dasarnya memang bukan pemilik mutlak. Apa saja yang ia miliki, termasuk tubuh dan nyawa, hakikatnya adalah kepunyaan Allah. Sebagai pemilik mutlak, Tuhan menganugrahkan kepada manusia nikmat-Nya berupa kehidupan ataupun kekayaan. Statusnya hanya sebagai titipan amanah. Dalam menjalani kehidupannya manusia senantiasa berada dalam sebuah arena ujian yang sarat dengan berbagai cobaan.</p>
<p>Salah satu fungsi agama dalam kehidupan manusia, menurut Elizabeth K. Nottingham, adalah sebagai penyelamat. Dalam kondisi ketidakberdayaan, secara psikologis nilai-nilai ajaran agama dapat membantu meneteramkan goncangan batin. Dengan kembali kepada tuntunan agama, korban berusaha menyadarkan dirinya, bahwa musibah merupakan resiko yang harus dihadapi dalam menjalani kehidupan lebih dari itu ia menjadi sadar bahwa ia bukan pemilik mutlak dari segala yang menjadi miliknya. Keluarga, kerabat, bahkan dirinya adalah milik sang pencipta. Semua miliknya hanyalah titipan yang sewaktu-waktu akan diambil oleh sang pemilik mutlak.</p>
<p>Ditengah-tengah kegoncangan batin korban dapat pula menelusuri hikmah atau nilai-nilai positif yang terkandung didalamnya. Apakah musibah yang dialaminya sebagai balasan <em>(I’tibar)</em> ataukah ujian <em>(ikhtibar).</em> Bila derita yang dialaminya merupakan balasan dari perbuatan yang pernah dilakukannya, maka musibah akan menyadarkannya akan kesalahan masa lalu. Tak diragukan lagi, sebagian besar musibah dan bencana itu terjadi akibat ulah manusia sendiri. Al-Qur’an menyatakan: <em>“Dan apa saja yang usibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri.”</em> (Mubsin Qiraati, 2001:93) Tuntunan ini, setidaknya akan membawanya kepada kesadaran untuk memperbaiki diri.</p>
<p>Sebaliknya bila deritanya dianggapnya sebagai ujian, maka ia akan berusaha untuk bersabar. Menerima dengan sabar dan tulus,hingga derita yang berat akan terasa ringan. Perasaan batinnya diredakan oleh keyakinan, bahwa musibah yang dialaminya merupakan bagian dari ketentuan dan takdir dari Tuhan. Keyakinan ini akan menghilangkan beban batin yang menghempit perasaan di kala mengalami musibah. Dalam suasana perasaaan seperti itu, agama berfungsi sebagai sublimatif. Derita dan musibah yang dialami disublimasikan ke nilai-nilai luhur yang sejalan dengan ajaran agama. Sublimasi akan menghilangkan prasangka negatif ka sikap positif. Mengalihkan ungkapan batin: “ Wahai Tuhan, jika Engkau adalah Dzat Yang Maha Adil, lalu mengapa musibah dan bencana ini menimpa kami?’ menjadi: “Wahai Tuhan, semua yang terjadi adalah karena takdir-Mu.”</p>
<p>Secara etimologis, takdir berarti mengukur, memberi kadar atau ukuran. Allah telah memberikan kadar/ukuran/batas tertantu dalam diri, sifat atau kemampuan maksimal makhluk-Nya. Harun Yahya menyatakan, bahwa takdir merupakan pengetahuan sempurna Allah tentang peristiwa masa lalu dan masa yang akan datang. Allah tidak dibatasi oleh waktu ataupun ruang, karena Dia yang menciptakan semua itu. Masa lalu, masa depan, dan masa kini, semuanya adalah sama saja bagi Allah; bagi-Nya segala sesuatu telah terjadi dan berakhir. Takdir adalah ketentuan Allah, dan pasti terjadi.</p>
<p>Dalam menghadapi musibah, orang-orang memiliki keyakinan agama terlihat lebih tabah. Mereka lebih mudah menetralisasi kegoncangan dan konflik yang terjadi dalam batinnya. Keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan dijadikan sebagai pilihan tempat berlindung atau penyalur derita yang dirasakan. dalam keadaan yang demikian, Tuhan dianggap sebagai satu-satunya “penolong” atau “juru selamat” yang mampu meredam penderitaan yang mereka alami.</p>
<p>Sebaliknya orang-orang yang memiliki tingkat keyakinan agama yang kurang, ataupun tidak memiliki keyakinan agama sama sekali, terkesan sulit menetralisasi kegoncangan jiwanya. Sulit menemukan jalan keluar, mudah gelap mata, dan akhirnya mengambil jalan pintas. Tak jarang korban yang merasa begitu terhempit oleh derita itu mangakhiri hidupnya dengan bunuh  diri. Kemampuan menahan derita dalam menghadapi masalah musibah, tampaknya tidak ada hubungan dengan latar belakang pendidikan.</p>
<p>Keyakinan terhadap tuhan, akan memberikan rasa damai dalam batin. Kedamaian dalam keselamatan merupakan bagian dari insting mempertahankan diri yang ada dalam diri manusia. Oleh karena itu kembali kepada Tuhan dengan memohon perlindungan, merupakan saluran yang sejalan dengan dorongan instingtif manusia. Kecenderungan terhadap pertolongan ini tersirat dalam do’a. Menurut William James, seluruh do’a dalam agama memuat kalimat yang berisi permohonan perlindungan kepada Tuhan. Demikian pula mantera-mantera yang ditemui di lingkungan masyarakat primitif, juga tak lepas dari kecenderungan serupa, yakni kepada sesuatu yang dianggap sebagai “ penguasa alam”, atau yang menentukan nasib manusia.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Daftar Pustaka</span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong>Jalaluddin, Prof, Dr, H, Psikologi Agama, Bandung, Rajawali.</strong></p>
<p><strong>Ibnu Sina, Qanun At-Thib, Beirut, Dar Al-Fikr. 1988</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=292&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/14/agama-dan-kesehatan-mental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/666.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ijtihad Persepektif Ulama&#8217; Kontemporer</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/12/287/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/12/287/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 01:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/12/287/</guid>
		<description><![CDATA[1. Latar Belakang Ijtihad merupakan dinamika ajaran Islam yang keberadaannya harus dipertahankan untuk menciptakan kehidupan yang kreatif. Hal ini disebabkan Al-Qur’an hanya mmemuat permasalahan-permasalahan secara garis besar. Manusia harus mampu menerjemahkan dan menjabarkan nash-nash Al &#8211; Qur’an yang masih garis besar itu kedalam realitas kehidupan masyarakat yang dinamik dan selalu berubah. Jika semangat ijtihad ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=287&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/dsc00003.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-290" title="DSC00003" src="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/dsc00003.jpg?w=460" alt="DSC00003"   /></a>1. Latar Belakang </strong><strong> </strong></p>
<p>Ijtihad merupakan dinamika ajaran Islam yang keberadaannya harus dipertahankan untuk menciptakan kehidupan yang kreatif. Hal ini disebabkan Al-Qur’an hanya mmemuat permasalahan-permasalahan secara garis besar. Manusia harus mampu menerjemahkan dan menjabarkan nash-nash Al &#8211; Qur’an yang masih garis besar itu kedalam realitas kehidupan masyarakat yang dinamik dan selalu berubah. Jika semangat ijtihad ini ditinggalkan ummat Islam maka yang terjadi adalah stagnasi, padahal  al-Qur’an selalu relefan denagan gerak dan dinamika masyarakat.</p>
<p><strong> 1. Ta’rif Ijtihad </strong><strong> </strong></p>
<p>Kata ijtihad menurut bahasa berasal dari kata جهد-يجهد –جهدا  yang berarti <em>“berusaha dengan sungguh-sungguh “</em> Adapun jihad menurut istilah para ulama’ berbeda pendapat diantaranya adalah :<span id="more-287"></span></p>
<p>Menurut Imam Al-Ghazali Ijtihad adalah <em>“Upaya maksimal seorang mujtahid dalam memperoleh pengetahuan tentang hokum syara’”</em></p>
<p>Menurut Al-Amidi Ijthad adalah <em>“mencurahkan segala kemampuan dalam mencari hokum syara’ yang bersifat dzanni, sehingga dirinya tidak mampu lagi lagi mengupayakan yang lebih dari itu “</em></p>
<p>Menurut Muhammad abu Zahrah yaitu<em> “Usaha seorang faqih yang menggunakan seluruh kemampuannya untuk menggali hokum yang bersifat amaliyah (prakis)dari dalil-dalil yang terperinci”</em></p>
<p>Adapun ijtihad menurut istilah setelah mengamati beberapa definisi yang di paparkan oleh para ulama’ diatas, adalah <em>“Upaya optimal yang dilakukan oleh mujtahid untuk menemukan suatu hokum yang bersifat amaliyah dan nilai kebenarannya adalah dzanni”</em></p>
<p><strong> 2. Dasar Ijtihad Sebagai Dalil Hukum </strong></p>
<p><strong> </strong>Jumhur ulama’ Menunjuk ijtihad menjadi hujjah dalam menetapkan hokum berdasarkan :</p>
<ol>
<li>Al-Qur’an surat      An-Nisa’:59</li>
</ol>
<p><strong> فان تنازعتم فى شيئ فردوه الى الله والرسول </strong></p>
<p><em>Artinya:Jika kamu mempersengketakan sesuatu maka kembalikanlah sesuatu </em></p>
<p><em> tersebut kepada Allah dan rasulnya.</em></p>
<ol>
<li>Hadis yang menceritakan ali RA dan Rasulullah SAW      sewaktu siap ditugaskan ke yaman.</li>
</ol>
<p>قلت يارسول الله الامر ينزل فيه القران ولم نمض فيه منك سنة ؟ قال اجمعو له العا لمين (وفى رواية العابدين )</p>
<p>من المؤمنين فاجعلوه شورى بينكم ولا تقضوافيه برايواحد</p>
<p><em>Aku bertanya : ya rasullah, berbagai perkara dating padaku yang al-qur;an tidak menurunkan ketentuannya dan tidak ada sebuah sunnahpun  dari engkau ?</em></p>
<p><em>Jawab rasulullah :kumpulkan orang-orang alim (ahli ibadah menurut redaksi ini) dari kalangan orang mu;min, kemudian musyawarahkan dengan mereka dan jangan kamu memutuskannya dengan pendapat perorangan.</em></p>
<ol>
<li>Secara logika (tinjauan pikiran )</li>
</ol>
<p>Allah menjadikan syari’at islamsebagai syari’at terakhir yang berlaku untuk setiap tempat dan waktu. Setiap peristiwa yang terjadi didunia ini berapapun jumlahnya harus ada hukumnya dan watak kepribadian syari’at islam itu sesuai untuk setiap masa dan keadaan. Apabila nash-nash syari’at terbatas jumlahnya (tak mungkin dapat ditambah ), maka harus dilakukan ijtihad sebagai alat menggali hokum untuk setiap peristiwa yangterjadi dari nash-nash yang ada. Sekiranya ijtihad dalam mentahqiqkan hokum tidak boleh dilakukan, sedang jumlah nash-nash syar’I terbatas, maka akan terjadi kese4mpitan hidup.</p>
<p><strong> 3. Pembagian Ijtihad </strong><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong>Dalam pembagian ijtihad ada beberapa tinjauan, diantaranya adalah obyek kajian dan relevansinya dengan masalah kontemporer. Ijtihad di tinjau dari obyek kajiannya ada dua macam:</p>
<p><strong>Ijtihad Istinbathi </strong>Yaitu ijtihad yang dilakukan dengan mendasarkan pada nash-nash syari’at dalam meneliti dan menyimpulkan ide hokum yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Setelah ijtihad ini berhasil, maka hasilnya dijadikan tolak ukur dan diterapkan dalam suatu permasalah hokum yang dihadapi.</p>
<p><strong>Ijtihad Tathbiqi </strong>Yatu ijtihad yang dilakukan dengan mendasarkan pada suatu permasalahan yang terjadi di lapangan. Dalam hal ini mujtahid langsung berhadapan dengan obyek hukum di mana ide atau subatansi hokum dari produk ijtihad istinbathiy akan diterapkan.</p>
<p>Seperti itu juga ijtihad ditinjau dari segi relevansinya dengan permasalahan kontemporer ada dua macam, yaitu :</p>
<p><strong>Ijtihad Intiqa’i </strong>Adalah ijtihad yang di lakukan oleh seorang atau sekelompok</p>
<p>orang dengan cara memilih pendapat ahli fiqih yang terdahulu dalam suatu masalah, sebagai mana terdapat kitab-kitab fiqih, dengan menyeleksi pendapat yang lebih kuat dalilnya dan lebih relevan untuk diterapkan pada kondisi sekarang.</p>
<p><strong>Ijtihad Insya’i </strong>Yaitu pengambilan kesimpulan hukum baru yang belum pernah</p>
<p>dikemukakan oleh para ahli fiqih sebelumnya, baik mengenai masalah yang baru</p>
<p>maupun yang lama.</p>
<p><strong> 4. Tingkatan ( Martabat ) Mujtahid</strong></p>
<p><strong> </strong> Dilihat dari luas atau sempitnya cakupan bidang ilmu yang mampu diijtihadkan, mujtahid terbagi menjadi empat tingkatan :</p>
<p><strong><em>Mujtahid mutlak / mustaqil  / fis syar’I </em></strong>:Mereka adalaah orang yang berkemampuan secara mandiri dalam meng ijtihadkan seluruh masalah hokum syari’at dengan norma, kaidah istinbat dan prosedur penggalian hokum ciptaan sendiri. <strong> </strong></p>
<p><strong><em>Mujtahid muntasib </em></strong>: Orang yang berijtihadnya terikat metodologi, norma dan kaidah istinbat hokum imam mujtahid mustaqil tertentu, meskipun hasil ijtihadnya dalam bidang furu’iyah bias berbeda.<strong> </strong></p>
<p><strong><em>Mujtahid fil</em></strong>-<strong><em> madzhab / mujtahid takhrij</em></strong> :Mujtahid yang terikat dengan imam madzhab tertentu, baik dalam metodologi istinbat maupun dalam hasil ijtihad. Ia disebut mujtahid karena mempunya kemampuan memecahkan hokum masalah baru yang rumusan hukum nya belum diperoleh dalam literature fiqih madzhabnya. Dalam hal berijtihad senantiasa mengikatkan diri dengan diri dengan methode istinbat imam madzhab yang di anut, denikian pula dengan hukum furu’ (fiqih)yang telah dihasilkan oleh imam madzhabnya. Ijtihad yang mereka lakukan berkisar padsa masalah yang memang belum diijtihadkan oleh imamnya ,selebih itu berkisar pada kesibukan menseleksi beberapa qaul yang dikutip dari dokumentasi ijtihad imam madzhab untuk dinilai mana yang sahih dan mana yang lemah. <strong> </strong></p>
<p><strong><em>Mujtahid murajjih ( faqihunnafsi </em></strong>:Mujtahid yang menekuni studi banding antara pendapat-pendapat berbeda dikalangan ulama’, baik dalam satu madzhab ztau dalam berbagai madzhab, menilai mana yang lebih kuat dalilnya, namun mereka tidak pernah melakukan ijtihad dalam memecahkan masalah baru. <strong> </strong></p>
<p><strong> 5. Syarat-Syarat Mujtahid</strong></p>
<p><strong> </strong>Syara-syarat yang harus dipenuhi seorang mujtahid sebelum melakukan ijtihad menurut Sya’ban Muhammad Isma’il ada sembilan syarat:</p>
<p>Mengetahui bahasa arab dengan baik.</p>
<p>Mengetahui pengetahuan yang dalam tentang al-qur’an.</p>
<p>Memiliki pengetahuan pengetahuan yang mendalam tentang as-sunna.</p>
<p>Mengetahui letak ijma’ dan khilaf.</p>
<p>Mengetahui maqasidussyar’iyah.</p>
<p>Memiliki pemahaman dan penalaran yang benar</p>
<p>Memiliki pengetahuan tentang ushul fiqhi.</p>
<p>Mengetahui tentang manusia dan kehidupan sekitarnya</p>
<p>Niat dan i’tiqd yang benar</p>
<p>Itulah syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mujtahid sehingga hasil ijtihadnya bisa dipertanggung jawabkan sesuai dengan standard keilmuan yang ada.</p>
<p><strong> 6. Metode – metode ijtihad </strong></p>
<p><strong> </strong>Dalam upaya penggalian hukum secara optimal, ada dua metode yang disebutklan oleh para ulama’, yaitu meliputi metode / kaidah kebahasaaan dan kaidah Maqasid al-syar’iyah.</p>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>metode kebahasaan </strong></li>
</ol>
<p>Metode ini meliputi beberapa hal yaitu; Dzahir, Nash, Mufassar, Muhkam,Khafi, Musykil, Mujmal, mutasyabih, Hakikat, Majaz, A’m, Khash, Muthlaq, Muqayyad, Ibarah al-Nash, Isyarah al-Nash, Dalalah al-Nash, Iqtidla’ al-Nash,Mafhum mukhalafah, Amar, Nahi, Takhyir, Ta’wil,adapun penjelasannya secara singkat  sebagai berikut;</p>
<p><strong>DZAHIR; </strong>Dalam hal ini jumhur ulma’ mengartikan sebagai lafadzyang segera dapat ditangkap dari suratan tex, namun masih ada kemungkinan arti lain secara majazi.</p>
<p><strong>NASH; </strong>Ialah lafadzyang sama sekali tidak mengandung makna lain (ihtimal)kecuali pengertian yang segera dapat ditangkap nketika mendengar lafadz itu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MUFASSAR; </strong>Adalah lafadz yang menunjukkan kepada maknanya secara jelas dan rinci tanpa adanya kemungkinan untuk ditakwil.Menurut ulama’ ushul fiqh kalangan hanafiyah mufassar dibagi menjadi dua yaiyu;<strong> </strong></p>
<p>a.Lafadz yang bermakna helas dan rinci sejak semula tanpa</p>
<p>memerluokan penjelasan lafdadz lain.</p>
<p>b.Lafadz yang pada mulanya mujmal, tidak rinci kemudian</p>
<p>datang penjelasan yang m,erincinya dari pembuat syari’at.</p>
<p><strong> MUHKAM;</strong> Adalah lafadz yang menunjukkan kepada makannya secara jelas sehingga sama sekali tidak mengandung ta’wil dan tertutup kemungkinan untuk dinasakh.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KHAFI; </strong>Adalah lafadz yang bisa menunjukkan terhadap arti secara jelas, tetapi dalam menerapkan arti itu kepada kasus tertentu merupekan bentuk yang samara dan tidak jelas.Ketidak jelasan ini timbul karena bentuk kasus tersebut tidak persis sama dengan kasus yang ditunjukkan oleh dalil yang ada. <strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MUSYKIL;</strong>Lafadz yangtidak jelas pengertiannya karena banyak makna yang digunakan untuk mengartikan lafadz tersebut, sehingga dalam upaya mengetahui pengrtian mana yang dimaksud sebuah redaksi memerlukan indikasi atau dalil dari luar.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MUJMAL;</strong>Lafadz yangt tidak jelas pengertiannya, sehingga untuk memahaminya membutuhkan penjelasan dari luar (Al-Bayan).Adapun al-bayan tersebut terdiri dari;<strong> </strong></p>
<p><strong><em>1.</em></strong><em>Al-Bayan Bi Al-Qaul <strong>2.</strong>Al-Bayan Bi Al-Mafhum <strong>3.</strong>Al-Bayan Bi Al-Fi’li </em></p>
<p><strong><em>4.</em></strong><em>Al-Bayan Bi Al-Iqrar  <strong>5.</strong>Al-Bayan Bi Al-Isyarah<strong> 6.</strong>Al-Bayan Bi Al- </em></p>
<p><em>Kitabah <strong>7.</strong>Al-Bayan Bi Al-Qiyas.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>MUTASYABIH;</strong>Lafadz yang samara maknanya dan tidak ada penjelasan baik dalam al-qur’an maupun al-hadist sehingga pengetahuan tentang lafadz tersebut sepenuhnya ada pada pembuat syari’at, dalam segi formatnya mutasyabih dibagi menjadi dua bagian yaitu <em>mutasyabih lafdzy &amp; mutasyabih mafhum .</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>HAKIKAT;</strong>Lafadz yang di gunakan kepada pengertian aslinya sesuai dengan maksud diciptakannya.<em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>MAJAZ;</strong> Penggunaan lafadz kepada selain makna aslinya karena ada qorinah yang menunjukkan makna aslinya. <em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>‘AM ;</strong>Lafadz yang menun jukkan makna umum yang mencakup semua satuannya dengan tanpa dibatasi oleh jumlah tertentu.Diantara lafadz yang menunjukkanmakna ‘am adalah :<em> </em></p>
<p><strong>1.</strong>Lafadz yang dimakrifatkan dengan huruf AL ( Al Ma’rifat)</p>
<p><strong>2.</strong>Isim Syarat ,seperrti Man <strong>من </strong></p>
<p><strong>3.</strong>isim maushul</p>
<p><strong>4.</strong>Lafadz nakirah yang di nafikan</p>
<p><strong>5.</strong>Lafadz kullu</p>
<p><strong>6.</strong>Lafadz jami’un</p>
<p><strong>KHASH;</strong>Adalah lafadz yang diciptakan untuk menunjukkan pada perorangan.</p>
<p><strong>MUTHLAQ;</strong>Adalah lafadz yang menunjukkan suatu satuan tanpa dibatasi secara harfiyaholeh suatu ketentuan.</p>
<p><strong>MUQAYYAD;</strong>Adalah lafadz yang menunjukkan suatu nkesatuan yang secara harfiyah dibatasi oleh suatu ketentuan.</p>
<p><strong>‘IBARAH AL-NASH;</strong>Sighah atas makna yang segera dapat dipahami dari dalalah tersebut dan dimaksudkan oleh redaksi ungkapan, baik redaksi tersebut dimaksudkan secara asal atau karena mengikuti.</p>
<p><strong>ISYARAH AL-NASH; </strong>Pengertian yang tidakl segera dap[at dimengerti dari penunjukan lafadz, dan tidak pula dimaksudkan oleh susunan kata, akan tetapi hanya makna lazim.</p>
<p><strong>DALALAH AL-NASH;</strong>Penunjukan lafadz atas ketetapan hokum yang diucapkan terhadap hokum yang didiamkan karena adanya persamaan illatyang di ketahui melalui bahasa dengan tanpa memerlukan ijtihad.</p>
<p><strong>IQTIDLA’ AL-NASH; </strong>Pengertian kata yang disisipkan secara tersirat dalam suatu pemahaman suatu redaksi tertentu yang tidak mungkin dipahami dengan benar tanpa adanya sisipan itu.</p>
<p><strong>MAFHUM MUKHALAFAH; </strong>Penunjukan lafadz atas ketetapan hokum yang di diamkan sebagai kebalikan dari hokum yang diucapkan. Maksudnya adalah hokum yang ditetapkan dengan mafhum mukhalafah merupakan kebalikan dari hokum yang diucapkan dalam teks.</p>
<p><strong>AMAR; </strong>Perintah untuk melakukan suatu perbuatan dari pihak yang lebih rendah tingkatannya kepada pihak yang lebih rendah timgkatannya.Bentuk amar dalam al-qur’an diantaranya adalah:</p>
<p>a.Perintah yang jelas dengan memakai lafadz<strong> امر </strong></p>
<p>b.Pemberitahuan bahwa perbuatan itu wajib dengan memakai lafadz <strong>كتب </strong></p>
<p>c.Jumlah khabarityah tetapi yang dimaksud adalah perintah.</p>
<p>d.Menuntut dengan bentuk kata kerja langsung.</p>
<p>e.Menggunakan lafadz <strong>فرض </strong></p>
<p>f. Menyebutkan perbuatan disertai dengan lafadz kebaikan</p>
<p>g.Menyebutkan perbuatan disertai dengan janji</p>
<p>Adapun amar ditinjau dari segi makna adalah; Al-Du’a (permohonan),Al-Irsyad (petunjuk), Al-Ta’jiz ( melemahkan), Al-Ibahah (kebolehan),Al-Ikram (memulyakan).</p>
<p><strong>NAHI;</strong> Larangan melakukan sesuatu perbuatan dari tingkatan yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah derajatnya. Bentuk nahi dalam al-qur’an diantaranya adalah:</p>
<p>a.Larangan dengantegas dengan menggunakan kata <strong>نهى</strong></p>
<p>b.Larangan dengan tegas dengan menggunakan kata <strong>حرم </strong></p>
<p>c.Larangan dengan menggunakan lafadz <strong>لايحل </strong></p>
<p>d.Larangan dengan menggunakan fi’il yang didahului LAM NAHI</p>
<p>e.Larangan yang menggunakan fi’il amar yang menunjukkan atas tuntutan mencegah</p>
<p>f.Menyebutkan perbuatan dengan disertai ancaman dosa</p>
<p>g.Menyebutkan perbuatan dengan disertai ancaman</p>
<p>Adapun nahi ditinjau dari segi makna adalah; Addu’a(permohonan), Al-Irsyad (petunjuk), Bayan aqibah (Menjelaskan sesuatu akibat), Al-Ta’is (keputus asaan)</p>
<p><strong>TAKHYIR;</strong>Adalah pilihan untuk mengerjakan sesuatu atau meninggalkan nya, atau memberikan kebebasan.</p>
<p><strong>TA’WIL;</strong>Adalah pemalingan suatu lafadz dari maknanya yang dzahir kepada maknanya yang lain karena adanya dalil yang menunjukkan bahwa makna itulaah yang dikehendaki oleh lafadz tersebut.</p>
<p>Metode maqashid al-syar’iyah</p>
<p>Pada metode ini kajiannya ditekankan pada hal-hal yang tidak secara langsung didapati pada teks dengan memperhatikan tujuan syari’at secara umum.Metode ini meliputi; Qias, Istihsan, Maslahah mursalah, ‘Urf, Istishab, Syar’u man qablana, Madzhab shahabi, Sadz al-dari’ah, Amal ahli madinah, adapun pengertian secara singkat sebagai berikut;</p>
<p>QIYAS;Menurut bahasa adalah “mengukur dan menyamakan sesuatu”adapun menurut istilah adalah menyamakan hokum sesuatu  yang tidak ada ketentuan hukumnya dengan sesuatu yang ada ketentuan hukumnya karena ada persamaan illat diantara keduanya. Disamping itu qiyas bisa dijadikan hujjah harus memenuhin syarat-syarat sebagai berikut</p>
<p>1.Adanya pokok (al-ashlu), yaitu sesuatu yang hukumnya telah ditetapkan oleh al-qur’an, al-hadis</p>
<p>maupun ijmak.</p>
<p>2.Adanya cabang (far’un)sesuatu yang tidak ada ketetapan hukumnya dalam al-qur’an, al-hadist</p>
<p>maupun ijmak .</p>
<p>3.Adanya hukum asal yaitu hokum syara’ yang ditetapkan oleh nash atau ijmak yang akan</p>
<p>diberlakukan kepada cabang.</p>
<p>Adanya illat yaitu sesuatu yang menjadi motivasi hokum.</p>
<p>Adapun mengenai macam-macam qias yaitu;</p>
<p>Qiyas aula ; yaitu illat yang terdapat pada cabang lebih utama dari pada illat yang terdapat</p>
<p>pada pokok .</p>
<p>Qiyas musawi ; Yaitu illat yang terdapat pada cabang sama bobotnya dengan illat yang</p>
<p>terdapat pokok .</p>
<p>Qiyas adna ; Yaitu illat yang ada pada cabang bobotnya lebih rendah.</p>
<p>ISTIHSAN;Menurut bahasa adalah menganggap baik sesuatu, adapun menurut</p>
<p>Istilah, ulama’ berbeda pendapat dan pengertian secara global dari perbedaan tersebut ialah sebenarnya  merupakan perpindahan dalil menuju dalil lain yang lebih kuat atas pertimbangan kemaslahatan. Dan pembagian istihsa sebagai berikut;</p>
<p>1.Istihsan berdasarkan nash;</p>
<p>2.Istihsan bil ijmak</p>
<p>3.Istihsan berdasarkan qiyas khafi</p>
<p>4.Istihsan berdasarkan mashlahah</p>
<p>5.Istihsan berdasarkan ‘urf</p>
<p>6.Istihsan berdasarkan keadaan dlarurat</p>
<p>MASLAHAH MURSALAH ;Secara epistimologi maslahah berarti manfaat, danmursalah berarti lepas. Dua kata ini kemudian digabung menjadi satu istilah yang menurut ahli ushul fiqh berarti; Kemaslahatan yang tidak ditegaskan dalam syari’at untuk merealisasikan dan tidak adapula dalil syara’ yang mendukung dan yang menolaknya .</p>
<p>Adapun pembagiannya adalah;</p>
<p>1.Maslahah al mu’tabarah; yaitu kemaslahatan yang didukung oleh dalil syara’.</p>
<p>2.Maslahahal-mulghah; Yaitu kemaslahatan yang ditolak karena bertentangan dengan ketentuan</p>
<p>syara’.</p>
<p>3.Maslahah al-mursalah Yaitu kemaslahatan yang sesuai dengan tujuan syara’akan tetapi tidak di</p>
<p>dukung dan tidak pula di tolak oleh dalil secara khusus.</p>
<p>Dan agar maslahah mursalah ini bisa diterima sebagai hujjah maka harus ada syarat-syarat yang harus di penuhi, yaitu;</p>
<p>a.Maslahah tersebut harus berupa maslahah yang hakiki dan bukan maslahah yang bersifat</p>
<p>perkiraan.</p>
<p>b.Maslahah tersebut harus bersifat umum bukan bersifat perorangan.</p>
<p>c.Maslahah tersebut harus bersifat tidak bertentangan dengan ketetapan al-qur’an,al-</p>
<p>hadist,maupun ijmak.</p>
<p>‘URF ; Adalah suatu perbuatan atau ucapan yang telah menjadi kebiasaan ditengah-tengah masyarakat.Mcam-macam ‘urf sebagai berikut;</p>
<p>1.’Urf al-shahih ; yaitu kebiasaan yang berlaku ditengah-tengah masyarakat yang tidak</p>
<p>bertentangan dengan nash tidak menghilangkan kemaslahatan dan tidak pula membawa</p>
<p>kemudlaratan. .</p>
<p>2.’Urf al-fasid ; Yaitu kebiasaan yang bertentangan dengan syara’, atau membawa membawa</p>
<p>kemudlaratan dan mencabut kemanfaatan.</p>
<p>Seperti hal yang lain ‘urf juga ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa dijadikan hujjah, yaitu;</p>
<p>a.’Urf harus berlaku secara umum.</p>
<p>b.’Urf harus sudah ada ketika persoalan yang akan ditetapkan hukumnya itu muncul.</p>
<p>C.‘Urf tidak bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan dalam suatu transaksi.</p>
<p>d.‘Urf harus tidak bertentangan dengan nash.</p>
<p>ISTISHAB; Menurut bahasa adalah menyesuaikan sesuatu. Sedang menurut istilah adalahMemberlakukan hokum suatu peristiwa sesuai dengan keadaan semula (hokum asal),selama tidak ada dalil yang menentukan hokum lain yang berbeda dengan hokum asal tersebut.Adapun macam-macamnya adalah;</p>
<p><strong>1.Istishab al-bara’ah al ashliyah;</strong>Istishab yang didasarkan bahwa pada dasarnya manusia bebasa dari taklif (beban) sampai adanya dalil yang merubah status tersebut.</p>
<p><strong>2.Istishab al-ibahah al-ashliyah;</strong> Yaitu istishab yang didasarkan atas hokum asal yaitu mubah (boleh).</p>
<p><strong>3.Istshabma dalla al-sya’u ‘ala tsubut; </strong>Istishab yang didasarkan atas tetapnya hokum yang udah ada sampai adadalil yang mencabutnya.</p>
<p>SYAR’U MAN QABLANA; Yang disebut syar’u man qablana adalah ajaran  atau syari’at para nabi sebelum nabi Muhammad khususnyha mengenai hokum-hukum amaliyah.<strong> </strong></p>
<p>MADZHAB SAHABI; Adalah perkataan sahabat rasulullah Menguenai masalah yang tidak ada dalam al-qur’an dan al-hadist.Perkataan para sahabat ini bisa di kelompokkan menjadi tiga katagori, yaitu; <strong> </strong></p>
<p>1.Perkataan sahabat yang bukan hasil ijtihad</p>
<p>2.Perkataan sahabat yang tidak dipertentangkan antara mereka (‘ijma’)</p>
<p>3.Perkataan sahabat yang merupakan hasil ijtihad.</p>
<p>SADD AL-DZARI’AH; Menurut istilah sad al dari’ah adalah melakukan suatu pekerjaan yang semula mengandung kemaslahatan untuk menuju kepada suatu kemafsadatan.Dan macam-macamnya ada empat macam; <strong> </strong></p>
<p>1.Perbuatan yang dilakukan itu secara pasti akan membawa mafsadat.</p>
<p>2.Perbuatan yang dilakukan itu jarang membawa mafsadat.</p>
<p>3.Perbuatan yang dilakukan itu besar kemungkinan akan membawa mafsadat.</p>
<p>4.Perbuatan yang pada dasarnya mengandung maslahah.</p>
<p><strong>AMAL AHLI MADINAH;</strong> Praktek hokum dari suatu masalah yang dilakukan oleh ulama’ madinah. Adapun bentuk-bentuknya adalah;<strong> </strong></p>
<p>Perbuatan yang disepakati oleh ulama’ ahli madinah dan tidak ada pertentangan dari ulama’ selain penduduk madinah.</p>
<p>Perbuatan yang disepakati oleh ulama’ madinah dan mendapat pertentangan dari ulama’ selain madinah.</p>
<p>Perbuatan yang dipertentangkan oleh mereka sendiri.</p>
<p><strong>6.MUJTAHID TERMASYHUR DAN METODE PENGAMBILAN HUKUM MEREKA </strong></p>
<p>Para mujtahid yang terkenal dikalangn ulama’ fuqoha’ ahlussunnah  adalah ; imam Abu Hanafi. Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Hanbali. Berikut ulasan secara singkat tentang biodata beliau-beliau;</p>
<p>1.Imam Abu Hanafi</p>
<p>Nama panjangnya adalah An NU’man bin Haris Bin Tsabit Bin Zauty Al-Kufiy, lahir pada tahun 80 H dan wafat pada tahun 150 H. Metode yang dipakai beliau adalah; Al-Qur’an, Al-Hadist, ijmak, Qiyas, Istihsan.</p>
<p>2.Imam Malik</p>
<p>Nama panjangnya adalah Malik Bin Anas Bin Abiy Amir Al- Asba’iy , lahir pada tahun 93 H dan wafat pada tahun 179 H. Metode yang dipakai beliau adalah; Al-Qur’an, Al-Hadist, ijmak, Qiyas, ‘Amalu Ahli Madinah, Qaulu as-Sahabiy,Istihsan.Sadd Adzari’ah, Menjaga khilaf, Istishhab, Mashlahah al- maursalah, Syar’u man qablana.</p>
<p>2.Imam Syafi’I</p>
<p>Nama panjangnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris al-Qarsy Al-Hasymy Al- Muttaliby bin Al-Abas bin ‘Usman bin Syafi’ , lahir pada tahun 150 H dan wafat pada tahun 204 H. Metode yang dipakai beliau adalah; Al-Qur’an, Al-Hadist, ijmak, Qiyas..</p>
<p>2.Imam Hanbali</p>
<p>Nama panjangnya adalah Abu Abdullah Ahmad bin hanbal bin hilal bin asad ad-Dahili As-Syaibani, lahir pada tahun 164 H dan wafat pada tahun 241 H. Metode yang dipakai beliau adalah; Al-Qur’an, Al-Hadist, ijmak, Qiyas, Istishab, Maslahah Al-Mursalah, Sadd Addari’ah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Daftar pustaka</strong></p>
<p><strong>1.Dr.Kasui Saiban, Metode Ijtihad Ibnu Rusyd, Kutub Minar, 2005</strong></p>
<p><strong>2. Drs. H.Ahmad Ba Hamid,LS. Assyari’ah Al-Fiqh 3, Departemen Agama RI </strong></p>
<p><strong>1998/1999.</strong></p>
<p><strong>3.Drs.H.Abdul Jabbar Adnan, Dirasat islamiyah IAIN Sunan Ampel, CV. Anika Bahgia </strong></p>
<p><strong>, Surabaya,1995.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=287&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/12/287/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/dsc00003.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MODEL METODE PEMBELAJARAN</title>
		<link>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/11/model-metode-pembelajaran/</link>
		<comments>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/11/model-metode-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 09:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppraudlatulmubtadiin</dc:creator>
				<category><![CDATA[GORESAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Metode Pembelajaran. Secara umum metode di artikan sebagai cara melakukan sesuatu. Secara khusus metode pembelajaran dapat di artikan sebagai cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya agar terjadi proses pembelajaran pada diri pembelajaran. Prinsip dasar pendidikan yang dimaksud di antaranya prinsip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=278&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/kkk.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-280" title="kkk" src="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/kkk.jpg?w=460" alt="kkk"   /></a>A. </strong><strong>Pengertian Metode Pembelajaran.</strong></p>
<p>Secara umum metode di artikan sebagai cara melakukan sesuatu. Secara khusus metode pembelajaran dapat di artikan sebagai cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya agar terjadi proses pembelajaran pada diri pembelajaran. Prinsip dasar pendidikan yang dimaksud di antaranya prinsip psikologis pendidikan dan prinsip pedagogis.</p>
<p><strong>B. </strong><strong>Prinsip, Teknik, dan Menejemen Pembelajaran. </strong></p>
<p><em>1. </em><em>Prinsip Psikologis pendidikan.</em></p>
<p>Prinsip Psikologis dalam pembelajaran digunakan untuk memahamkan berbagai aspek psikologis pembelajaran yang meliputi: perkembangan intelektual, belajar dilihat sebagai perubahan perilaku, tingkat kecerdasan, tingkat intelektual dan motifasi dalam belajar.<span id="more-278"></span></p>
<p><em>2. </em><em>Prinsip Pedagogis Dalam Pendidikan. </em></p>
<p>Prinsip pedagogis atau prinsip pembelajaran yang dimaksudkan meliputi berbagai teori dan pendekatan dalam belajar.</p>
<p><em>3. </em><em>Teknik Komunikasi Dalam Pembelajaran. </em></p>
<p>Teknik komunikasi pembelajaran adalah bagaimana menyampaikan pesan atau materi pembelajaran serta bagaimana mengembangkan dialogis guru dan murid atau sesama murid efektif.</p>
<p><em>4. </em><em>Menejemen Pembelajaran. </em></p>
<p>Teknik pengelola atau menejemen pembelajaran terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian dalam pembelajaran.</p>
<p><strong>C. </strong>Berbagai Metode Pembelajaran.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Banyak metode pembelajaran yang digunkan, tetapi ada sejumlah metode pembelajaran yang mendasar, sedangkan selebihnya adalah kombinasi atau modifikasi dari metode tersebut.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Metode Ceramah.</strong></p>
<p>Dalam metode ceramah guru menyampaikan materi secara moral atau lisan dan siswa atau pembelajar mendengarkan, mencatat, mengajukan pertanyaan, menjawab, dan dimengevaluasi.</p>
<p><em>Keunggulan Metode Ceramah</em>.<em> </em></p>
<p><em>b. </em>Kelemahannya.</p>
<p>Rumusan tujuan instruksional yang sesuai hanya sampai dengan tingkat <em>comprehension.</em><br />
Hanya cocok untuk kemampuan kognitif.<br />
Komunikasi cendrung satu arah (<em>one way</em>).<br />
Sangat bergantung pada kemampuan komunikasi verbal penyaji.<br />
Kurang inspirasif akan menurunkan antusias belajar peserta didik.<br />
Dapat digunakan untuk mengajar siswa dalam jumlah      banyak secara bersamaan.<br />
Tujuan pembelajaran dapat didefinisikan dengan      mudah.<br />
Pengajar dapat mengendalikan isi, arah, dan      kecepatan pembelajaran karena inisiatif terletak padanya.<br />
Ceramah yang inspiratif dapat menstimulasi siswa      untuk belajar lebih lanjut secara mandiri.<br />
<strong>2. </strong><strong>Metode Tanya Jawab. </strong><br />
Materi ajar disampaikan melalui proses tanya-jawab antara guru dengan siswa, dan sesama siswa. Metode Tanya-jawab diadobsi dari metode yang digunakan oleh Socrates seorang filsuf Yunani terkenal yang hidup pada masa sebelum masehi.<br />
<em>Keunggulan Metode  Tanya Jawab. </em><br />
Memotivasi siswa untuk mempersiapkan diri dan dan      mengikuti pembelajaran secara efektif.<br />
Mendorong siswa untuk berfikir kritis dan memperkaya      pemahaman terhadap materi yang diajarkan.<br />
Dapat digunakan untuk menguji pengetahuan factual      siswa untuk berbagai tingkat kemampuan.<br />
Dapat digunakan sebagai alat motivasi ektrinsik      yang akan meningkatkan semangat belajar.<br />
Dapat digunakan untuk mengarahkan hasil belajar.<br />
<strong>3. </strong><strong>Metode Diskusi. </strong><br />
Dalam metode diskusi proses pembelajaran berlangsung melalui kegiatan berbagi atau “<em>sharing</em>” informasi atau pengetahuan di antara sesama siswa. Dalam metode ini guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan masalah atau topic yang akan dibahas dan beberapa aturan dasar dalam diskusi.<br />
<em>Keunggulan Metode Diskusi. </em><br />
Menumbuhkan sikap ilmiah dan jiwa demokratis.<br />
Tergalinya gagasan baru yang memperkaya dan      memperluas pemahaman siswa terhadap materi yang dibahas.<br />
Menciptakan suasana belajar yang berpartisipasi dan      interaktif.<br />
<em>Kelemahannya.</em><br />
Pembicaraan dalam diskusi bisa keluar dari jalur      atau batasan topic yang sedang dibahas.<br />
Pengajuan pendapat di dominasi oleh siswa yang      lebih siap, lebih menguasai materi, dan atau oleh siswa yang memiliki      kebiasaan mendominasi pembicaraan.</p>
<p>Peserta yang tidak siap dan tidak percaya diri akan      pasif dan tidak berpartisipasi dan berkonstribusi dalam pembicaraan.<br />
<strong>4. </strong><strong>Metode Peragaan atau Demonstrasi.</strong></p>
<p>Metode peragaan dapat digunakan sebagai bagian dari pembelajaran teori maupun praktik. Pada kata peragaan dalam bahasa inggris adalah <em>demonstrate</em>. Sekalipun kedua kata tersebut secara umum dapat diartikan sebagai memperlihatkan, tetapi konteks pembelajaran peragaan atau demonstrasi tidak berarti sekedar memperlihatkan tetapi lebih dari itu peragaan diartikan sebagai membingbing dengan cara memperlihatkan langkah-langkah atau menguraikan.</p>
<p><em>Keunggulan Metode Peragaan.</em></p>
<p>Beberapa keunggulan metode peragaan jika digunakan dalam pembelajaran teori atau prakti adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Peragaan akan memberikan pemahaman yang lebih      kongkrit tentang bagian suatu obyek atau langkah-langkah suatu proses.</li>
<li>Peragaan atau demontrasi akan menuntut siswa      menguasai keterampilan tertentu secara lebih mudah dan sistematis termasuk      mengingat area proses kunci <em>Key Process Area</em> atau langkah-langkah      kunci yang harus dikuasai oleh siswa.</li>
</ol>
<p><em>Kelemahan Metode Peragaan. </em></p>
<p>Kelemahan utama yang sering dialami pengajar dalam menerapkan metode peragaan yaitu :</p>
<ol>
<li>Memerlukan waktu persiapan dan pelaksanaan yang      lebih banyak</li>
<li>Membutuhkan peralatan yang kadangkala mahal dan      atau tidak dimiliki oleh sekolah.</li>
<li>Agar efektif, peragaan harus dilakukan secara      berulang-ulang.</li>
</ol>
<p><strong>5. </strong><strong>Metode Bermain Peran. </strong></p>
<p>Pengalaman sebagai guru dan penatar menunjukkan bahwa metode pembelajaran bermain peran atau “<em>role play</em>” adalah metode yang sangat efektif digunakan untuk mensimulasi keadaan nyata. Contoh dari metode ini adalah kegiatan yang dapat diajarkan dengan <strong>PAKEM</strong> jika menggunakan metode bermain peran.</p>
<p><em>Keunggulan dari Metode Peran. </em></p>
<ol>
<li>Mampu melatih kompetensi siswa dalam melaksanakan      kegiatan praktis yang mendekati keadaan yang sebenarnya.</li>
<li>Metode bermain peran yang dirancang secara cermat      dan mendekati kegiatan yang sebenarnya.</li>
<li>Jika suasana pembelajaran dilakukan secara serius      dan mampu menghadirkan suasana yang mendekati sebenarnya.</li>
</ol>
<p><em>Kelemahan Metode Bermain Peran. </em></p>
<ol>
<li>Tidak semua guru menguasai kompetensi yang akan      disimulasikan sehingga jika dipaksa menerapkan metode bermain peran, maka      simulasi tidak mewakili kondisi nyata.</li>
<li>Tidak semua guru memiliki kompetensi merancang      kegiatan simulasi.</li>
<li>Memerlukan persiapan dan penyiapan yang matang      serta membutuhkan banyak waktu dan sumberdaya lainnya.</li>
<li>Bisa terjadi demotivasi dalam diri siswa yang      kurang berperan dalam kegiatan tersebut atau memainkan peran yang kurang      disukainya.</li>
</ol>
<p><strong>6. </strong><strong>Metode Pembelajaran Praktik. </strong></p>
<p>Gambaran umum dari metode ini adalah pendidikan kejujuran, pendidikan profesi, dan diklat (pendidikan dan pelatihan) keterampilan perlu dilakukan pengajaran praktik. Pengajaran peraktik ditinjau dari lokasi pembelajarannya dapat dibedakan atas : Pengajaran praktik di bengkel atau labolatorium, dan Pengajaran praktik di lapangan atau lokasi pekerjaan.</p>
<p><em>Keunggulan Metode Pembelajaran Praktik. </em></p>
<ol>
<li>Diperolehnya perubahan perilaku ranah psokomotor      dalam bentuk keterampilan melakukan pekerjaannya sesuai dengan tuntutan      profesinya.</li>
<li>Mempermudah dan memperdalam pemahaman tentang      berbagai teori yang terkait dengan praktik yang sedang dikerjakannya.</li>
<li>Meningkatkan motivasi dan gairah belajar siswa      karena pekerjaan yang dilakukan memberikan tantangan baru baginya.</li>
<li>Meningkatkan kepercayaan diri siswa tentang      profesionalisme yang dimilikinya.</li>
</ol>
<p><em>Kelemaham Metode Pembelajaran praktik. </em></p>
<ol>
<li>Memerlukan persiapan yang matang meliputi kegiatan      dan peralatan yang diperlukan.</li>
<li>Siswa membutuhkan waktu yang relative lama untuk      mencapai kompetensi standar.</li>
<li>Memerlukan biaya yang tinggi untuk pengadaan bahan      dan peralatan praktik.</li>
<li>Membutuhkan biaya yang tinggi untuk pengoprasian      serta pemeliharaan peralatan praktik.</li>
</ol>
<p><strong>7. </strong><strong>Metode Kunjungan Lapangan. </strong></p>
<p>Kegiatan kunjungan lapangan diselenggarakan terutama untuk memberikan kesempatan kepada siswa atau mahasiswa atau peserta diklat melakukan pengamatan kegiatan yang berkaitan dengan dunia profesinya dalam situasi nyata di lapangan.</p>
<p><em>Keunggulan Metode Kunjungan Lapangan.</em></p>
<ol>
<li>Sangat efektif dalam memperluas wawasan siswa      sebagai perubahan perilaku ranah kognitif tentang bidang pekerjaan sesuai      dengan profesinya kelak.</li>
<li>Memperkuan dan memperdalam pemahaman tentang      aplikasi berbagai teori dan praktik yang dipelajari siswa di sekolah.</li>
<li>Meningkatkan motivasi dan gairah belajar siswa      karena memperolah gambaran nyata tentang lapangan pekerjaan.</li>
<li>Memberikan masukan praktis dan baru bagi guru serta      sekolah guna meningkatkan program pembelajaran.</li>
<li>Menjadi sarana hubungan kerjasama yang lebih luas      dan saling menguntungkan antara sekolah dan lembaga.</li>
<li>Menjadi sarana promosi sekolah dan tamatan kepada      lembaga atau perusahaan yang bersangkutan.</li>
</ol>
<p><em>Kelemahan Metode Kunjungan Lapangan. </em></p>
<ol>
<li>Memerlukan biaya relative tinggi untuk      transportasi, akomodasi, dan konsumsi peserta kunjungan lapangan.</li>
<li>Kegiatan di lembaga atau perusahaan sasaran      kunjungan lapangan tidak selalu sesuai dengan kompetensi yang akan      dicapai.</li>
<li>Lokasi lembaga atau perusahaan sasaran kunjuungan lapangan      yang kurang matang justru akan mengalihkan tujuan kunjungan lapangan      menjadi sekedar wisata tanpa manfaat yang memadai dari sudut pandang      pendidikan.</li>
</ol>
<p><strong>8. </strong><strong>Metode Proyek. </strong></p>
<p>Dengan metode proyek siswa secara individual atau secara kelompok ditugaskan mengerjakan sebuah proyek dengan menerapkan berbagai kompetensi yang terkait secara terpadu untuk menghasilkan sebuah produk atau hasil karya yang nyata dan tuntas.</p>
<p><em>Keunggulan Metode Proyek.</em></p>
<ol>
<li>Sangat efektif dalam memfasilitasi aplikasi      berbagai kompetensi secara terpadu dalam kegiatan nyata dan produktif.</li>
<li>Sangat dalam membangkitkan motivasi belajar dan      rasa tanggung jawab dalam diri siswa.</li>
<li>Jika dikerjakan secara kelompok maka siswa akan      belajar dan berlatih pekerjaan dalam sebuah tim dengan mana mereka      berlatih dalam mengembangkan sikap.</li>
</ol>
<p><em>Kelemahan Metode Proyek. </em></p>
<ol>
<li>Membutuhkan persiapan dan rancangan yang matang.</li>
<li>Membutuhkan keahlian yang memadai dari guru untuk      memilih pryek yang sesuai dengan isi kurikulum.</li>
<li>Dalam beberapa hal metode proyek menuntut      konsekuensi biaya yang cukup besar.</li>
</ol>
<p><strong>9. </strong><strong>Metode Tutorial. </strong></p>
<p>Sejatinya metode tutorial adalah metode pembelajaran dengan mana guru memberikan bimbingan belajar kepada siswa secara individual. Oleh sebab itu metode ini sangat cocok diterapkan dalam model pembelajaran mandiri seperti pada pembelajaran jarak jauh dengan mana siswa terlebih dahulu diberi modul untuk dipelajari.</p>
<p><em>Keunggulam Metode Tutorial.</em></p>
<ol>
<li>Siswa memperoleh pelayanan pembelajaran secara      individual sehingga permasalahan spesifik yang dihadapinya dapat dilayani      secara spesifik pula.</li>
<li>Seorang siswa dapat belajar dengan kecepatan yang      sesuai dengan lemampuannya tanpa harus dipengaruhi oleh kecepatan bel;ajar      siswa yang lain atau lebih dikenal dengan istilah “<em>Slef Paced Learning</em>”.</li>
</ol>
<p><em>Kelemahan Metode Tutorial. </em></p>
<ol>
<li>Sulit dilaksanakan pembelajaran klasikal karena      guru harus melayani siswa dalam jumlah yang banyak.</li>
<li>Jika tetap dilaksanakan, diperlukan teknik mengajar      dalam tim atau “<em>team teaching</em>” dengan pembagian tugas di antara      anggota tim.</li>
<li>Apabila tutorial ini dilaksanakan, untuk melayani      siswa dalam jumlah yang banyak, diperlukan kesabaran dan keluasan      pemahamann guru tentang materi.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/278/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com&amp;blog=6723049&amp;post=278&amp;subd=ppraudlatulmubtadiin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppraudlatulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/11/model-metode-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d69c42de6c3c3e29fcca9dae92b0195?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppraudlatulmubtadiin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppraudlatulmubtadiin.files.wordpress.com/2009/11/kkk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kkk</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
