jump to navigation

Manajemen Konflik November 14, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
add a comment

Image result for konflik pendidikanDefinisi Manajemen Konflik

Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan interpretasi. Bagi pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukan adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.

Menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi (termasuk perilaku) para pelaku dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik. (lebih…)

KRITIK PAULO FREIRE TERHADAP PENDIDIKAN “GAYA BANK”DI DALAM PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS November 14, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
add a comment

 

Image result for Paulo FreirePengertian Kaum Penindas dan Kaum Tertindas Perspektif Paulo Freire

Masalah sentral bagi manusia adalah humanisasi. Humanisasi merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan, karena sejarah menunjukkan bahwa humanisasi dan dehumanisasi merupakan alternatif yang real. Akan tetapi, hanya humanisasi saja yang patut dipertahankan karena humanisasi merupakan suatu istilah penting yang dapat memanusiakan manusia, dan yang merupakan fitrah manusia. Dalam kehidupan kaum tertindas, fitrah tersebut senantiasa diingkari. Bahkan sebaliknya, fitrah tersebut tidak diakui dan disangkal lalu diputarbalikkan melalui ketidakadilan, eksploitasi, pemerasan, penindasan dan kekejaman dari kaum penindasan. freire menggambarkan penindasan sebagai kondisi dimana A secara objektif  mengeksploitasi B atau merintangi usaha untuk menegaskan diri sebagai orang yang bertanggung jawab. [1]

Sesungguhnya, dehumanisasi bukan hanya identik dengan kaum tertindas tetapi juga dilengkapi oleh kaum penindas. Maka, dehumanisasi ini disebut dengan sebuah penyimpangan fitrah untuk menjadi manusia sejati yang dapat menyelesaikan tanggung jawabnya. Adapun hasil dari suatu tatanan ketidakadilan yang berasal dari penyimpangan fitrah akan menimbulkan kekejaman pada kaum penindas, yang akan melahirkan dehumanisasi terhadap kaum tertindas. (lebih…)

Ali Asgrar (Engineer) November 14, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
add a comment

 Image result for asghar ali engineerBiografi Asghar Ali Engineer

Asghar Ali Engineer adalah seorang Muslim India. Ia adalah seorang pemikir, penulis dan aktivis sekaligus. Pemikirannya yang paling dikenal  adalah mengenai Islam dan Teologi Pembebasan. Asghar lahir pada 10 Maret 1939 di Salumbar, Rajastan India. Ayahnya, Shaikh Qurban Hussain adalah seorang ulama pemimpin kelompok Daudi Bohras[10]. Sewaktu belajar Tafsir dan Ta’wil Al-Qur’an, Fiqh, Hadis, dan Bahasa Arab, ia juga banyak membaca karya-karya Bettrand Russel dan Karl Marx. Ia mengaku telah membaca buku Das Kapital karya Marx[11]. Bacaan ini terbukti sangat berpengaruh dalam cara dia menganalisis dan membahasakan gagasannya dengan bahasa-bahasa “khas kiri” seperti ketidakadilan, penindasan, revolusi, perubahan radikal, dan sebagainya.

Ia mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang tekhnik sipil dari Vikram University, Madhya Pradesh. Selama 20 tahun ia sempat menjadi pegawai Kota Mumbay sampai memilih menjadi aktivis gerakan Bohra pada tahun 1972. Pada tahun 1980, ia membentuk Institute of Islamic Studies, di Mumbai, guna mendorong pandangan Islam Progresif di India. Pada tahun 1993  ia mendirikan Center for Study of Society and Secularism untuk mempromosikan kerukunan komunal (agama). (lebih…)

CITRA GURU PROFESIONAL November 14, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
add a comment

 guru 3333Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru

Sudjana (dalam Mustafa, 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut:

  1. Adanya pandangan sebagian masyarakat, bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan
  2. Kekurangan guru di daerah terpencil, memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru; dan
  3. Banyak guru yang belum menghargai profesinya, apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Perasaan rendah diri karena menjadi guru, penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya.

Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru, penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar, sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. (lebih…)

PROFESI KEGURUAN November 14, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
add a comment

DSC05160A.Pengertian Guru

Guru dalam bahasa jawa adalah menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakkini sebagai kebenaran oleh semua murid. Sedangkan ditiru artinya seorang guru harus menjadi suri teladan (panutan) bagi semua muridnya.

Secara tradisional guru adalah seorang yang berdiri didepan kelas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. (lebih…)

MODEL-MODEL DESAIN PEMBELAJARAN November 8, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
add a comment

imagesModel-model Desain Pembelajaran

Seperti Model-model yang menggunakan system lainya, tidak lepas dari komponen-komponen yang ada dalam itu sendiri dan juga menekankan pada tercapainya tujuan. Adapun komponen-komponen dalam adalah Materi pelajaran, Metode, Alat, dan evaluasi. dengan begitu  dapat di artikan suatu kesatuan yang terorganisasi, yang terdiri dari seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Menurut Basyiruddin merupakan langkah-langkah pengembangan dan pelaksanaan pengajaran sebagai suatu system untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif. (lebih…)

PROSEDUR PELAKSANAAN EVALUASI November 8, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in Tak Berkategori.
add a comment

assesmenpengertian Evaluasi Pelaksanaan

 Evaluasi program bimbingan menurut W.S Winkel (1991: 135), adalah usaha menilai efisiensi dan efektivitas pelayanan bimbingan itu sendiri demi peningkatan mutu program bimbingan. Sedangkan menurut Dewa Ketut Sukardi (1990: 47) adalah segala upaya tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualiatas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. Jadi Evaluasi pelaksanaan program bimbingan adalah suatu usaha dan untuk menilai efisiensi dan efektifitas pelayanan bimbingan dan demi peningkatan mutu program bimbingan. Evaluasi pelaksanaan program bimbingan iaiah uasaha penelitian, dengan cara mengumpulkan data secara sistematis, (lebih…)

ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR  November 8, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
add a comment

 SANY0228Instrument evaluasi dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu instrumen evaluasi hasil belajar kognitif, instrumen evaluasi hasil belajar efektif, instrumen evaluasi hasil belajar psikomotor. Instrumen evaluasi untuk ketiga hasil belajar tersebut perlu dianalisis sebelum dan sesudah digunakan yang tujuannya agar dapat dihasilkan instrument evaluasi yang memiliki kualitas tinggi. Pada uraian berikut akan dibahas teknik analisis kualitas instrument secara berurutan mulai kualitas instrument evaluasi hasil belajar koknitif, instrument evaluasi hasil belajar afektif dan instrument hasil belajar psikomotor.

  1. ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN EVALUASI HASIL KOGNITIF

Pada umumnya hasil belajar kognitif dinilai dengan tes. Tes dalam bentuk butir – butir soal sebelum digunakan hendaknya dianalisis terlebih dahulu agar memenuhi syarat sebagai alat evaluasi yang memiliki kualitas tinggi.

Cara menganalisis butir – butir tes tersebut dapat ditempuh melalui dua cara, yaitu: (lebih…)

SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN BESERTA MODELNYA November 8, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in Tak Berkategori.
add a comment

SANY0245 SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN FORMAL

Landasan Sosial-Budaya Pengembangan Kurikulum perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Peserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula.

Kehidupan masyarakat, dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. Dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan muncul manusia – manusia yang menjadi terasing dari lingkungan masyarakatnya, tetapi justru melalui pendidikan diharap pendidikan. (lebih…)

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional November 8, 2016

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
add a comment

xk6ylcr7ubaaaaabjru5erkjgggSistem pendidikan nasional diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia. Penggantian UU Sistem Pendidikan Nasional No 2 Tahun 1989 menjadi UU No 20 Tahun 2003 disebabkan adanya reformasi dalam pemerintahan yang bersifat sentralistik menjadi desentralistik ditandai dengan adanya otonomi daerah. Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 terdiri dari 22 Bab dan 77 pasal, yaitu:

Bab 1. Ketentuan Umum. Bab 2. Dasar, Fungsi, dan Tujuan. Bab 3. Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan. Bab 4. Hak dan Kewajiban Warga Negara, Orang Tua, Masyarakat, dan Pemerintah. Bab 5. Peserta Didik. Bab 6. Jalur, Jenjang, dan Jenis Pendidikan. Bab 7. Bahasa Pengantar. Bab 8. Wajib Belajar. Bab 9. Standar Nasional Pendidikan. Bab 10. Kurikulum. Bab 11. Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Bab 12. Sarana dan Prasarana Pendidikan. Bab 13. Pendanaan Pendidikan. Bab 14. Pengelolaan Pendidikan. Bab 15. Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan. Bab 16. Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi. Bab 17. Pendirian Satuan Pendidikan. Bab 18. Penyelenggaraan Pendidikan Oleh Lembaga Negara Lain. Bab 19. Pengawasan. Bab 20. Ketentuan Pidana. Bab 21. Ketentuan Peralihan. Bab 22. Ketentuan Penutup (lebih…)