jump to navigation

PENYIMPANGAN SEX September 27, 2009

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
trackback

ONANI, HOMOSEXUAL, LESBIAN DAN BESTIALITI

FunnyPart-com-scootercowA.Pengertian Onani, Homosexual, Lesbian Dan Bestialiti

Onani dalam istilah lain disebut Masturbasi, Liwath (bahasa Arab) adalah mencari kenikmatan sex dengan melalui benda-benda atau melalui tangan sendiri maupun orang lain. Masturbasi ini tidak hanya dilakukan oleh para pria dan wanita yang sudah dewasa saja, namun orang-orang yang sudah berumah tanggapun sering melakukannya, bila mereka tidak merasa puas dengan pasangan sexnya. Bagi wanita, masturbasi dilakukan dengan cara menggesek-gesekkan kelentitnya pada suatu benda atau mengusap-ngusapnya.Sedangkan bagi pria, masturbasai dilakukan dengan menggesekkan penisnya kepada benda lain atau dengan tangannya atau tangan orang lain, sampai mengalami ejakulasi.

Homosexual berarti hubungan sexual antara orang-orang yang sejenis, yaitu laki-laki dengan laki-laki. Istilah lain adalah sexsual invesion, contrary sexual feling serta urning, dan Sodomi. Praktek homosex dalam hal ini, mereka saling melakukan stimulasi dengan cara memasukkan penis kedalam dubur partner sexnya.

Lesbian adalah homosex yang dilakukan oleh wanita dengan wanita, Praktek sexual lesbian adalah dengan menggesekkan kelentit dengan kelentit mitra sexnya.

Bestialiti ini adalah cara yang menjijikkan dari semua cara penyaluran libido sex. Dengan berhubungan sex dengan binatang, berarti menyamakan derajatnya dengan yang disetubuhinya. Praktek bestialiti bagi wanita adalah dengan menyuruh binatang tersebut untuk menjilati sekitar vaginanya atau kelentitnya hingga dirinya mengalami orgasme. Sedangkan laki-laki adalah dengan memasukkan penisnya ke lubang dubur binatang tersebut. [1]

B. Hukum Melakukan Onani, Homosexual, Lesbian Dan Bestialiti

1. Hukum Melakukan Onani

Kebanyakan para ulama mengharamkan perbuatan tersebut, di antaranya Imam Malik. Beliau memakai dalil ayat yang berbunyi:

Artinya : “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap isterinya atau hamba sahayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barangsiapa mau selain yang demikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melewati batas.” (Al-Mu’minun: 5-7)

Sedang orang yang onani adalah melepaskan syahwatnya itu bukan pada tempatnya.

Sedang Ahmad bin Hanbal berpendapat, bahwa mani adalah barang lebihan. Oleh karena itu boleh dikeluarkan, seperti memotong daging lebih.

Pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hazm. Tetapi ulama-ulama Hanafiah memberikan Batas kebolehannya itu dalam dua perkara:

  1. Karena takut berbuat zina.
  1. Karena tidak mampu kawin.

Pendapat Imam Ahmad ini memungkinkan untuk kita ambil dalam keadaan gharizah (nafsu syahwat) itu memuncak dan dibimbangkan akan jatuh ke dalam haram. Misalnya seorang pemuda yang sedang belajar atau bekerja di tempat lain yang jauh dari negerinya, sedang pengaruh-pengaruh di hadapannya terlalu kuat dan dia bimbang akan berbuat zina. Karena itu dia tidak berdosa menggunakan cara ini (onani) untuk meredakan bergeloranya gharizah tersebut dan supaya dia tidak berlaku zina.

Kesimpulan pandangan terkuat oleh berbagai kumpulan ulama’ mendapati bahwa hukum Onani adalah :

1)      Satu perbuatan yang haram, tetapi ia bukanlah satu jenis dosa besar seperti zina, riba, membunuh dan sebagainya.

2)      Hukum dosa ini memang boleh berubah menjadi tidak berdosa sekiranya ia dilakukan dalam keadaan dharurat yaitu ketika tanpa melakukan seseorang akan Pasti terjerumus dalam kancah zina.

3)      Hukum dosa ini boleh menjadi bertambah besar apabila ia menjadi tabiat dan amalan kebiasaan disebabkan tindakannya sendiri seperti menjadi kegemarannya untuk melihat gambar dan video porno. Akibat dari tindakannya itu, ia terdorong ingin berzina lalu beronani. Tatkala itu, tindakan onaninya bukan lagi terdesak tetapi dirinya sendiri yang sengaja mendorong kepada terdesak itu.

4)      Hukum dosa atau haram melakukan onani bagi lelaki dan wanita juga menjadi bertambah serius apabila perbuatan onani tadi mempunyai kesan negatif kepada kesehatan. [2]

2. Hukum Melakukan Homosexual

‘Ulama Fiqih telah sepakat atas keharaman homoseks dan penghukuman terhadap pelakunya dengan hukuman yang berat.

Hukum ini berdasarkan kepada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA, sabda Nabi s.a.w.; “Apabila mendatangi lelaki terhadap lelaki (liwat), maka kedua-duanya adalah berzina” (HR. Baihaqi).

Begitu juga hadis daripada Ibnu Abbas RA, bersabda Nabi s.a.w. ; “Barang siapa yang mendapatinya melakukan amalan kaum lut, maka bunuhlah pembuat dan yang kena buat (kedua-duanya)” (HR.At-Tirmidzi, An-Nasa’I dan Ibn Majah. [3]

3. Hukum Melakukan Lesbian

Lesbian hukumnya haram menurut ijma’ (konsensus) para ‘ulama. Tentang hal ini ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لاينظر الرجل الى عورة الرجل ولاالمراة الى عورة المراة ولايفض الرجل الى الرجل فى ثوب واحد ولايفض المراة الى المراة فى الثوب الواحد

“Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki. Perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Laki-laki tidak boleh ‘berkumpul dengan laki-laki lain dalam satu kain’. Perempuan tidak boleh ‘berkumpul dengan perempuan lain dalam satu kain’.”[4]

Adapun hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku lesbian ini sama dengan hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku homosexual.

4. Hukum Melakukan Bestialiti

Tentang hukum bersetubuh dengan binatang, ‘ulama telah mengatakan sepakatnya, bahwa hukumnya haram secara mutlak. Bahkan seperti homosex, orang yang bersetubuh dengan binatang, juga wajib dibunuh dengan binatangnya. Lihat hadist ini :

من وقع على بهيمة فاقتلوه واقتلواالبهيمت

Artinya : “Barang siapa berhubungan kelamin dengan hewan maka bunuhlah ia dan bunuh (pula) hewannya”. (HR.Ahmad, Abu Daud dan Al-Tirmidzi).[5]

Diriwayatkan dari Jabir bin Zaid bahwa ia berkata: “Barangsiapa bersetubuh dengan hewan, maka ia harus dihadd.”

Diriwayatkan dari Ali bahwa ia berkata: “Jika yang bersetubuh dengan hewan itu orang muhshon, maka ia harus dirajam.”

Hewan tersebut dibunuh untuk menghindari hewan tersebut dari menurunkan anak yang mempunyai kelainan. (Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah Jil. IX, hal. 140)[6]

C. Bentuk Hukuman Yang Dilimpahkan Kepada Pelaku Homosex Dan Lesbian

Tidak ada perbedaan tentang hukum homoseksual dan lesbian dari para ulama fikih. Bahkan yang bersuber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Semua mengatakan, hukumnya haram. Perbedaan hanya pada soal bentuk hukuman.

Imam Abu Hanifah (pendiri mazhab Hanafi) berpendapat : praktik homoseksual tidak dikategorikan zina dengan alasan: Pertama: karena tidak adanya unsur (kriteria) kesamaan antara keduanya. unsur menyia-nyiakan anak dan ketidakjelasan nasab (keturunan) tidak didapatkan dalam praktik homoseksual. Kedua: berbedanya jenis hukuman yang diberlakukan para sahabat (sebagaimana di atas). Berdasarkan kedua alasan ini, Abu Hanifah berpendapat bahwa hukuman terhadap pelaku homoseksual? adalah ta’zir (diserahkan kepada penguasa atau pemerintah). [al hidayah syarhul bidayah 7/194-196, fathul qadir juz : 11 hal : 445-449 dan al mabsuth juz :11 hal : 78-81]

Menurut Muhammad Ibn Al Hasan As Syaibani dan Abu Yusuf (murid Abu Hanifah) : praktik homoseksual dikategorikan zina, dengan alasan adanya beberapa unsur kesamaan antara keduanya, seperti: Pertama, tersalurkannya syahwat pelaku. Kedua, tercapainya kenikmatan (karena penis dimasukkan ke lubang dubur). Ketiga, tidak diperbolehkan dalam Islam. Keempat, menumpahkan (menya-nyiakan) air mani. Berdasarkan alasan-alasan tersebut, Muhammad Ibn Al Hasan dan Abu Yusuf berpendapat bahwa hukuman terhadap pelaku homoseksual sama seperti hukuman yang dikenakan kepada pezina, yaitu: kalau pelakunya muhshan (sudah menikah), maka dihukum rajam (dilempari dengan batu sampai mati), kalau gair muhshan (perjaka), maka dihukuman cambuk dan diasingkan selama satu tahun. [dalam al hidayah syarhul bidayah 7/194-196, fathul qadir juz : 11 hal : 445-449 dan al mabsuth juz :11 hal : 78-81]

Menurut Imam Malik praktek homoseksual dikategorikan zina dan hukuman yang setimpal untuk pelakunya adalah dirajam, baik pelakunya muhshan (sudah menikah) atau gair muhshan (perjaka). Ia sependapat dengan Ishaq bin Rahawaih dan As Sya’bi. [minahul jalil, juz : 19 hal : 422-423]

Menurut Imam Syafi’i, praktik homoseksual tidak dikategorikan zina, tetapi terdapat kesamaan, di mana keduanya sama-sama merupakan hubungan seksual terlarang dalam Islam. Hukuman untuk pelakunya: kalau pelakunya muhshan (sudah menikah), maka dihukum rajam. Kalau gair muhshan (perjaka), maka dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan selama satu tahun. Hal tersebut sama dengan pendapat Said bin Musayyib, Atha’ bin Abi Rabah, An Nakha’i, Al Hasan dan Qatadah. [al majmu’ juz : 20 hal : 22-24 dan al hawi al kabir, juz : 13 hal : 474-477]

Menurut Imam Hambali, praktik homoseksual dikategorikan zina. Mengenai jenis hukuman yang dikenakan kepada pelakunya beliau mempunyai dua riwayat (pendapat): Pertama, dihukum sama seperti pezina, kalau pelakunya muhshan (sudah menikah) maka dihukum rajam. kalau pelakunya gair muhshan (perjaka), maka dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan selama satu tahun. (pendapat inilah yang paling kuat). Kedua, dibunuh dengan dirajam, baik dia itu muhshan atau gair muhshan. [al furu’, juz :11 hal : 145-147, al mughni juz : 10 hal : 155-157 dan al inshaf juz : 10 hal : 178].[7]

D. Pengaruh Negatif Penyimpangan Sex Terhadap Pelakunya

Penyimpangan sex selain mempunyai hukum haram juga mempunyai pengaruh yang negatif pada pelakunya, diantaranya:

  1. Pengaruh Terhadap Jiwa adalah goncangan batin yang ada pada diri seorang yang melakukan penympangan sex, bila ia merasakan kelainan-kelainan insting sexnya.
  2. Pengaruh Terhadap daya fikir atau kerja otak, sehingga tidak dapat berfikir secara abstrak, minat terhadap sesuatu amat kurang sehingga membuat lemahnya otak.
  3. Pengaruh Terhadap Mental yakni terjadinya sesuatu syndrome mental disebut “Neurasthenia” (penyakit lemah syahwat). Juga depresi mental, akibat suka menyendiri serta mudah tersinggung, sehingga tidak dapat merasakan bahagianya hidup.
  4. Pengaruh Terhadap Akhlaq yaitu apabila seseorang melakukan penyimpangan sex jelas telah rusak akhlaqnya, sebab ia melanggar sesuatu yang diharamkan agamanya. Dan kerusakan akhlaq dan bejadnya moral agama merupakan suatu penyakit jiwa yang berbahaya. Seseorang yang keranjingan penyimpangan sex homosex misalnya sudah pasti gelap mata, sehingga tidak dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.[8]

DAFTAR RUJUKAN

  1. Haqiqi Alif, Masa Remaja Penuh Sensasi, Lintas Media. Jombang
  1. http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&task=view&id=282&Itemid=89
  2. http://hotarticle.org/homoseks-lesbian-dan-bestialiti-menurut-islam/
  3. http://www.gaulislam.com/homoseksual-dan-lesbian-dalam-perspektif-fikih-2
  1. http://www.mail-archive.com/atekbl@yahoogroups.com/msg00470.html

[1] Haqiqi Alif, Masa Remaja Penuh Sensasi, Lintas Media. Jombang. Hlm; 131-140

[2] http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&task=view&id=282&Itemid=89

[3] http://www.mail-archive.com/atekbl@yahoogroups.com/msg00470.html

[4] http://hotarticle.org/homoseks-lesbian-dan-bestialiti-menurut-islam/

[5] Look Cit.Haqiqi Alif.

[6] Look Cit. Hot Article.

[7] http://www.gaulislam.com/homoseksual-dan-lesbian-dalam-perspektif-fikih-2

[8] Look Cit. Haqiqi Alif

Komentar»

1. DEWA TIMUR - Juli 20, 2011

Tp kok di lebanon, bersetubuh dg binatang diperbolehkan? yg penting betina. kalau jantan gk boleh.

2. Ahyauddin - September 11, 2011

Betul semua itu pak ustand !!!tak lain dan tak bkan

3. kumpulan skripsi - November 4, 2011

Nice info gan. Salam kenal

4. Badar - Februari 4, 2013

Tapi kenapa ada sex dog,malah penis anjing boleh dimasukkan ke dalam vagina manusia.

5. Badar - Februari 4, 2013

Tapi,saya suka penjelasan di atas.

6. Badar - Februari 4, 2013

Saya sangat tidak setuju dengan sex dog.

7. Survival Knife Review - Juli 14, 2013

Hi there to all, how is all, I think every one is getting more from this site, and your views are good in support of
new viewers.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: