jump to navigation

4 TAHAP PEMBELAJARAN MENUJU SUKSES November 8, 2009

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
trackback

GDGR_022Siklus seluruh kegiatan belajar manusia mempunyai empat unsur : Persiapan, Penyampain, Pelatihan, Penampilan hasil. Dipandang dari empat unsure ini, baik satu bentuk atau lain bentuk, pembelajaran yang sebenarnya akan berlangsung

Proses pembelajaran empat tahap yang sederhana ini bersifat universal, dan bisa diterapkan untuk belajar apa saja, dimana saja, dan kapan saja.

Misalnya : diterapkan pada bayi yang belajar bermain denga mainannya, anak yang belajar naik sepeda, remaja yang belajar bahasa asing, orang dewasa yang belajar menari. Dan lain sebagainya.

Menyalahi proses belajar ini banyak dilakukan di sekolah dan bisnis sekarang, jika salah satu dari empat tahap ini tidak ada, belajarpun akan merosot atau terhenti sama sekali.

Maka dari itu saya mencoba dalam makalah ini menggangkat tema “Empat Tahap Pembelajaran” . harap saya semoga dengan tema diatas kita bisa membenahi paling tidak bisa mencari jalan keluar bagaimana pendidikan di Indonesia bisa maju, berkembang sesuai dengan standar nya pendidikan yang proposional.

Empat Cara Ban-Pembelajaran Menjadi Kempes

1. Tahap Persiapan Lemah

Pembelajaran akan terganggu, jika system pembelajaranya tidak terbuka dan tidak siap untuk belajar, tidak menyadari manfaat belajar untuk diri sendiri, tidak memiliki semangat/minat belajar, atau terhambat oleh beberapa rintangan dan halangan dalam belajar.

Mengenai rintangan, banyak orang yang menyimpan perasaan negative tanpa menyadarinya bahwa berdasarkan pengalaman masa lalu, mereka mungkin mengaitkan situasi belajar formal dengan pengurungan, kebosanan dan hal-hal yang tidak relevan.

Adapun tujuan tahap persiapan adalah menimbulkan minat para pembelajar, memberikan perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang, dan menempatkan mereka dalam situasi optimal untuk belajar.

Ada beberapa tips untuk melakukan ini, diantaranya :

-memberikan sugesti posiif

-memberikan pernyataan yang yang memberi makna terhadap

pembelajaran

-memberikan tujuan yang jelas dan bermakna dan membangkitkan rasa

ingin tahu.

-menciptakan lingkungan fisik,social dan emosional yang positif.

-menyingkirkan penghambat pembelajaran dan rasa yang feriori.

-banyak bertanya dan menggemukakan berbagai masalah serta mengajak

pembelajar terlibat penuh sejak awal.

2. Tahap Penyampain Lemah

Pembelajaran akan terganggu jika seseorang tidak memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang baru dalam cara yang berarti bagi mereka yang melibatkan diri mereka sepenuhmya. Apabila dalam pembelajaran mereka hanya sebagai konsumen pasif bukan creator aktif dalam proses belajar.

Ketika tips pembelajaran yang kita terapkan seperti ini, kemungkinan besar belajar akan berjalan dengan tidak stabil(pincang), atau malah terhenti karna bosan dan tidak senagan dengan system pembelajarn yang ada. Hal serupa mungkin saja, bisa terjadi jika gaya belajar pribadi seseorang tidak diperhatikan dalam tahap penyampaiannya.

Adapun tujuan penyampaian adalah membantu pembelajar untuk menemukan materi belajar yang baru dengan cara yang menarik, menyanagkan, melibatkan panca indra, dan cocok untuk semua gaya belajar.

Ada beberapa cara untuk melakukan ini, diantaranya :

-uji-coba kolaboratif dan berbagi pengetahuan

-pengamatan dunia nyata

-pelibatan seluruh sel-sel tubuh

-presentasi interaktif dan warna-warni

-pelatihan menemukan/memecahkan(sendiri, berpasangan,

berkelompok)masalah.

-pengalaman belajardi dunia-nyata yang kontektual.

3. Tahap Pelatihan Lemah

Dalam tahap penyampaian yang lemah system pembelajaran akan terganggu apabila dalam pembelajaran tidak mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baru dalam cara yang berarti bagi mereka dan yang melibatkan mereka sepenuhnya. Jika mereka diperlukan hanya sebatas konsumen pasif bukan creator aktif dalam proses belajar, maka kegiatan belajar mereka akan berjalan dengan pincang bahkan bisa-bisa terhenti.

Hal yang sama mungkin saja bisa terjadi, jika gaya pribadi seseorang itu tidak diperhatikan dalam tahap penyampaian.

Adpun tujuan tahap penyampaian disini adalah membantu pembelajar menemukan materi belajar yang baru dengan cara yang menarik, menyenangkan, relevan, melibatkan panca indra, dan cocok untuk semua gaya belajar.

Ada beberapa metode untuk melaksanakan ini antara lain :

-Uji-coba kolaboratif dan berbagi pengetahuan

-pengamatan fenomena dunia nyata

-pelibatan seluruh otak dan seluruh tubuh

-presentasi interaktif

-grafik dan sarana presentasi berwarna-warni

-aneka macam cara untuk disesuaikan dengan seluruh gaya belajar

-proyek belajar sesuai berdasar-kemitraan dan berdasar tim

-pelatihan menemukan (sendiri, berpasangan, berkelompok)

-pengalaman belajar di dunia nyata yang kontektual

-pelatihan memecahkan masalah

4. Tahap Penampilan Hasil Lemah

Pembelajaran bisa terganggu pula, jika seseorang tidak punya kesempatan untuk segera menerapkanapa yang mereka telah pelajari. Apbila mereka tidak segera menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki dalam dunia nyata, sebagian besar akan menguap. Blass! Hilang!

Orang-orang bijak pernah mengatakan “Belajar dengan gaya menyimpan dalam kulkas tidak akan pernah berhasil”

Satu telah menemukan bahwa belajar tanpa penerapan segara dan upaya memperkut, hanya sekitar 5% dari pelajaran dikelas yang tetap diingat. Akan tetapi, dengan penerapan segera dan bimbingan serta dukungan yang tepat, 90% pelajaran akan tetap melekat.

Adapun tujuan tahap penampilan hasil adalah membantu pembelajar menerapkan dan memperluas pengetahuan dan keterampilan baru mereka pada pekerjaan sehingga hasil akan terus meningkat.

Kita bisa melakukan ini dengan :

-penerapan di dunia nyata

-penciptaan dan pelaksanaan rencana aksi

-aktivitas penguatan penerapan

-materi penguatan pascasesi

-pelatihan terus menerus

-umpan balik dan evaluasi kinerja

-aktivitas dukungan kawan

-perubahan organisasi dan lingkungan yang mendukung.

RANGKUMAN

Dari empat tahap diatas, pelatihan yang konvensional lebih cenderung menekankan tahap penyampaian. Misalnya, ketika kita merancang suatu program belajar kita sering mencuralkan 80% atau lebih dari seluruh usaha, uang, dan waktu kita untuk menyusun materi presentasi.

Padahal tahap penyampaian paling-paling menyumbang 20% dari bagian pembelajaran. Dan itu nyaris tidak ada gunaya sama sekali, kecuali jika didahului Tahap persiapan dan di ikuti Tahap Pelatihan dan Penampilan hasil yang sehat.

DAFTAR PUSTAKA

Meier Dave, The Accelerated Learning, Hand Book, Panduan kreatif dan efektif

merancang program pendidikan dan pelatihan, Hernowo-Bandung: AIFA, 2002.

Abdurrahman Mas’ud, M.A., ph. D. Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik,

Humanisme religus sebagai paradigma pendidikan Islam, GAMA MEDIA 2002

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: