jump to navigation

MERENCANAKAN PEMBELAJARAN YANG BAIK November 24, 2009

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
trackback

A. Berbagai Pendekatan Dalam Pembelajaran

Mengembangkan suatu perencanaan pembelajaran memerlukan pendekatan tertentu. Pendekatan merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh guru yang dimulai dengan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan diakhiri dengan penilaian hasil belajar berdasarkan suatu konsep tertentu, yang prakteknya mencerminkan keaktifan maksimun pada pihak guru dalam megajar dan keaktifan maksimum pada siswa dalam belajar.

Pendekatan yang dapat digunakan secara garis besar meliputi :

1. Pendekatan Imposisi

Penggunaan pendekatan imposisi dalam pembelajaran hingga kini masih banyak dilakukan oleh para guru. Pendekatan ini mempunyai cirri guru menyampaikan materi pembelajaran melalui penuturan, atau dengan melontarkan (ekspositoris) meteri pembelajaran kepada siswa.

2. Pendekatan teknologis

Pembelajaran dengan pendekatan teknologis menggunakan perangkat (wares), baik perangkat benda/perangkat keras (hardware), atau perangkat program (software). Perangkat benda dapat berbentuk radio, televise, atau computer, sedangkan perangkat program merupakan program yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat mempelajari sendiri materi-materi pembelajaran dengan menggunakan perangkat tersebut.

3. Pendekatan Personalisasi

Pendekatan ini berakar pada falsafah progresifistis, yang berpandangan bahwa pada hakekatnya manusia itu adalah baik dan aktif. Proses pembelajaran kadang-kadang menyebabkan manusia menjadi sebaliknya. Agar pembelajaran dapat memperoleh hasil baik, maka pembelajaran sepatutnya memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk aktif melakukan kegiatan sendiri.

4. Pendekatan Interaksional

Proses pembelajaran sebagaimana dijelaskan diatas, terdapat dua bentuk penyelenggaraan pembelajaran yang saling berlawanan, yaitu pembelajaran dengan siswa fasif dan pembelajaran dengan siswa aktif. Interaksi dalam proses pembelajaranpun dapat menimbulkan kesan sepihak, yaitu pada pembelajaran siswa fasif, dominasi barada pada pihak guru, sedangkan pada pembelajaran siswa aktif, dominasi pada pihak siswa.

5. Pendekatan Konstruktivis
a. Pengertian Pendekatan Konstruktivis

Adalah pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan pembelajaran dengan memberikan perhatian khusus pada pengetahuan dan belajar serta menentukan metode mengajar yang dapat membantu guru dalam membimbing siswa untuk menghadapi dunia yang dihadapinya.(Depdiknas, 2004;8).

b. Prinsip Pendekatan Konstruktivis

Ada beberapa prinsip Pendekatan Konstruktivis yang dapat dijadikan sebuah acuan dalam mengelola proses pembelajaran, yaitu :

1)      Siswa diberi masalah yang sesuai dengan kehidupannya.

2)      Penstrukturan belajar pada konsep primer.

3)      Menjajaki dan menghargai pendapat siswa.

4)      Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

5)      Menilai belajar siswa dalam konteks mengajar.

c. Elemen Belajar yang Konstruktivis

Konstruktivis mengembangkan pemikiran siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Ada lima elemen belajar yang Konstruktivistik ;

1)      Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada

2)      Pemerolehan pengetahuan baru

3)      Pemahaman pengetahuan

4)      Memperaktekkan pengetahuan dan pengalaman

5)      Melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut.

6. Pendekatan Pengolahan Imformasi

Pendekatan Pengolahan Imformasi, pada dasarnya dikenal dengan nama teori pentahapan (stage theory). Model mengajar dari rumpun pemerosesan imformasi, dapat digunakan dalam mengajarkan konsep (joice & weil, 1972). Dalam pengelolaan imformasi ini, ada dua hal yang terlibat, yaitu siswa dengan aktif memproses, menyimpan dan mendapatkan kembali imformasi, dan pembelajaran yang merupakan upaya membantu siswa dalam mengembangkan mengolah imformasi dan menggunakannya secara sistematis untuk menguasai kompetensi tertentu.

7. Pendekatan Inquiry

Pendekatan Inquiry adalah memberi pembelajaran pada siswa untuk menangani permasalahan yang mereka hadapi ketika barhadapan dengan dunia nyata dengan menggunakan teknik yang diterapkan oleh seorang peneliti. Dalam pembelajaran inquiry, berarti para guru harus merencanakan situasi sedemikian rupa, sehingga para siswa bekerja seperti seorang peneliti dengan menggunakan prosedur mengenali permasalahan, menjawab pertanyaan, menggunakan prosedur dan menyiapkan kerangka berfikir, dan penjelasan yang kompatible dengan pengalaman pada dunia nyata.

8. Pendekatan Pemecahan Masalah

Pemecahan Masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dipercaya sebagai kendaraan/alat untuk mengembangkan kemampuan berfikir tinggi. Melalui proses problem solving, para siswa akan mampu menjadi pemikir yang handal dan mandiri. Mereka dirangsang untuk mampu menjadi seorang ;

  1. Eksplorer
  2. Inventor
  3. Desainer
  4. Pengambilan keputusan
  5. Komunikator

B. Perpaduan Berbagai Pendekatan dalam Pembelajaran

Dimuka dijelaskan bahwa pembelajaran menekankan pada proses keaktifan yang dilakukan oleh guru, dan proses kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Keaktifan guru tercermin sejak proses pembelajaran belum dilaksanakan, hingga proses pembelajaran itu selesai. Sedangkan keaktifan siswa tercermin dari berbagai kegiatan yang dilakukan sebagai pengantar mereka mencapai tujuan.

1. Keaktifan Guru

Sebelum proses pembelajaran dilakukan seorang guru harus merencanakan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dalam perencanaan ini dilakukan analisis tentang bentuk-bentuk tingkah laku yang diinginkan muncul pada diri siswa yang menjadi tujuan berdasarkan atas kurikulum yang digunakan. Berdasarkan analisis tujuan, dipilih bentuk-bentuk pengalaman belajar serta bentuk-bentuk kegiatan yang dipandang dapat memberi pengalaman belajar yang sesuai dengan tujuan.

Berdasarkan perencanaan yang dibuat, guru melaksanakan apa yang telah direncanakan. Sebagaimana dijelaskan diatas, kegiatan utama guru mengajar adalah memberi rangsangan, bimbingan, pengarahan dan motivasi belajar untuk memberi kemudahan kepada siswa untuk belajar.

2. Keaktifan Siswa

Bentuk-bentuk keaktifan siswa dalam proses belajar sangat beraneka ragam. Keaktifan yang dimaksud meliputi keaktifan dalam penginderaan, mengolah ide-ide, menyatakan ide, dan melakukan ketermpilan jasmani yang mereka kuasai.

Kegiatan penginderaan dalam proses belajar yang menonjol adalah mendengar dan melihat. Melalui mendengar dan melihat dapat ditangkap kesan tentang obyek yang dating dari luar, yang menjadi dasar pembentukan pemahaman dan segi-segi tingkah laku lain.

C. Bentuk-Bentuk Pembelajaran
1. Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran aktif yang melaksanakan aktvitas siswa bersama-sama secara berkelompok dan tidak individual.

Pembelajaran kooperatif menggalakkan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok, dengan hal ini akan memungkinkan terjadinya penggabungan dan pemeriksaan ide sendiri dalam suasana yang tidak tertekan. Pembelajaran ini melibatkan siswa dengan berbagai kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok guna mencapai tujuan yang sama. Aspek-aspek esensial yang terdapat dalam pembelajaran kooperatif ;

  1. Saling bergantung satu sama lain secara positif
  2. Saling berinteraksi langsung antar anggota dalam kelompok
  3. Akuntabilitas individu atas pembelajaran diri sendiri
  4. Keterampilan social
  5. Pemerosesan kelompok

2. Pembelajaran Aktif

Pembelajar aktif adalah kegiatan mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan mata pelajaran yang dipelajarinya. Siswa lebih aktif dalam mempelajari materi pembelajaran yang menyiapkan siswa untuk hidup, imformasi yang diterima lebih lama diingat dan disimpan, dan lebih menikmati suasana kelas yang nyaman.

3. Pembelajaran Langsung/ Interaktif

Pembelajaran interaktif adalah model pembelajaran yang secara langsung diarahkan oleh guru dengan tugas-tugas spesifik yang harus dilengkapi para siswa dibawah pengawasan guru secara langsung. Dengan kata lain pembelajaran ini menyiratkan langsung interaksi antara guru dengan siswa.

4. Pembelajaran Inquiry
a. Strategi Pembelajaran Inquiry

Dilihat dari proses berfikir, ada dua strategi pembelajaran inquiry ;

1)      Inquiry deduktif (konsep diberikan oleh guru)

2)      Inquiry induktif (konsep ditentukan oleh siswa)

b. Tahapan Pembelajaran Inquiry

Dalam pelaksanaan pembelajaran tahapan yang ditempuh dalam pembelajaran inquiry adalah ;

1)                  Pemunculan masalah

2)                  Pengumpulan data (verifikasi)

3)                  Pengumpulan data (eksperimen)

4)                  Mengorganisasi dan menformulasikan pernyataan

5)                  Analisis

c. Prosedur Operasional

Prosedur operasional pembelajaran inquiry adalah ;

1)      Mencari jawaban untuk pertanyaan tentang dunia nyata

2)      Merumuskan pertanyaan, sehingga penyelidikan menjadi peristiwa yang berkelanjutan.

3)      Pertanyaan, penyelidikan dan pelajaran secara langsung di hubungkan dengan aktivitas yang dilakukan/alami siswa

4)      Dalam penyelidikan satu masalah, menggunakan cara yang berbeda. Supaya banyak ragam cara dalam waktu dan kelas yang sama.

5)                  Intervensi guru sebagai fasilitator, motivator, pendengar, penilai dan lawan

5. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
a. Pengertian Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa mendorong membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dalam penerapan kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian Pembelajaran kontekstual mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman atau dunia nyata.

b. Penerapan Pembelajaran kontekstual

Penerapan pembelajaran kontekstual dikelas melibatkan diantaranya ;

1)      Konstruktivisme

Yaitu menegmbangkan pemikiran siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Siswa belajar pada dasarnya mencari alat untuk membentu memahami pengalamannya.

2)      Bertanya

Yaitu mengembangkan sifat ingin tau siswa, dengan bertanya. Karna dengan bertanya siswa mampu menjadi pemikir yang handal dan mandiri. Di antara manfaat bertanya atau mengajukan pertanyaan adalah ;

a)                  Memperluas wawasan berfikir

b)                  Mengundang penguatan

c)                  Memberi motivasi siswa untuk belajar lebih jauh

3)                  Menemukan (Inquiry)

Yaitu dengan melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiry untuk semua topic, siswa di beri pembelajaran untuk menangani permasalahan yang mereka hadapi ketika berhadapan dengan dunia nyata. Dan guru harus merencanakan sedemikian rupa sehingga apa yang mereka jelaskan relevan dengan pengalaman di dunia nyata.

4)      Masyarakat Belajar (learning community)

Yaitu menciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok). Siswa hidup dalam lingkungan masyarakat tempat tinggalnya atau disekitar sekolah. Pemanfaatan masyarakat sebagai konteks bagi siswa untuk pembelajaran kontekstual dapat dilakukan disekolah, dengan dua cara yaitu ;

a)      Menjadikan masyarakat sebagai nara sumber (diundang kesekolah pada jam belajar)

b)      Membawa siswa kelingkungan masyarakat (kesawah, rumah sakit, dll)

5)      Pemodelan (modeling)

Pemodelan yaitu menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Siswa akan mudah memahami dan menerapkan proses dan hasil belajar jika dalam pembelajaran guru menyajikan dalam bentuk suatu model, bukan hanya bentuk lisan. Siswa akan mampu mengamati dan mencontoh apa yang ditujukan oleh guru. Oleh karena itu guru hendaknya mempertunjukkan hal-hal yang penting dan mudah diterima oleh siswa.

6)      Refleksi (reflection)

Refleksi yaitu melakukan ringkasan akhir pertemuan pembelajaran, refleksi ini merupakan ringkasan materi dari pembeljaran yang telah disampaikan oleh guru. Siswa mengungkapkan, lisan atau tulisan dari apa yang mereka terima/pelajari.

7)      Penilaian sebenarnya

Yaitu melakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara, penilaian bisa dengan cara guru memberikan pertanyaan berdasarkan isi pelajaran. Tugas guru adalah menilai sejauh mana keberhasilan pembelajaran.

c. Kegiatan dan Strategi Pembelajaran Kontekstual

Kegiatan dan strategi pembelajaran kontekstual dapat ditunjukkan berupa kombinasi dari kegiatan-kegiatan berikut ini:

1)      Pembelajaran otentik

2)      Pembelajarn berbasis inquiry

3)      Pembelajaran berbasis masalah

4)      Pembelajaran layanan

5)      Pembelajaran berbasis kerja

d. Prinsip Pembelajaran Kontekstual

Prinsip pembelajaran kontekstual adalah agar siswa dapat mengembangkan cara belajarnya sendiri dan selalu mengkaitkan dengan apa yang telah diketahui dan apa yang ada di masyarakat.adapun secara terperinci prinsip pembelajaran kontekstual sebagai berikut :

1)      Menekankan pada pemecahan masalah

2)      Mengenal kegiatan belajar terjadi pada berbagai konteks.

3)      Mengejar siswa untuk membantu dan mengarahkan belajarnya

4)      Menekankan pembelajaran dalam konteks kehidupan siswa

5)      Mendorong siswa belajar dari satu dengan lainnya

6)      Menggunakan penilaian otentik.

e. Metode Pembelajaran Kontekstual

Metode yang dilakukan dalam pembelajaran kontekstual adalah menggunakan situasi kehidupan nyata dari masyarakat setempat dimana siswa

dapat mengaflikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka kembangkan.

f. Contoh Pembelajaran Kontekstual

Mata Pelajaran/

Standar Kompetensi

Pembelajaran Kontekstual

Pengetahuan

Keterampilan

Pemahaman

Bahasa Indonesia :

Keterampilan Menulis:

Mampu berkomunikasi dalam menggunakan bahas formal yang baik dan benar

 

 

 

Struktur dan bahasa dalam kata-kata formal yang baik dan benar Keterampilan untuk menulis sebuah surat formal dengan menggunakan struktur dan bahasa yang baik dan benar Situasi kehidupan dunia nyata :

Sebuah pabrik yang beroperasional didekat sekolah menimbulkan pencemaran udara, tanah, air dan suara.

D. Konsep Tentang Proses Pembelajaran (Pendidikan)

  1. 1. Menurut Jerome J. Bruner

Proses pendidikan adalah proses pembelajaran (bagainama cara belajar, pendekatan, stretegi, metode dan lain sebagainya). Sedangkan inti sasaran pembelajaran adalah membimbing siswa belajar.

  1. 2. Menurut Hilda Taba

Pandangan tentang proses penbelajaran mempunyai ikatan erat dengan pandangan tentang fungsi pendidikan, terutama pendidikan disekolah. Secara garis besar pandangan tentang fungsi pendidikan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam :

  1. Pendidikan berfungsi memelihara dan menyampaikan warisan kebudayaan kepada generasi muda
  2. Pendidikan berfungsi mengubahdan memperbaiki kebudayaan
  3. Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan, kecakapan dan pribadi setiap individu.

Komentar»

1. suciptoardi - Januari 18, 2011

belum terjawab tuh “tanya” judulnya: bagaimana membuat perencanaan yang baik….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: