jump to navigation

PENDIDIKAN ANAK USIA SEKOLAH September 8, 2015

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
trackback

Image result for usia sekolahPengertian Anak Usia Sekolah

Masa sekolah yaitu usia anak memasuki sekolah yang terbagi atas masa pra remaja (6-10 tahun), masa remaja dini (pr: 8-13 tahun, lk: 10-15 th), masa remaja lanjut (pr: 13-18 th, lk: 15-20 th). Pada masa ini anak memasuki masa belajar di dalam dan di luar sekolah. Anak  belajar di sekolah, tetapi membuat latihan pekerjaan rumah yang mendukung hasil belajar di  sekolah. Banyak aspek perilaku dibentuk melalui penguatan (reinforcement) verbal, keteladanan dan identifikasi. Anak-anak pada masa ini harus menjalani tugas-tugas perkembangan yakni : belajar keterampilan fisik untuk permainan biasa, membentuk sikap sehat mengenai dirinya sendiri,  belajar bergaul dengan teman-teman sebaya,  belajar peranan jenis yang sesuai dengan jenisnya, membentuk keterampilan dasar : membaca, menulis dan berhitung, membentuk konsep-konsep yang perlu untuk hidup sehari-hari membentuk hati nurani, nilai moral dan nilai sosial, memperoleh kebebasan pribadi,  membentuk sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga.-lembaga.

Pada usia sekolah, anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda. Perbedaan ini terlihat dari aspek fisik, mental-intelektual, dan sosial-emosial anak (Gustian, 2002). Pertumbuhan fisik pada anak usia sekolah tidak secepat pada masa-masa sebelumnya. Anak akan tumbuh antara 5-6 cm setiap tahunnya. Pada masa ini, terdapat perbedaan antara anak perempuan dan anak laki-laki.

Namun, pada usia 10 tahun ke atas pertumbuhan anak laki-laki akan menyusul ketertinggalan mereka. Perbedaan lain yang akan terlihat pada aspek fisik antara anak laki-laki dan perempuan adalah pada bentuk otot yang dimiliki. Anak laki-laki lebih berotot dibandingkan anak perempuan yang memiliki otot lentur.

Perkembangan Anak Usia Sekolah

Tahap perkembangan anak usia sekolah dimulai sejak anak berusia 6 tahun sampai organ-organ seksualnya masak. Berdasarkan pembagian tahapan perkembangan anak usia pra remaja/kanak-kanak, ada dua masa perkembangan pada kanak-kanak, yaitu pada usia 6-9 tahun atau masa kanak-kanak tengah dan pada usia 10-12 tahun atau masa kanak-kanak akhir. Setelah menjalani masa kanak-kanak akhir, anak akan memasuki masa remaja[1].

Seiring dengan masuknya anak ke sekolah dasar, maka kemmapuan kognitifnya turut mengalami perkembangan yang pesat. Karena dengan masuk sekolah, berarti dunia dan minat anak bertambah luas, dan dengan meluasnya minta maka bertmabah pengertian tentang manusia dan objek-objek sebelumnya kurang berarti bagi anak. Dalam keadaan normal, pikiran anak usia sekolah berkembang secara berangsur-angsur.[2]

Masa usia sekolah dasar ini terbagi menjadi dua, yaitu: a) masa kelas rendah dan b) masa kelas tinggi. Adapun ciri-ciri pada masa-masa kelas rendah (6 atau 7 sampai 9 atau 10 tahun) adalah:

  1. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dan prestasi
  2. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.
  3. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri
  4. Membandingkan dirinya dengan anak yang lain.
  5. Apabila tidak menyelesaikan suatu soal, maka soal itu tidak dianggap penting.
  6. Pada masa ini, (terutama usia 6 sampai 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak. (Iskandar, 2009:38)[3]

Dibandingkan anak prasekolah, anak usia sekolah dapat mengingat lebih banyak. Mereka mampu menghubungkan antara informasi yang baru dan informasi yang dimiliki sebelumnya. Kelebihan dalam ingatan ini disebabkan oleh beberapa aspek, seperti kapasitas ingatan jangka pendek. Kapasitas ingatan jangka pendek anak bertambah seiring bertambahnya usia. Hal lain yang menyebabkan anak usia sekolah memiliki daya ingat yang lebih banyak yaitu pengetahuan mengenai strategi dalam mengingat, seperti pengulangan (rehearsal) materi-materi yang akan diingat. Sehingga karakteristik fase perkembangan usia sekolah dibagi menjadi:

  1. Perkembangan intelektual

Pada usia sekolah dasar (6-12 tahun) anak sudah dapat mereaksikan rangsangan intelektual atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan intelektual atau kemampuan kognitif (seperti: membaca, menulis, dan berhitung). Periode ini ditandai dengan tiga kemampuan baru, yaitu mengklasifikasikan (mengelompokkan), menyusun, atau mengasosiasikan (menghubungkan atau menghitung) angka atau bilangan. Pada akhir masa ini anak sudah memiliki kemampuan memecahkan masalah yang sederhana.

Salah satu hal penting dari meningkatnya kemampuan anak dalam mengingat adalah belajar membaca. Semakin baik ingatan anak maka akan semakin mudah ia belajar membaca. Untuk belajar membaca anak harus siap, dalam arti anak telah memiliki kematangan dalam aspek-aspek fisiologisnya dam memiliki minat untuk mulai membaca. Anak harus sudah dapat melakukan pengamatan dengan baik terhadap huruf-huruf yang ada, karena jika hal ini belum tercapai, anak akan sukar belajar untuk membaca.

  1. Perkembangan bahasa

Bahasa adalah sarana berkomunikasi dengan  orang lain. Dengan bahasa, semua manusia dapat mengenal dirinya, sesama manusia, alam sekitar, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai moral atau agama. Usia sekolah merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perbendaraan kata. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa, yaitu sebagai berikut:

  1. Proses jadi matang, organ-organ suara pada anak sudah berfungsi dengan baik untuk berkata-kata.
  2. Proses belajar, bahwa anak yang telah matang untuk berbicara kemudian mempelajari bahasa orang lain dengan jalan mengimitasi atau meniru ucapan/kata-kata yang didengarnya.
  3. Perkembangan sosial

Perkembangan sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Perkembangan sosial pada anak usia sekolah ditandai dengan adanya perluasan hubungan, disamping dengan keluarga, mereka mulai membentuk ikatan dengan teman sebaya. Dalam kegiatan berkelompoknya terlihat dari cara-cara mereka menggunakan istilah-istilah dalam kelompok mereka. Walaupun demikian, anak tetap mengharapkan kedekatan dengan orang tua meskipun dengan bentuk yang berbeda denagan anak yang usianya lebih muda

  1. Perkembangan emosi

Ciri khas kehidupan sosial-emosional anak usia sekolah adalah menghabiskan waktu dengan lingkungan sekolah dan teman-temannya. Anak membutuhkan lingkungan yang lebih luas dan bergaul dengan lebih banyak orang. Karena keinginan yang sangat besar untuk diterima menjadi bagian dari kelompok serta keinginan yang besar untuk membentuk kelompok-kelompok, masa sekolah disebut juga masa gang age (Utami Munandar, 1999).

Manginjak usia sekolah anak mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar tidaklah diterima di masyarakat. Mereka mulai belajar mengendalikan dan mengontrol ekspresi emosinya. Kemampuan mengontrol emosi diperoleh anak malaui peniruan dan latihan (kebiasaan). Emosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tingkah laku indivi

  1. Perkembangan moral.

Perkembangan moral berkaitan dengan kemampuan anak dalam memahami mengenai mana yang benar dan salah serta apa yang boleh dan tidak. Kemampuan ini berkembang tahap demi tahap sesuai dengan pertambahan usia anak. sebelum mencapai usia 11 tahun, anak akan berada pada tahap eksternal mortalitas. Pada tahap ini anak akan sangat kaku memegang aturan dan tidak mau melanggarnya karena akn mendapatkan sanksi. Tahap ini juga ditandai ketidaktahuannya mengenai sumber dari aturan yang ada. Jika ditanya aturan itu dari mana, anak akan menjawab bahwa peraturan dari Tuhan atau ayah. Ketika memasuki usia 11 tahun, anak sudah memahami bahwa aturan adalah hasil kesepakatan. Pada tahapan ini dapat dikatakan anak telah memasuki tahapan internal moralitas.

Anak mulai mengenal konsep moral dari lingkungan keluarga. Usaha menanamkan konsep moral sejak usia dini merupakan hal yang seharusnya, karena informasi yang diterima anak mengenai benar-salah atau baik-buruk akan menjadi pedoman pada tingkah lakunya di kemudian hari.

Disamping criteria matang sekolah seperti diureikan diatas, maka lebih jauh berikut ini diuraikan aspek-aspek yang berkmbang pada masa ini:

  1. Perkembangan Aspek Fisik

Jika dikihat dari aspak sifik pengamatan yang banyak keta ketahui bahwa pada masa ini, anak laki-laki lebih cepat perkembangan fesiknya dari pada perempuan. Namun pada akhir masa anak sekolah/masa (menjekang anak usia remaja) perkembangan perempuan fisik perempuan lebih cepat dari laki-laki. Sehingga untuk menjelaskan perkmbanga fisik anak pada usia ini dapat dilihat dari 2 faktor :

  1. Keadaan berat badan

Pada akhir usia 6 tahun terlihat badan anak bagian atas berkembang dari bagian bawah. Selama masa akhir anak-anak , tinggi badan bertambah sekitar 5 hingga 6% dan berat badan bertambah sekitar 10% setiap tahun.

Jadi pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak  dari pada panjang badan anak. Kaki dan tangan lebih panjang, dada dan panggul lebih besar. Peningkatan berat badan anak pada masa ini terjadi terutama karena bertambahnya system rangka dan otot, serta ukuran beberapa organ tubuh. Banyak tidaknya kekuatan otot ini di pangaruhi okeh fakror keturunan dan olahraga.

  1. Perkembangan motorik

Kemampuan anak usia sekolah dalam menggunakan fisiknya atau sering disebut kemampuan motorik terlihat lebih menonjol dibandingkan usia sebelumnya. Kemampuan motorik pada anak dibagi menjadi dua, yaitu kemampuan motorik kasar dan kemampuan motorik halus.kemampuan motorik kasar dan halus yang dimiliki oleh anak merupakan syarat mutlak untuk dapat memasuki dunia sekolah.

Seiring dengan perkembangan fisiknya yang beranjak matang, maka perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap gerakan sudah sesuai dengan kebutuhan atau minat. Perkembangan fisik yang normal merupakan salah satu faktor penentu kelancaran proses belajar, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan

Mereka akan mempelajari ketrampilan-ketrampilan dasar untuk menguasai pelajaran-pelajaran di sekolah. Kemampuan motorik halus anak pada usia sekolah berkembang dengan pesat. Anak sudah dapat menggunakan fisiknya untuk menggunakan alat-alat yang membutuhkan ketrampilan motorik halus, seperti alat tulis.

  1. Perkembangan aspek psikis

Berbagai fungsi psikis anak yang berkembang pada masa ini dapat di kemukakan sebagai berikut : pengamatan/berfikir, daya ingat, perasan, moral, social dan keagamaan. Untuk moral social dan perasaan telah diuaraklan diatas.

  1. Pengamatan & ingatan anak dapat dibagi kedalam tiga masa:
  2. Masa sintesis fantasi usia 7-8 tahin

Dalam masa ini pengamatan ana masih global, bagian-bagiannya belum tampak jelas karena bergabung pada fntasinya

  1. Masa Analisis usia 8-12 tahun

Anak telah mampu membeda-bedakan sifat dan mengenl bagian baginnya. Walaupun hubungan pada bagian itu belum tampak seluruhnya. Peran secar fantasinya sudah mukai berkurang

  1. Masa logis 12 tahun keatas

Disini anak sudah dapat berfikir logis. Penertian dan kesadaannya sudah mukai sempurna, sehinnga bagian dalam ,pengamatan sudah jelas.

Kalau dilihat dari pembagian umur diatas, maka anak masa sekolah berarti berada dalam tahap berfikir operasional konkrit.

  1. Daya Ingat

Perkembangan daya ingat usia 8-12 tahun mencapai intensitas yang paling besar dan paling kuat. Daya mengahafal dan daya memorisasi (dengan sengaja mekatakkan dan memasukkan pengethuan dalam ingatan) adalah paling kuat. Dan anak mampu memuat jumlah mater paling banyak.

  1. Keagamaannya

Perkembangan perasaan keagamaan pada masa anak sekolah ini agak lamban karena anak terlalu sibuk perhatiannya pada realitasnya. Namun bukan berarti bahwa perasaan rekigius anal hilang, akan tetapi tidak menonjol. Perasaan-perasaan tinggi  (perasaan rekigius seakan-akan tertidur). Hanya kadang-kadang muncul.

DAFTAR PUSTAKA

Mar’at samsunuwiyat. 2012. psikologi perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

 

Rohmah Noer. 2012. Psikologi pendidikan, Yogyakarta: Teras

http://curhatguru.blogspot.com/2010/09/fase-perkembangan-anak-usia sekolah.html

 

http://dewaeggix.blogspot.com/2013/01/masalah-perkembangan-anak-usia-sekolah_414.html

 

 

 

[1] http://www.psychologymania.com/2012/12/tahap-perkembangan-anak-usia-sekolah.html

[2] Mar’at samsunuwiyat. 2012. psikologi perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

[3] Rohmah Noer. 2012. Psikologi pendidikan, Yogyakarta: Teras

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: