jump to navigation

ADMINISTRASI PENDIDIKAN September 12, 2015

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
trackback
  1. Pengertian Administrasi Pendidikan

Untuk dapat memahami Administrasi Pendidikan secara keseluruhan, maka perlu terlebih dahulu membahas titik awal pengertian tersebut, yaitu Administrasi. Pengertian dasar tentang administrasi itu akan merupakan tumpuan pemahaman pemahaman Administrasi secara seutuhnya. Secara sederhana Administrasi ini berasal dari kata latin “ad” dan “ministro”. Ad mempunyai arti “kepada” dan Ministro berarti “melayani”. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjeck tertentu. Memang zaman dulu administrasi dikenakan kepada pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian atau pelayanan kepada raja atau mentri mentri dalam tugas mengelola pemerintahannya.

Kini administrasi itu telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga administrsi ini mempunyai pengertian atau konotasi yang luas. Secara garis besarnya pengertian itu antara lain sebagai berikut:

  • Mempunya pengertian sama dengan Manajemen
  • Menyuruh orang agar bekerja secara produktif
  • Memanfaatkan manusia, material, uang, metode secara terpadu
  • Mencapai suatu tujuan melalui orang lain
  • Fungsi eksekutif pemerintah

Bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa administrsi itu sama dengan pekerjaan juru tulis, tata usaha, kerja kantor, atau pekerjaan yang ada sangkut pautnya dengan tulis menulis. Yang dimaksudkan administrsi disini tentu saja bukan pengertian yang terakhir itu. Administrasi adalah upaya mencapau tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang orang dalam suatu pola keja sama.

Berdasakan uraian tersebut di atas dalam dikemukakan bahwa pada dasarnya yang menjadi perhatian administrasi adalah tujuan, manusia, sumber dan juga waktu. Kalau ke empat unsur tersebut di gabungkan dan dilihat dari bentuk dan prilakunya, maka akan menampakkan dirinya sebagai suatu satuan sosial tertentu, yang sering disebut organisasi. Dan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi itu adalah subsistem dari organisasi itu sendiri yang unsur unsurnya terdiri dari unsur organisasi yaitu tujuan, orang orang, sumber dan waktu.

Secara umum dapat dinyatakan bahwaorganisasi itu adalah sistem kerjasama antra dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai tujuan.

Administrasi pendidikan mengandung duan unsur pokok pikiran yaitu administrsi dan pendidikan. Pengertian administrasi dapat dikemukakan pada bagian berikut ini. Berdasarkan asas legal pengertian pendidikan ini dapat disimak dari ketetapan Majlis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1988 tentang Gari garis Basar Haluan Negara. Dalam GBHN tahun 1988 ini pendidikan di bataskan sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Karna itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antra keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Untuk lebih jelasnya memahami makna pendidikan berikut ini dikemukakan kesimpulan asasi dari Abdurrahman An-Nahlawi (1989; 32-33), yaitu:

  • Pendidikan adalah proses yang mempunyai tujuan sasaran dan objek.
  • Secara mutlak, pendidik yang sebenarnya hanyalah Allah, pencipta ftrah dan Pemberi berbagai potensi.
  • Pendidikan menurut adanya langkah langkah yang secara bertahap harus dilalui oleh berbagai kegiatan pendidikan dan pengajaran,sesuai dengan urutan yang telah di susun secara sistematis. Anak melakukan itu dari fase ke fase.
  • Kerja pendidikan harus mengikuti aturan penciptaan dan pengadaan yang dilakukan Allah, sebagai mana mengikuti syara’ dan Din Allah.

Mengacu pada batasan tersebut diatas terdapat beberapa hal yang berkenaan dengan administrasi. Seperti yang telah dikemukan dimuka, pendidikan itu adalah suatu proses. Kesenjangan proses pendidikan ini akan lebih nyata apabila pendidikan itu dipandang secara sosilogis.

Dalam pendidikan ada dua jenis proses, yaitu proses pendidikan dan proses non pendidikan. Proses pendidikan sering juga disebut proses teknis sedangkan nonpendidikan sering disebut nonteknik. Administrasi tergolong proses nonteknis yang pada dasarnya berfungsi agar proses teknik berjalan dengan mulus.

Hal lain yang perlu ditinjau lebih lanjut dari pengertian pendidikan itu berkenaan dengan perubahan atau kondisi dari manusia yang diharapkan baik yang bersifat fisik maupun mental. Semua batasan pendidikan yang dikemukakan itu semuanya menenjukkan adanya tujuan

Dari uraian dapat ditarik kesimpulan, bahwa administrasi adalah aktifitas aktifitas untuk mencapai sebuah tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang administrasi pendidikan, dari rumusan beberapa ahli sebagai berikut:

  1. Sondang P. Siagian, MPA. PHD

Administrasi adalah keseluruha proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu, untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tentukan sebelumnya.

  1. The Liang Gie, dalam pengertian kedudukan dan ilmu administrsi mengatakan bahwa:

Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang yang bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan tertentu.

  1. Soehari Trisna, dalam segi segi administrasi sekolah.

Administrasi adalah keseluruha proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan secara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien.

  1. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam pedoman pelaksanaan kurikulum, buku III D.

Administrasi adalah usaha bersama untuk mendaya gunakan semua sumber (personel maupun material) secara efektif dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

  1. Jasse B. Sears, dalam the Nature of Administration Process 1950.

Educational administration is the process as including the following actifitis planning, organization, direction, coordination, and control.

 

Melihat rumusan rumusan tersebut di atas, jelaslah kiranya bahwa administrasi pendidikan meliputi berbagai aspek dan kegiatan yang kesemuanya di tujukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita citakan.

Perlu diketahui bahwa rumusan rumusan itu tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, melaikan salaing berhubungan erat dan salaing melengkapi. Hanya saja tekanan dari masing masing rumusan itu berbeda beda.

Ada yang menekankan pada: cara bekerja dengan orang orang dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Ada pula yang menekankan pada: pelaksanaan pimpinan. Dan adalagi yang tekanannya lebih menunjukkan pengertian yang lebih luas, yaitu mencakup semua kegiatan sekolah yang ditujukan kearah tercapainya tujuan pendidikan.

Dengan adanya beberapa pengertian tersebut di atas, maka perlu ditegaskan disni:

  1. Bahwa administrasi pendidikan itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut pautnya dengan tugas tugas pendidikan.
  2. Bahwa administrsi pendidikan itu mencakup kegiatan kegiatan yang luas, yang meliputi: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah sekolah.
  3. Bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya sekedar kegiatan “tata usaha” seperti yang dilakukan dikantor kantor tata usaha sekolah atau kantor kantor impeksi pendidikan lainnya.

Secara sederhana dan mudah, administrasi pendidikan dapat dikatakan suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai pendidikan disekolah itu.

Singkatnya administrsi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan urusan sekolah.

Selanjutnya dikatakan tujuan administrasi pendidikan  adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Ukuran keberhasilan administrasi pendidikan  adalah produktifitas pendidikan, yang pertama dilihat dari produk, hasil atau efektifitas dan pada proses, suasana atau efisiensi. Dalam pencapaian produktifitas itu diperlukan suatu proses, minimal meliputi prilaku manusia berorganisasi, prilakau itu dapat dinyatakan dalam bentuk perencanaan, perencanaan dan pengawasan atau pembinaan atas tugas kewajiban administratif. Tugas wajib administratif  itu dapat dikelompokkan dalam tujuh katagori, yaitu:

  • Program pendidikan
  • Murid
  • Personel
  • Kantor sekolah
  • Keuangan sekolah
  • Pelayanan bantuan, dan
  • Hubungan sekolah dengan masyarakat.

Tugas kewajiban diatas dapat dikatagorikan kedalam manusia, program pendidikan atau sumber belajar dan fasilitas.

  1. Dasar Dasar Administrasi pendidikan

Administrasi akan berhasil baik apabila didasarkan atas dasar dasar yang tepat. Dasar diartika sebagai sesuatu kebenaran yang fundemental yang dapat dipergunakan sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam kehidupan bermasyarakat.

Berikut ini akan dipaparkan beberpa dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Terdapat banyak dasar administrasi, antara lain:

  1. Prinsip efisensi

Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bila mana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada.

  1. Prinsip pengelolaan

Administrator akan memproleh hasilyang paling efektif dan efisien melalui orang orang laindengan jalan melakukan pekerjaan manajemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengkontrol.

  1. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan

Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama, seseorang administrsi cendrung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif.

  1. Prinsip kepemimpinan yang efektif

Seseorang administrator yang berhasil dalamtugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif, yakni memperhatikan dimensi dimensi hubungan antar manusia , dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi yang ada.

  1. Prinsip kerjasama

Seseorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasamanya diantara orang orang yang terlibat, baik secara horizontal maupun secara vertikal.

 

  1. Tujuan Administrasi Pendidikan

Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu:

  1. efektifitas produksi
  2. efesiensi
  3. kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes)
  4. kepuasan kerja

Keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi, yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin, yaitu menggunakan kepuan dana, dan tenaga seminimal mungkin,tetapi memberikan hasil sebaik mungkin, sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka.

  1. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Administrasi tata laksana sekolah

Hal ini meliputi :

  1. Organisasi dan struktur pegawai tata usaha
  2. Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah
  3. Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah
  4. Masalah perlengkapan dan perbekalan
  5. Keuangan dan pembukuannya
  6. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah

hal ini meliputi :

  1. Pengangkatan dan penempatan tenaga guru
  2. Organisasi personel guru-guru
  3. Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru
  4. Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru
  5. Inservice training dan up-grading guru-guru
  6. Administrasi peserta didik

Hal ini meliputi :

  1. Organisasi dan perkumpulan peserta didik
  2. Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik
  3. Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik
  4. Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling)
  5. Supervisi pengajaran

Hal ini meliputi :

  1. Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing-masing sebaik-baiknya.
  2. Usaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik
  3. Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran.
  4. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum

Hal ini meliputi :

  1. Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran
  2. Menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi, sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya, disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah
  3. Kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya.
  4. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah

Hal in meliputi :

  1. Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan
  2. Mengusahakan, merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah
  3. Menentukan jumlah dan luas ruangan-ruangan kelas, kantor, gudang, asrama, lapangan olah raga,dan sebagainya.
  4. Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif, serta pemeliharaannya secara kontinyu.
  5. Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan
  6. Hubungan sekolah dengan masyarakat

Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain, hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis, sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak.

Dari apa yang telah diuraikan di atas, ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Fungsi-Fungsi Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan merupakan aspek yang penting dalam pendidikan. Administrasi pendidikan merupakan keseluruhan proses yang diperlukan dalam penyelesaian pekerjaan-pekerjaan personil sekolah untuk mendidik peserta didik. Jadi administrasi ini ditujukkan kepada pendidikan peserta didik secara tidak langsung.

Selain memiliki tujuan, administrasi pendidikan juga mempunyai beberapa fungsi, yakni administrasi pendidikan memiliki fungsi sebagai (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) penyusunan, (4) pengarahan, (5) pengkoordinasian, (6) pelaporan, (7) penganggaran, (8) pergerakan, (9) pengawasan, dan (10) penilaian.

  1. Planning (perencanaan)

Adinistrasi dan manajemen membutuhka selalu diawali dnegan funsgi perencanaan atau planning. Dalam tahap perencanaan ini administrator berkegiatan untuk merumuskan, memilih, dan menetapkan apa saja aktifitas-aktifitas sumber daya yang akan dilaksanakan dan mungkin yang akan digunakan dimasa datang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Sergiovanni (1987: 300) berpendapat bahwa: “plans are guides, approximations, goal post, and compass setting not irrevocable commitments or decision commandments”. Jadi rencana adalah sebuah penuntun yang disusun sedemikian rupa yang sulit untuk dirubah.
Sedangkan Enoch (1992:3) berpendapat bahwa definisin perencanaan pendidikan adalah sebagai : “suatu proses mempersiapkan alternatif keputusan bagi kegiatan masa depan yang di arahkan kepada pencapaian tujuan dengan usaha yang optimal mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada di bidang ekonomi, sosial budaya secara menyeluruh dari suatu negara”.

Hal ini menunjukan bahwa perencanaan sekolah adalah tuntunan-tuntunan, taksiran, pos-pos tujuan, dan letak-letak pedoman yang telah jadi komitmen dan pernyataan keputusan yang tidak dapat ditarik kembali, yang diatur dan disepakati secara bersama-sama oleh kepala sekolah dan staff personnel sekolah, berdasarkan periode waktu jangka pendek maupun jangka panjang.

Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. Terdapat sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:

  • Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan;
  • Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama.
  • Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran;
  • Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat;
  • Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi;
  • Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi;
  • Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami;
  • Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti; dan
  • Menghemat waktu, usaha dan dana.

Selain itu dalam perencanaan terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, karena merencanakan sesuatu harus didasarkan atas pertimbangan tertentu dan sebuah perencanaan haruslah memiliki banyak manfaat, berikut adalah prinsip-prinsip dalam perencanaan:

  • Perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan;
  • Perencanaan adalah suatu proses yang komprehensif;
  • Perencanaan hendaklah menghasilkan rencana yang fleksibel dan realistis;
  • Perencanaan harus berorientasi pada tujuan;
  • Perencanaan pendidikan harus memperhitungkan aspek-aspek kuantitatif dan kualitatif pendidikan;
  • Perencanaan pendidikan harus melahirkan rangkaian tindakan yang jelas, terarah, dan menurut prinsip efisiensi dan efektifitas; dan
  • Perencanaan pendidikan harus didasarkan pada identifikasi fenomena pendidikan yang sedang terjadi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah sebuah panduan untuk mempersiapkan keputusan bagi kegiatan dimasa depan yang mengarah kepada tujuan berdasarkan komitmen-komitmen tertentu.

  1. 2. Organizing (pengorganisasian)

Pengorganisasian merupakan kegiatan dimana aktivitasnya berisi tentang menyusun dan membentuk hubungan kerja antar pribadi ataupun kelompok, sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam menempuh tujuan yang sudah ditetapkan.
Berikut ini beberapa pendapat para ahli mengenai apa itu pengorganisasian,

  • Koontz dkk. mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah penetapan sturuktur peranan internal dalam suatu lembaga yang terorganisasian secara formal. Pengorganisasian yang efektif dapat membagi habis (merata) dan menstrukturkan tugas-tugas ke dalam sub-sub komponen organisasi.

 

  • Terry mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah pembagian pekerjaan yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok, penentuan hubungan-hubungan pekerjaan di antara mereka dan pemberian lingkungan pekerjaan yang sepatutnya.

Menurut Sergiovanni, terdapat empat aspek penting ataupun empat syarat yang harus dipertimbangkan dalam pengorganisasian, yaitu:

  1. Legitimasi (Legitimacy), memberikan respon dan tuntunan eksternal, yaitu sekolah mampu menampilkan performansi organisasi yang dapat mayakinkan pihak-pihak terkait akan kemampuan sekolah mencapai tujuan melakukan tindakan melalui sasaran.
  2. Efisiensi (efficiency), pengakuan terhadap sekolah pada penggunaan waktu, uang, dan sumber daya sekolah.
  3. Keefektifan (effectivitness) menggambarkan ketepatan pembagian tugas, hak, tanggung jawab, hubungan kerja bagian-bagian organisasi, dan menentukan personnel (guru dan non guru) melaksanakan tugasnya;
  4. Keunggulan (excellent) menggambarkan kemampuan organisasi dan kepala sekolah melaksankan fungsi dan tugasnya sehingga dapat meningkatkan harga diri dan kualitas sekolah.

Menurut Gorton, teradapat langkah-langkah dasar dalam mengorganisasi program sekolah; yang pertama ialah menentukan tugas, kemudian menentukan parameter waktu dan kebutuhan, setelah itu menentukan jabatan dan tanggung jawab, merinci hubungan kewenangan, merinci hubungan komunikasi, identifikasi kebutuhan koordinasi dan penyusunan penetapan kriteria penialian kerja.

Dalam pengorganisasian terdapat asas-asas penting yang harus diperhatikan, diantaranya:

  • Organisasi harus profesional, yaitu dengan pembagian satuan kerja yang sesuai dengan kebutuhan;
  • Pengelompokan satuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja;
  • Organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab;
  • Organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol;
  • Organisasi harus mengandung kesatuan perintah; dan
  • Organisasi harus fleksibel dan seimbang.

Thomson menggambarkan bahwa organisasi mempunyai inti teknis kegiatan yang dilaksankan berhubungan langsung dengan lingkungan eksternal, dan mengatasi ketidak pastian dan penyesuaian dalam melaksanakan tugas meliputi pasangan timbal balik antara staff yang selevel seperti guru atau sesama staff personnel lainnya di sekolah (Owens, 1987). Alasan fungsi pengorganisasian penting

  1. Mewujudkan struktur organisasi;
  2. Uraian tugas dari setiap bidang atau bagian dalam organisasi menjadi jelas
  3. Wewenang atau tanggung jawab menjadi jelas
  4. Memperlihatkan antar tugas atau pekerjaan dari setiap unit organisasi; dan
  5. Sumber daya manusia dan material yang dibutuhkan dapat diketahui.

Selain itu, didalam fungsi pengorganisasian ini terdapat kegiatan-kegiatan tertentu, kegiatan tersebut adalah:

  1. Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan;
  2. Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab;
  3. Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja; dan
  4. Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

 

  1. Staffing (kepegawaian)

Fungsi yang ketiga adalah kepegawaian. Setara dengan fungsi-fungsi sebelumnya, kepegawaian mempunyai fungsi yang sangat penting dimana kepegawaian adalah pengisian sesuatu bidang atau unit dengan personal yang akan melaksanakan tugas kegiatannya.
Dalam kepegawaian yang menjadi titik penekannya ialah personal itu sendiri. aktifitasnya yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain:  menentukan, memilih, menempatkan, dan membimbing personnel.

Pengarahan (directing) merupakan pengarahan yang diberikan kepada anggota organisasi, sehingga mereka menjadi karyawan yang berpengerahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telah ditetapkan organisasi. Directing juga mencakup kegiatan yang dirancang untuk memberikan orientasi kepada pegawai antara lain informasi tentang hubungan antar bagian, antar pribadi, kebijaksanaan, dan tujuan organisasi.
Falsafah yang dikembangkan dalam fungsi pengarahan ini adalah suatu cara berfikir dalam menejemen yang meliputi pengamatan, pengertian terhadap konsep dan keyakinannya untuk mengambil tindakan. Oleh karena itu, kerja sama dalam satu tim kerja di sekolah memerlukan proses pemantauan (monitoring) yang intesif, yaitu suatu kegiatan untuk mengumpulkan data informasi berkaiatan dengan apa yang dilakukan dalam usaha mengetahui seberapa jauh kegiatan pendidikan yang telah dilakukan oleh guru, konselor, dan karyawan sekolah lainnya telah mencapai tujuannya.

Hal yang penting didalam fungsi pengarahan ialah bagaimana kepemimpinan berperan besar untuk memotivasi dan tentu saja mengarahkan dan mendorong kepada setiap orang yang ia pimpin untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan kapasitasnya.
Pengarahan-pengarahan dapat berupa:

  1. Penjelasan tentang apa, mengapa dan bagaimana tugas;
  2. Urutan prioritas penyelesaian;
  3. Prosedur kerja;
  4. Sarana dan sumber yang dapat dirnanfaatkan;
  5. Pihak-pihak yang berkait dengan urusannya, baik langsung maupun tidak langsung; dan
  6. Bagaimana melakukan penilaian terhadap penyelesaian tugas tersebut.

 

 

  1. Coordinating (pengkoordinasian)

System koordinasi pada umumnya tidak efektif karena muncul system birokrasi, dan krisis ini akan terjadi jika organisasi menjadi terlalu besar dan rumit untuk dikelola. Akan tetapi, pada pokoknya penggoordinasian menurut The Liang Gie (1983: 216) merupakan rangkaian aktifitas yang menghubungkan, menyatu padukan dan menyalaraskan orang-orang dan pekerjaan. Sedangkan Oteng Sutisna (1983: 199) merumuskan koordinasi ialah mempersatukan sumbangan-sumbangan dari orang-orang, bahan, dan sumber-sumber lain ke arah tercapainya maksud yang telah ditetapkan.

Koordinasi dapat diwujudkan dengan menggunakan cara-cara antara lain:

  1. Konferensi atau pertemuan lengkap yang mewakili unit kerja;
  2. Pertemuan berkala untuk pejabat-pejabat tertentu;
  3. Pembentukan panitia gabungan jika diperlukan;
  4. Pembentukan badan kooordinasi staff untuk mengkoordinir kegiatan;
  5. Mewancarai bawahan untuk mengetahui hal penting yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya;
  6. Memorandum atau instruksi berantai; dan
  7. Ada dan tersedianya buku pedoman organisasi dan tata kerja.

Unsur-unsur koordinasi yang penting dalam organisasi pemerintahan daerah, provinsi, kabupaten/kota, dinas pendidikan daerah, dan sekolah antara lain dapat dikemukakan:

  1. Ada koordinator yang cukup berwibawa dilihat dari kedudukan dan pendidikannya untuk memfungsikan tiap-tiap bagian atau orang-orang dalam organisasi. Koordinator tersebut memiliki kemampuan untuk membawa dan menggunakan sumbangan dari unit dan orang tersebut guna mewujudkan tujuan yang telah ditentukan;
  2. Ada unit atau orang yang dikoordinasikan yang sudah ditata dan mampu memberikan sumbangan yang sangat berguna bagi terwujudnya cita-citan bersama; dan
  3. Ada pengertian timbal balik dari coordinator dan mereka yang terkoordinir untuk saling menghargai dan saling kerjasama bagi kepentingan organisasi.

Adapun manfaat dari pengkoordinasian adalah:

  • Dengan pengkoordinasian dapat diperoleh kekuatan yang integral dan menyatu sehingga diperoleh hasil gerak organisasi yang kompak, harmonis dan saling menunjang.
  • Dengan pengkoordinasian diharapkan tidak terjadi arus yang simpangsiur antara bidang-bidang yang ada, baik dalam pengambilan keputusan, penginformasian, serta tindakan, ditinjau dari segi arah dan bentuk.
  1. Budgeting (Penganggaran)

Dianalogikan sebagai aspek penting dalam kebutuhan sehari-hari, dimana manusia membutuhkan makanan untuk melakukan kegiatan, begitulah pentingnya fungsi pembiayaan ini.

Pembiayaan adalah kegiatan yang berisi tentang dana dan anggaran. Pembiayaan sekolah adalah kegiatan mendapatkan biaya serta mengelola anggaran pendapatan dan belanja pendidikan menengah. Kegiatan ini dimulai dari perencanaan biaya, usaha untuk mendapatkan dana yang mendukung rencana itu, penggunaan, serta pengawasan penggunaan anggaran tersebut.

  • Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan itu antara lain:
    Perencanaan tentang berapa biaya yang akan diperlukan,
  • Dari mana dan bagaiamana itu dapat diperoleh/diusahakan,
  • Bagaimana penggunaannya,
  • Siapa yang akan melaksanakannya,
  • Bagaiamana pembukuan dan pertanggung jawabannya, dan
  • Bagaimana pengawasannya, dll.

 

  1. Motivating (Pergerakan)

Penggerakan atau istilah pembimbingan menurut the Liang Gie merupakan aktifitas seorang manager dalam pemerintahan, menugaskan, menjuruskan, mengarahkan, dan menuntun karyawan atau personnel organisasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Terry menjelaskan actuating merupakan usaha untuk menggerkan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran organisasi.

Adapun menurut Keith Davis (1972) menggerakan ialah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.
Unsur essensial dalam organisasi yaitu kebersamaan langkah maupun gerak didasarkan instruksi yang jelas untuk mencapai suatu tujuan.

Jadi pemimpin hanya mungkin melakukan pergerakan dengan sebaik-baiknya apabila bawahannya menaruh kepercayaan dan penghargaan terhadapnya. Jadi setiap pemimpin atau menejer yang ingin menjalankan kepemimpinannya dengan efektif harus meningkatkan kualitas dirinyaagar menjadi seorang pemimpin (leader) dengan memiliki format authority, technical authority, dan personal authority yang memadai.

Didalam menggerakkan sesuatu pastilah ada proses-proses yang mungkin dapat membantu, namun hal itu tidak lepas dari objek yang kita gerakkan tersebut, jadi tidak ada pedoman tertentu dalam penggerakkan, namun berikut ini pedoman umum yg mungkin biasa dilakukan, yaitu:

  1. Motivasi kepada anak didik, bawahan, pegawai, dan sebagainya;
  2. Komunikasi yang efektif;
  3. Mengembangkan partisipasi aktif dikalangan pekerja;
  4. Pemberian tugas yang sesuai dengan minat dan kemampuan pekerja; dan
  5. Perbaikan iklim organisasi dan kondisi-kondisi pekerja.

 

  1. Controlling (Pengawasan)

Kegiatan pengawasan ini dilakukan agar prilaku personalia organisasi mengarah ke tujuan organisasi, bukan semata-mata ke tujuan individual; dan agar tidak terjadi penyimpangan yang berarti antara rencana dengan pelaksanaan. Dengan demikian jelaslah controlling mencakup kelanjutan tugas untuk melihat apakah kegiatan-kegiatan dilaksanakan sesuai rencana. Melalui pengawasan yang efektif, roda organisasi, implementasi rencana, kebijakan, dan upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

Pengertian pengawasan yang lebih sederhana dikemukakan oleh Johnson (1973: 74) yaitu sebagai fungsi system yang melakukan penyesuaian terhadap rencana, mengusahakan agar penyimpangan-penyimpangan tujuan system hanya dalam batas-batas yang dapat ditoleransi. Dengan denikian dapat ditegaskan bahwa sasaran pengawasan adalah prilaku individu sebagai orang-orang yang memproses lancarnya kegiatan pembelajaran dan tidak terjadi penyimpangan. Pengertian ini mengacu pada dua hal yaitu performan personnel dalam memproses obyek dan hasil pendidikan.

Menurut Terry (2003: 18) ada berbagai cara untuk mengadakan perbaikan, termasuk mengubah rencana dan bahkan tujuannya, mengatur kembali tugas-tugas atau mengubah wewenang, tetapi seluruh perubahan tersebut dilakukan melalui manusiawi.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pengawasan menurut Massie (1973) ialah:

  1. Tertuju kepada strategis sebagai kunci sasaran yang menentukan keberhasilan;
  2. Pengawasan menjadi umpan balik sebagai bahan revisi dalam mencapai tujuan;
  3. Flexible dan responsive terhadap perubahan –perubahan kondisi dan lingkungan;
  4. Cocok dengan organisasi pendidikan, misanya organisasi sebagai system terbuka;
  5. Merupakan control diri sendiri;
  6. Bersifat langsung yaitu pelaksanaan control ditempat pekerja; dan
  7. Memperhatikan hakikat manusia dalam mengontrol para personnel pendidikan.

Pengawasan yang baik adalah yang dapat memanfaatkan profesi dan karier manusia (personnel) secara optimal yaitu:

  • Mengikutsertan mereka menentukan sasaran;
  • Menciptakan iklim ynag mendorong pengembangan diri; dan
  • Membuat mereka responsive dengan semangat yang menantang. Untuk itu perlu ada suatu system penilaian yang sistematis dan tepat yang dapat memberi gambaran seberapa singkat kualitas yang diperolah.

 

  1. Evaluating (Penilaian)

Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Evaluasi mengetahui berhasil atau tidaknya suatu program, diperlukan adanya penilaian atau evaluasi. Tiap penilaian berpegang pada rencana tujuan yang hendak dicapainya, atau dengan kata lain setiap tujuan merupakan kriteria penilaian.

Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan, tidak didirikan orang untuk memperoleh penghasilan, melainkan untuk memelihara dan memajukan kebudayaan. Dengan demikian penilaiaan tentang efisiensi pendidikan bukanlah untuk menentukan untung rugi secara finansial. Berhasil atau tidak berhasil pendidikan harus dinilai dari sudut keuntungan –keuntungan atau kerugian masyarakat.

Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah :

  1. Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja, pekejaan tersebut berhasil;
  2. Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien;
  3. Memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak; dan
  4. Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi.

Perlu ditekankan di sini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya, dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.

Di dalam fungsi penilaian ini terlihat kegiatan-kegiatan monitoring, kontrol, dan supervisi. Monitoring dilakukan selama berlangsung proses pelaksanaan pekerjaannya untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan. Demikian kita lihat bahwa penilaian, monitoring, kontrol dan supervisi berkaitan sangat erat dan mempunyai tujuan yang sama ialah untuk lebih memperbaiki pelaksanaan program suatu organisasi atau lembaga.

Penilaian tidak hanya mengenai hasil atau tujuan akhir seperti telah direncanakan semula. Penilaian semacam ini dalam rangka sistim instruksional disebut evaluasi sumatif. Penilaian juga dilakukan selama berlangsungnya proses kegiatan penilaian ini disebut formative evaluation. Pendek kata, penilaian itu harus dilakukan secara berkesinambungan dan mengenai segi kehidupan organisasi atau lembaga.

DAFTAR PUSTAKA

 

Burhanudin, Yusak, Administrasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia, 2005.

Daryanto, Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2001.

Daryanto, Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1998.

Nawawi, Hadari, Administrasi Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung, 1997.

Ngalim purwanto, M, Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya, 2010.

Sagala, Syaiful, Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta, 2005.

Siagian Sondang, P, Kerangka Dasar Ilmu Administrasi. Jakarta: PT Rineka Cipta,

1992.

Sutisna, Oteng, Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis dan Praktis Profesional.

Bandung: Angkasa, 1993.

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: