jump to navigation

GURU PROFESIONAL September 13, 2015

Posted by ppraudlatulmubtadiin in ARTIKEL.
trackback
  1. Pengertiguru 3333an Karakteristik Guru Yang Profesional

Guru adalah Guru (dari bahasa Sansekerta guru yang juga berarti guru, tetapi artinya harafiahnya adalah “berat”) adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Professional menunjukan pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi ; misalnya, “dia seorang profesional”. Kedua, penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya. Dalam pengertian kedua ini, istilah profesional dikontraskan dengan “nom-profesional atau amatiran.

Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal.

Guru profesional adalah guru yang senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dalam interaksi belajar mengajar, serta senantiasa mengembangkannya kemampuannya secara berkelanjutan, baik dalam segi ilmu yang dimilikinya maupun pengalamannya.

Jadi karakteristik guru profesional adalah ciri-ciri orang yang memiliki pendidikan formal dan menguasai berbagai teknik dalam kegiatan belajar mengajar serta menguasai landasan-landasan kependidik

  1. Karakteristik Guru Yang professional

Karakteristik guru yang professional sedikitnya ada lima karakteristik dan kemampuan professional guru yang harus dikembangkan, yaitu:

  1. Menguasai kurikulum
  2. Menguasai materi semua mata pelajaran
  3. Terampil menggunakan multi metode pembelajaran
  4. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugasnya
  5. Memiliki kedisiplinan dalam arti yang seluas-luasnya

Selain karakteristik guru di atas, ada beberapa karakteristik guru yang profesional antara lain:

  1. Fisik
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Tidak mempunyai cacat tubuh yang bisa menimbulkan ejekan atau cemoohan atau rasa kasihan dari anak didik.
  1. Mental atau keperibadian
  • Berkepribadian atau berjiwa pancasila.
  • Mampu menghayati GBHN.
  • Mencintai bangsa dan sesama manusia dan rasa kasih sayang kepada anak didik.
  • Berbudi pekerti yang luhur.
  • Berjiwa kreatif, dapat memanfaatkan rasa pendidikan yang ada secara maksimal.
  • Mampu menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tanggung rasa.
  • Mampu mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab yang besar akan tugasnya.
  • Mampu mengembangkan kecerdasan yang tinggi.
  • Bersifat terbuka, peka, dan inovatif.
  • Menunjukkan rasa cinta kepada profesinya.
  • Ketaatannya akan disiplin.
  • Memiliki sense of humor
  1. Keilmiahan atau pengetahuan
  • Memahami ilmu yang dapat melandasi pembentukan pribadi.
  • Memahami ilmu pendidikan dan keguruan dan mampu menerapkannya dalam tugasnya sebagai pendidik.
  • Memahami, menguasai, serta mencintai ilmu pengetahuan yang akan diajarkan.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup tentang bidang-bidang yang lain.
  • Senang membaca buku-buku ilmiah.
  • Mampu memecahkan persoalan secara sistematis, terutama yang berhubungan dengan bidang
  • Memahami prinsip-prinsip kegiatan belajar mengajar.
  1. Keterampilan
  • Mampu berperan sebagai organisator proses belajar mengajar.
  • Mampu menyusun bahan belajar atas dasar pendekatan struktural, interdisipliner, fungsional, behavior, dan teknologi.
  • Mampu menyusun garis besar program pengajaran ( GBPP ).
  • Mampu memecahkan dan melaksanakan teknik-teknik mengajar yang baik dalam mencapai tujuan pendidikan.
  • Mampu merencanakan dan melaksanakan evaluasi pendidikan.
  • Memahami dan mampu melaksanakan kegiatan dan pendidikan luar sekolah.

Jadi seorang guru harus mempunyai pendidikan yang sesuai dengan kompetensi sebagai seorang guru dan mempunyai pengalaman serta bakat sebagai modal untuk menjadi seorang guru yang kompeten.

Ciri-Ciri guru yang baik dan efektif ( profesional )

  1. Memahami dan menghormati murid 

 Adalah guru harus mampu memahami murid yang memiliki potensi, bukan sebagai botol yang kosong. Guru haruslah bersikap demokratis, tidak otoriter

  1. Menguasai bahan pelajaran yang diberikan 

 Seorang guru haruslah menguasai bahan pelajaran tidak sebatas aspek kognitif tetapi juga pada nilai dan penerapannya bagi kehidupan manusia. 

  1. Menyesuaikan metode mengajar dengan bahan pelajaran.
  1. Menyesuaikan bahan pelajaran dengan kesanggupan individu murid 

Guru haruslah menyesuaikan bahan pelajaran dengan rata-rata kesanggupan siswa, ada murid yang cepat, sedang, dan lambat dalam belajarnya. Seorang guru juga harus memperhatikan perbedaan individu murid, termasuk bakat dan kemampuannya

  1. Mengaktifkan murid dalam hal belajar

Seorang guru haruslah menghindari cara mengajar D4 (datang, duduk, dengar dan diam). Guru harus memberikan kesempatan pada murid untuk aktif didala kelas.

  1. Memberi pengertian dan bukan hanya dengan kata-kata belaka 
  • Memberikan pemahaman langsung dengan mengenalkan bendanya, baru pengertiannya, dan kemudian anak dapat merumuskan pengertian itu dengan kata-kata sendiri
  • Menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran
  • Guru hendaknya menghindari terjadinya verbalisme atau mengenal kata-kata tetapi tidak mengenal artinya
  1. Menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan murid
  • Menjelaskan atau menunjukkan manfaat yang terkandung dalam bahan pelajaran yang diajarkan
  • Mengajarkan bahan pelajaran yang dibutuhkan atau dirasakan manfaatnya bagi murid 
  1. Mempunnyai tujuan tertentu dengan bahan pelajaran yang diberikan 
  • Memahami berbagai tingkat tujuan pendidikan, mulai dari tujuan pendidikan nasional, institusional, kurikuler sampai pada tujuan istruksional
  • Menunjukan tujuan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran
  1. Tidak terikat oleh satu buku pelajaran 

Buku teks harus dipandang sebagai bahan pelajaran minimal dan bukan satu-satunya sumber yang digunakan oleh guru, termasuk sumber dari iternet dan ensiklopedia

10. Tidak hanya mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan tetapi senantiasa mengembangkan pribadi anak

  • Tidak hanya mengedepankan pencapaianya kecerdasan intelektual tapi juga emosional dan kecerdasan lainnya
  • Mencakup aspek kognitif, afektif dan sikomotorik.
  1. Mempunyai keterampilan manajemen kelas yang baik

Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

  1. Bisa berkomunikasi  Baik dengan Orang Tua 

Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: